Rabu, 21 April 2021

ETIKA BERMEDIA DIGITAL

 


Mengapa Harus Etis?

Perkembangan komunikasi digital memiliki karakteristik komunikasi global yang melintasi batas-batas geografis dan batas-batas budaya. Sementara setiap batas geografis dan budaya juga memiliki batasan etika yang berbeda. Setiap negara, bahkan daerah memiliki etika sendiri, begitu pula setiap generasi memiliki etika sendiri. Misalnya saja soal privasi. 

Masyarakat kolektif seperti masyarakat Indonesia merasa tidak masalah bercerita tentang penyakit yang diderita di media sosial, atau menunjukkan kehangatan suatu hubungan di media sosial, tetapi belum tentu itu dirasakan nyaman oleh masyarakat individualistik. Para orang tua bisa saja merasa biasa bahkan bangga bercerita tentang anak-anaknya, namun belum tentu anak-anaknya nyaman dengan kisah yang diceritakan oleh orang tuanya di media sosial. Begitu juga interaksi digital antar gender, dan antar golongan sosial lainnya. 

Semua akan memunculkan persoalan-persoalan etika. Artinya dalam ruang digital kita akan berinteraksi, dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural tersebut, sehingga sangat mungkin pertemuan secara global tersebut akan menciptakan standar baru tentang etika.

Literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi. Kompetensi pada dunia digital terbagi menjadi empat area kompetensi yang terdiri dari Digital Skills, Digital Culture, Digital Ethics dan Digital Safety. Digital Skills adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital. Digital Culture merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Digital Ethics adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari. Digital Safety merupakan kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam beraktivitas di internet, terdapat etika dan etiket yang perlu diikuti oleh pengguna. Keduanya wajib dipahami, ditaati, dan dilaksanakan oleh pengguna selama mengakses layanan internet. 

Etika didefinisikan sebagai sistem nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. 

Berbeda dengan etiket yang didefinisikan sebagai tata cara individu berinteraksi dengan individu lain atau dalam masyarakat. Jadi, etiket berlaku jika individu berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain. Sementara etika berlaku meskipun individu sendirian. Hal lain yang membedakan etika dan etiket ialah bentuknya, etika pasti tertulis, misal kode etik Jurnalistik, sedangkan etiket tidak tertulis (konvensi).

Sama seperti halnya sebuah komunitas, forum digital juga mempunyai aturan dan tata tertib tertentu, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas internet.

Di dunia digital kita juga mengenal etiket berinternet atau yang lebih dikenal dengan Netiket (Network Etiquette) yaitu tata krama dalam menggunakan Internet. Hal paling mendasar dari netiket adalah kita harus selalu menyadari bahwa kita berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain, bukan sekedar dengan deretan karakter huruf di layar monitor, namun dengan karakter manusia sesungguhnya. Untuk seterusnya, tulisan ini hanya berfokus pada etiket berinternet. Seperti yang kita ketahui tantangan dalam penerapan netiket sangatlah besar, karena etiket lebih erat kaitannya dengan kepribadian kita masing-masing, jadi tidak semua pengguna internet mentaati aturan tersebut. 

Namun sebenarnya, netiket bukanlah hal yang kompleks, asalkan logika dan common sense kita berjalan lancar, kita tidak akan kesulitan menerapkannya karena netiket berasal dari hal yang umum dan biasa yang layaknya kita lakukan dalam kehidupan bermasyarakat. Netiket ini juga erat kaitannya dengan penguasaan soft skill literasi digital yang merupakan bagian dari pengembangan diri yang harus kita miliki. Literasi digital adalah sebuah konsep yang mengarah pada mediasi antara Etika Berinternet

 1. Jangan menggunakan huruf besar/ kapital.

 2. Apabila mengutip dari internet, kutiplah seperlunya 

3. Memperlakukan email sebagai pesan pribadi 

4. Berhati-hati dalam melanjutkan email ke orang lain 

5. Biasakan menggunakan format plain text dan jangan sembarangan menggunakan Html.

 6. Jangan kirim file berukuran besar melalui attachment tanpa izin terlebih dahulu dari penerima pesan Etiket Berinternet:

1. Menulis email dengan ejaan yang benar dan kalimat sopan

2. Tidak menggunakan huruf kapital semua 3. Membiasakan menuliskan subject email untuk mempermudah penerima pesan; 

4. Menggunakan BCC (Blind Carbon Copy) bukannya CC (Carbon Copy) untuk menghindari tersebarnya email milik orang lain 

5. Tidak mengirim email berupa spam, surat berantai, surat promosi dan surat lainnya yang tidak berhubungan dengan mailing list 6. Menghargai hak cipta orang lain 

7. Menghargai privasi orang lain

 8. Jangan menggunakan kata-kata jorok dan vulgar.

20 teknologi dengan khalayak atau user untuk mempraktekkan teknologi digital secara produktif. 

Pengguna media digital memiliki kemampuan untuk menciptakan dan memberlakukan aturan dan tata krama di internet (netiket), panduan tentang sikap yang sesuai atau yang melanggar netiket, pengetahuan dan pengalaman berinteraksi dan bertransaksi di dunia digital, serta pengetahuan melakukan evaluasi etika digital.

Kompetensi memverifikasi merupakan salah satu skill yang juga harus kita miliki karena berkaitan dengan kejelasan dan kebenaran dari sebuah informasi agar terhindar dari luapan informasi di media digital. 

Dengan melakukan tabayyun (jelas) maka kita terhindar dari kesalahan dalam mengambil keputusan. Caranya adalah dengan melakukan Cek dan Ricek.

Kalau informasi yang kita baca bernada ujaran kebencian dan tidak etis kita bisa langsung mencurigai berita tersebut. Teliti terlebih dahulu siapa yang menyampaikan informasi dengan cara mengecek sumber beritanya di Google News. 

Kita bisa memeriksa apakah informasi tersebut diberitakan oleh media yang dapat dipercaya, apabila tidak dapat divalidasi oleh sumber resmi yang lain, kemungkinan besar berita itu palsu. Kemudian cek apakah gambar sesuai dengan konteks di Google Images. Kita bisa menelusuri gambar yang kita dapat melalui Google Images. 

Gambar tersebut akan dicari di database untuk melihat apakah sudah pernah muncul di internet, kapan beredarnya, konteks kemunculannya, dan apakah gambar itu diselewengkan dari tujuan aslinya. Selanjutnya verifikasi topik pesan lewat Fact Check Tools. 

Kalau kita curiga tentang keabsahan sebuah topik, gunakan Fact Check Explorer, di sini kita bisa menelusuri dan memverifikasi topik tertentu yang kita curigai. Telusuri referensi artikelnya. Berita palsu memakai judul yang sensasional dan terkadang tidak etis untuk menarik perhatian pembaca. Tapi kalau kita teliti seringkali detailnya informasi di dalamnya tidak konsisten dengan judulnya. 

Lalu yang terakhir perhatikan URL nya karena terdapat beberapa situs yang mirip dengan nama sebuah web, atau alamatnya mirip dengan media mainstream padahal sama sekali tidak ada hubungan diantara keduanya.

Konten negatif yang membarengi perkembangan dunia digital tentu menyasar para pengguna internet, termasuk di Indonesia. Konten negatif atau konten ilegal di dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah melalui UU Nomor 19 Tahun 2016 (UU ITE)dijelaskan sebagai informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman, penyebaran berita bohong dan menyesatkan sehingga mengakibatkan kerugian pengguna. Selain itu, konten negatif juga diartikan sebagai substansi yang mengarah pada penyebaran kebencian atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan. 

Konten negatif muncul karena motivasi-motivasi pembuatnya yang memiliki kepentingan ekonomi (mencari uang), politik (menjatuhkan kelompok politik tertentu), mencari kambing hitam, dan memecah belah masyarakat (berkaitan suku agama ras dan antargolongan/SARA).


Salah satu konten negatif yang mendapat perhatian adalah hoaks. Hoaks, sebuah kata yang tidak asing lagi bagi kita. Kata ini sangat populer belakangan ini di Indonesia. Berbagai peristiwa besar sering diiringi oleh kemunculan hoaks, misalnya seperti peristiwa politik, bencana alam, ekonomi, sosial dan kesehatan.

Cyberbullying, kata tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai perundungan di dunia maya. Pengertiannya, tindakan agresif dari seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah (secara fisik maupun mental), dengan menggunakan media digital. Tindakan ini bisa dilakukan terus menerus oleh yang bersangkutan (UNICEF, n.d.). Korbannya bisa mengalami depresi mental. Bentuk perundungan ini dapat berupa doxing (membagikan data personal seseorang ke dunia maya); cyberstalking (mengintip dan memata-matai seseorang di dunia maya); dan revenge porn (membalas dendam melalui penyebaran foto/video intim/vulgar 47 seseorang. Selain balas dendam, perundungan ini juga untuk memeras korban). Perundungan ini bisa memunculkan rasa takut si korban, bahkan dapat terjadi kekerasan fisik di dunia nyata/offline.

Pengertian ujaran kebencian atau hate speech adalah ungkapan atau ekspresi yang menganjurkan ajakan untuk mendiskreditkan, menyakiti seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan membangkitkan permusuhan, kekerasan, dan diskriminasi kepada orang atau kelompok tersebut

Dari beberapa kejahatan internet diatas, tentu kita harus mencegahnya. 

Kita melakukan cross check untuk menguji kebenaran suatu informasi. Langkah verifikasi akan mengurangi resiko menjadi korban dari konten negatif. Kita menguji kebenarannya dengan mencari informasi dari sumber-sumber lain yang kredibel. Sumber yang kredibel adalah yang memiliki rekam jejak yang baik, memiliki keahlian di bidangnya, dan kita ketahui tidak memiliki bias kepentingan. 

Kompetensi ini sebenarnya menunjukkan bahwa kita adalah pemain aktif dalam mengelola informasi.

Kita tidak mau menelan mentah-mentah berbagai informasi yang kita peroleh. 

Upaya verifikasi ini dilakukan karena secara mendasar ada dorongan dari diri kita sendiri untuk mengkonsumsi informasi yang benar dan memberi manfaat bagi kita, bukan informasi bohong, penipuan, mengandung unsur kejahatan, atau menjebak kita.

Proses interaksi yang terjadi di media sosial ini merupakan bagian dari komunikasi sosial, bahkan semakin kompleks dan dapat menimbulkan masalah jika tidak dikelola dengan baik. Permasalahan yang biasanya muncul terkait dengan privasi, hak cipta karya, pornografi, kekerasan online, dan isu etika lainnya. Misalnya, penggunaan foto unggahan dari pihak lain tanpa izin atau pengutipan yang tidak layak, opini yang merugikan, penyebaran video porno, dll. 

Khususnya yang saat ini sedang menjadi permasalahan utama di dunia internet Indonesia adalah terkait pembuatan dan penyebaran berita palsu atau hoaks. Interaksi merupakan proses komunikasi dua arah antar pengguna terkait mendiskusikan ide, topik, dan isu dalam ruang digital. Pada media digital, interaksi bersifat sosial. Hasil yang diharapkan adalah interaksi yang sehat dan menghangatkan seperti menjalin relasi atau 64 pertemanan pada umumnya.

Partisipasi merupakan proses terlibat aktif dalam berbagi data dan informasi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Sedangkan, kolaborasi merupakan proses kerjasama antar pengguna untuk memecahkan masalah bersama. Kompetensi ini mengajak peserta untuk berinisiatif dan mendistribusikan informasi yang jujur, akurat, dan etis dengan bekerja sama dengan kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Sementara internet dan digital adalah ruang yang sangat luas. Manusia yang ada di dalamnya juga berasal dari berbagai kepentingan, dan kemampuan. Keragaman tersebut berpotensi menciptakan kekacauan psikologis dan sosial. Etika hadir sebagai seorang bijak yang mengingatkan kembali hakikat teknologi sebagai anugerah bagi manusia. 

Teknologi digital mesti disyukuri sebagai anugerah oleh karenanya dia harus digunakan untuk mengangkat derajat kemanusiaan. 

Bukan sebaliknya, menghancurkan derajat kemanusiaan itu sendiri. Etika digital yang telah dibahas dalam modul ini adalah suatu rekomendasi kepada semua saja yang ingin merayakan teknologi sekaligus mengangkat derajat kemanusiaan. 

Etika digital ditawarkan sebagai pedoman menggunakan berbagai platform digital secara sadar, tanggung jawab, berintegritas, dan menjunjung nilai-nilai kebajikan antar insan dalam 116 menghadirkan diri, kemudian berinteraksi, berpartisipasi, bertransaksi, dan berkolaborasi dengan menggunakan media digital.

Dikutip dari modul Etis Bermedia Digital)



Kamis, 01 April 2021

Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing bagi Siswa dan Guru*

 Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing bagi Siswa dan Guru



Dunia Guru tantangan era abad 21 penting-nya bahasa asing dimana kah guru 

Kondisi generasi zaman Now. 

Kecanduan gawai MoEC 2018. Dimana

kahGuru?“The fourth Industri al revolution is not only changisng what we do but Also what we do but Also what we are. "(scgwab, 2016) budaya belajar yabg inovatif. 

guru yang kompeten lulusan yabg siap unjuk kerja tatangan era revolusi industri. 

Guru yang profesional dan yang terus belajar pendidikan di era revolusi. 

Industri 4.0 “ Era RI 4.0 tidak hanya mengubah Cara pandang tetapi juga perilaku seseorang. 4 (scgwab. 2016) menjadi guru tidak hanya menuntut. kualifikasi dan sertifikasi tapi uga kompetensi yang sesuai dengan tantangan pekerjaan Perubahan paradigma dalam pengembangan profesiguru. Bila kita masih mengajar seperti Cara guru kita mengajar saat kita menjadi murid mahasiswa, penguasaan materi dan kompetensi Tetap sama seperti saat awal menjadi guru maka sangat mungkin guru tidak diperlukan lagi. Kelas dan guru virtual siap menggantikan. 

Apa yang terjadi di dalam kelas, apa dan bagaimana cara guru mengajar dan memberikan  penilaian. berpengaruh pada hasil belajar dan mutu lulusan. 



Pendidikan Abad 21    

Pengetahuan

“What we know”

Karakter

“How we engage in the world”


Kecakapan

“How we use what we know”

Pendidikan

Metacognition “How we 

reflect, learn, and adapt” 

(UNESCO, 2016)

IT-based learning 

environment

Teleconferencing

Interactive multimedia

Collabo-

rative

Integrative

Creative

Active 

Mobile/portable

Digital


Perubahan Paradigma dalam Pembelajaran 

interaksi konvensional. 

  • Guru mengajar didepan kelas.
Kompetensi profesional & pedagogik

Pembelajaran Bauran (Blended Learning)
  • Internet mengambil alih sebagian besar tugas guru. 

Literasi digital

Pembelajaran mandiri

  • Siswa bebas memilih kapan, dimana, dengan si(apa), bagaimana, dan mengapa , dan apa yang akan dipelajarinya.
Karakter kompetensi sosial

Guru yang profesional


Guru yang terus Belajar dan mengembang - kan diri melalui program pengembangan profesi guru, baik yang terstruktur maupun
yang dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.


Pengembangan Karir Guru Berkelanjutan

meningkatkan mutu pembelajaran
➢menfasilitasi siswa untuk meningkatkan        era abad 21
➢meningkatkan mutu dan karir guru. 

Guru yang terus mengembangkan diri berdampak positif terhadap praktik
pengajarannya, dan hasil belajar siswa.
(Darling-Hammond, etal., 2017) 


Trend  dalam Pengembangan Profesi Guru
  1. glocalization
  2. mentoring/coaching
  3. Belajar mandiri
Untuk menjadi guru yang literasi

 lingkup literasi. 

Cara berpikir
  • Memecahkan masalah
  • Berpikir kritis
  • Mengambil keputusan
  • Kreativitas
  • Belajar bagaimana belajar

Cara bekerja

  • Berkomunikasi
  • Berkolaborasi

Alat untuk bekerja

  • Teknologi
  • Informasi
  • Komunikasi

Cara hidup

  • Kewargaan
  • Kehidupan
  • Karir
  • Tanggung jawab personal dan sosial

(Binkley, et.al., 2012) 


Mengapa Bahasa Inggris Penting?

  • sumber informasi 
  • digunakan oleh sebagian besar penduduk dunia
  • Bahasa ilmu pengetahuan
  • kebutuhan era abad 21


STRATEGI 

➢ubah pola pikir (mindset) menjadi guru          pembelajar

➢terapkan strategi belajar mandiri yang menyenangkan

➢optimalkan pemanfaatan TIK

➢aktif terlibat dalam komunitas guru pembelajaran dan guru penggerak

➢hadirkan pembelajaran yang        menyenangkan



Simpulan

➢Kemandirian belajar dalam konteks            pengembangan profesi guru sangat penting  untuk menjawab tantangan era abad 21. 

➢Belajar dan mengoptimalkan kemampuan berbahasa Inggris dikalangan guru merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membekali siswa dengan keterampilan abad 21.

➢Belajar bahasa Inggris situ mudah, bila da   kemauan untuk Belajar dan menggunakan nya. 

Manfaatkan jejaring kemitraan. English Club lintas bidang studi, lintas sekolah, bahkan dengan perguruan tinggi.


Didiklah anak anakmu sesuai dengan zamannya sungguh mereka akan menghadapi masa depan yang berbeda dengan zaman mu


Mudah mudahan blog ini bermanfaat bagi orang yang memerlukannya dan yang membacanya. Sebagai seorang pendidik harus banyak Mencari dan menggali ilmu. 



https://niakaniadewipengolahan14.blogspot.com/

https://niakaniad4.blogspot.com/

https://naikaniad7gmailcom.wordpress.com/2021/02/23/google-master-trainer-batch-1/













Minggu, 28 Maret 2021

7 TIPS MENGAJAR BAGI GURU DAN ORANG TUA DALAM SITUASI COVID-19 OLEH MENDIKBUD

 7 TIPS MENGAJAR BAGI GURU DAN ORANG TUA DALAM SITUASI COVID-19 OLEH MENDIKBUD


Halo ini mendikbud melapor dari rumah, saya hari ini ingin memberikan beberapa pikiran saya dan beberapa tips-tips  mengajar bagi pengajar guru atau orang tua dalam menghadapi kondisi situasi krisis ini di mana Banyak sekali murid murid kita sekarang belajar dari rumah dan banyak sekali guru mengajar dari rumah.

1.    JANGAN STRES

Mungkin yang terpenting jangan stres , ini adalah masa adaptasi pasti tidak mudah penuh dengan kebingungan, penuh dengan ketidakpastian. Ini normal . jangan khawatir tapi yakini bahwa cara terbaik untuk belajar hal baru adalah untuk keluar dari zona nyaman tersebut dan itu salah satu cara untuk memperbaiki diri
jadi walaupun banyak orang tua ataupun murid yang masih gaptek misalnya atau masih terintimidasi teknologi Nggak papa itu perasaan yang normal,  tapi yang penting kita setiap hari mencoba mempelajari bagaimana metode yang terbaik. Karena tidak ada suatu Jalan menemukan cara yang paling tepat. 

PENEKANAN
A. Ini apalah masa adaptasi 
B. Yakin bahawa cara terbaik untuk belajar suatu hal baru adalah dengan keluar zona nyaman. 
C. Setiap hari mencoba mempelajari metoda yang terbaik. 

2. MEMBAGI KELAS MENJADI KELOMPOK YANG LEBIH KECIL.

Untuk tips yang kedua cobalah membagi kelas menjadi kelompok yang lebih kecil. ini merupakan banyak sekali guru dan pengajar satu hal yang baru tapi disaat Kita mencoba janganlah takut bereksperimentasi dengan cara cara baru. Ini adalah kesempatan kita berinovasi. Banyak pengajar sekarang Sebatas memberi assesman saja, lalu hasilnya dievaluasi.  Ini memang wajar dalam situasi yang sulit seperti ini pasti banyak yang main aman saja berikan tugas secara tertulis dan telah diselesaikan dikoreksi dan memberikan angka, dan besoknya sama lagi.

Tapi mungkin Ada cara lain, yang mungkin lebih efektif. Tidak semua murid level kompetensi yang sama,  yang unggul di satu bidang , belum tentu unggul di bidang yang lain,  cobalah membagi kelompok belajar berdasarkan kompetensi yang sama.

Contoh kalau satu hari ada 5 jam mengajar seluruh kelas diajar dengan video call, Kenapa harus seluruh kelas diajar lewat video call. 

Kenapa 1 kelas semuanya diberikan tugas yang sama,  sebagai contoh juga 5 jam mengajar dalam satu hari itu bisa dibagi menjadi lima kelompok yang kecil masing-masing 1 jam melalui video call tapi setiap kelompok fokus kepada topik yang mungkin paling menyulitkan untuk mereka atau topik yang paling menarik bagi mereka.

PENEKANAN
A. Jangan takut bereksperimentasi dengan cara cara baru. 
B. Ini kesempatan kita berinovasi
Membagi kelompok belajar bedasarkan kompetensi yang  sama. 

3.MENCOBA PROJECT BASED LEARNING

Tips ketiga cobalah Project base learning. Belajar dari rumah bukan berarti harus belajar sendiri.  kalau kelas seperti yang sebelumnya saya bilang sudah dibagi menjadi kelompok yang lebih kecil,  para pengajar bisa memberikan group project assigmen dengan ini murid-murid itu belajar untuk bertanggung jawab dengan dalam grup yang lebih besar. 

Angka mereka terikat satu sama lain dari menciptakan suatu tantangan kolaborasi mereka terpaksa untuk bekerja sama dan ini melatih empati mereka dan juga kemampuan mereka untuk mendorong satu sama lai. Dan secara otomatis salah satu profil yang terpenting untuk para siswa yaitu asa gotong royong mereka itu terbentuk. 
 
Jadi membagi kelompok menjadi kelompok kecil ini sebenarnya membuka banyak sekali kesempatan untuk Project Based Learning yang luar biasa dan ini ya tidak akan langsung lancar – saya jamin- tapi harus mulai dicoba.  

Jangan meremehkan kemampuan anak untuk mengatur dirinya Jika mereka saling bergantung kepada murid lainnya. Pasti banyak orang tua dan guru-guru terkejut melihat level motivasi mereka yang meningkat.

PENEKANAN
A. Memberikan group project assigment
B. Menciptakan suatu tantangan kolaborasi. 
C. Melatih empati. 
D. Kemampuan siswa untuk. Mendorong satu sama lain. 
E. Membentuk asas gotong royong. 
F. Level motivasi siswa meningkat 

4.ALOKASIKAN LEBIH BANYAK WAKTU BAGI YANG TERTINGGAL.

Mungkinkah ini kesempatan memberikan focus yang lebih banyak bagi yang tertinggal di kelas, sehingga mereka lebih percaya diri saat mereka bergabung lagi dikelas saat krisis covid ini sudah berakhir. Jadi mereka dapat mengejar  dalam waktu ini.

Mungkin ini kesempatan emas untuk melibatkan orang tua untuk memahami dan membantu apatantangan anak-anak mereka yang mungkin tertinggal di kelas. Yangmungkin pembelajaran ya terganggu ataupun mereka lebih lambat disuatu Topic tertentu karena anak - anak, ada berpa anak-anak yang jelas punya bantuan Lebih banyak, ada anak anak yang mungkin lebih independen. Jadinya kenapa kita harus, kenapa semua guru dan pengajar harus membagi waktu secara raya antara semua anak. Mungkinkah ini kesempatan untuk benar benar membantu anak-anak yang lebih tertinggal, yang lebih butuh bantuan. 

PENEKANAN
A.Focus yang lebih banyak bagi yang tertinggal dikelas
B.melibatkan orang tua untuk memahami dan membantu ada tantangan anak-anak mereka. 
C. Semua guru mengajar harus membagi wajtu secara RAT untuk semua anak. 
D. Membantu anak anak yang lebih tertinggal yang dibutuhkan. 

5.FOKUS KEPADA YANG TERPENTING

kalau kita ingin mengerjakan semuanya kejar-tayang silabus aja, pasti akan sub optimal dan tidak akan efektif. Ini saatnya kita bereksperimen dengan alokasi waktu, kenapa Semua mata pelajaran harus diberikan pada waktu yang sama di metode online baru.  

mungkinkah ini kesempatan untuk mengejar konsep-konsep mendasar yang tadinya Tertinggal dari pada kejar-tayang semua topik mungkin ini kesempatan emas untuk menguatkan konsep konsep pada fundamental yang mendasari kemampuan murid murid untuk bisa sukses di mata pelajaran apapun. Contoh seperti literasi dan numerasi atau pendidikan karakter. 

PENEKANAN
A.Mengerikan semuanya pasti akan sub optimal dantidak akan efektif. 
B.menguatkan konsep konsep pada fundamental yang mendasari kemampuan kemampuan murid murid.     

6.SERING NYONTEK ANTARA GURU

Cuman setengah bercanda,  memang nyontek antara murid itu tidak boleh.  tidak bisa dilakukan yaitu tidak bisa diterima tetapi guru harus sering-sering nyontek sama guru lain. Ada banyak guru-guru berinovasi dengan metode belajar online. Sama seperi murid, ada guru yang lebih lambat adaptasi dengan teknologi.
Jangan ragu-ragu minta tolong pertolongan dari guru yang lain,jangan ragu ragu meminta contoh contoh atau Best Practice dari guru guru yang lain. Sekarang dengan vidio conferencing mudah sekali untuk nimbrung ke kelas Guru yang lain, minta izin kepada guru tersebut, boleh enggak saya mau observasi kelas anda melalui vido conferencing apa yang guru lakukan bagaimana mereka menyampaikan bahan, bagaimana mereka menggunakan fitur fitur software itu. 
Bagi guru guru yang sudah PD dengan teknologi, ajalah guru guru lain asik ke dalan Kelas virtual agar bisa melihat dan memberikan insfirasi kepada mereka. 
Ini dalaha kesempatan emas untuk para guru guru ni burung secara digital didalam virtual class noomnya sebelumnya guru guru  yang sudah lebih canggih. Itu yang saya maksud sering sering guru menyontek guru guru lain  yang lebih canggih bidang teknologi dan yang susah lebih bidang teknologi dan yang sudah berinovasi lebih jauh dan tentunya ini akan juga meningkatkan semnagt para guru karena mereka bisa melihat didalam Suatu virtual  Classroom ya, apa yang mereka lakukan berbefadari kelas yang biasa. 
 
PENEKANAN
A. Inovasi dengan metode belajar online. 
B. Jangan ragu ragu meminta pertolongan dari guru yang lain.
C.contoh Best praktive dari guru yang lain apa yang guru lakukan, bagimana mereka menyampaikan bahan, bagaimana mereka menggunakan fitur software. 
D. Kesempatan emas untuk para guru guru nimbrung secara digital dengan guru guru yang sudah lebih canggih.
E. Meningkatkan semangat para guru. 

7.HAVE FUN

Mengajar itu tidakudah, tapi siapa bilang harus membosankan dan sama sama saja. Dalam kritis ini, saatnya mencoba hal hal yang dari dulu mungkin kita masih ragu taou dalam hati kita kitw rasa ini yang terbaik untuk para murid murid, INILAH saatnya kita mendengarkan INSTING kitasrbagaibguri dan orang tua dan bukan Hanya mengikuti proses seadanya. 
Seperti murid, INILAH saatnya guru dan orqng tua berinovasi dengan melakukan banyak tanya banyak coba dan banyak karya.

PENEKANAN
A. Mengajar itu tidak mudah, tapunsiqpq hilang harus membosankan. 
B. Satnyankita mendengarkan instingnlita sebagai guru dan irang tuw, bhuka hnaya mengikuti proses seadanya. 
C. Inilah saatnya guru dan orang tua berinovasi. 
D. Banyak bertanya
E. Banyak mencoba
F. Banyak berkarya

https://youtu.be/-8nFkzq7W9o





7 TIPS DARI MAS menteri
#belajar dari rumah
#mengajar dari rumah






Sumber  
:https://www.youtube.com/watch?v=-8nFkzq7W9o diakses 03052020;12.12WIB

KURIKULUM NGUMPET

Kurikulum Ngumpet

Malam ini sabtju tanggal 27 maret 2021 masih bisa ikut webinar walau mengunakan yutube, mengunakan aplikasi Zoom Webinar APKS PGRI kebetulan sinyal tidak bersahabat. Program kurikulum Ngumpet ini untuk memperluas cakrawala guru dalam praktek baik dilapangan yang di bawakan oleh Dr Capri Anjaya. 

WEBINAR APKS PGRI LIVE ON YOUTUBE KURIKULUM NGUMPET Sabtu, 27 Maret 2021 pukul 19:00 WIB live streaming di Youtube https://youtu.be/UkXQd10lAO8

Judul Webinar  “Kurikulum Ngumpet,” yang sebenarnya seperti bedah buku yang ditulis oleh beberapa penulis itu. Topik ini menarik, karena istilah “kurikulum Ngumpet” sebenarnya terjemahan dari hidden curiculum, yang lebih mementingkan karakter siswa. Hal ini yang sering dilupakan oleh seorang guru dan Kepala Sekolah. Demi memacu ketercapaian materi kurikulum terkadang nilai karakter yang perlu diberikan siswa terlupakan.

Kurikulum ngumpet ini bisa ditulis, dan bisa tidak tertulis. Berisi banyak hal yang berdasarkan pada nilai-nilai karakter seperti religius, sosial, ekonomi, kedisipilinan , bernegara.

Kurikulum ngumpet memang tetap harus menjadi perhatian dan prioritas dalam membentuk karakter yang diinginkan. Tinggal guru bagaimana ia melaksanakan kurikulum tersebut. Salut

Intinya seorang guru diingatkan bahwa kurikulum ngumpet adalah sarana ampuh untuk mentransfer menanamkan moral.

Guru harus segera berubah bukan hanya sebagai pengajar , tetapi juga menjadi pendidik.

Pelaksanaan di sekolah sama persis dalam tahapan pembinaan karakter yaitu  prinsipnya sama untuk menerapkan kurikulum ngumpet:

  1. Diajarkan
  2. Dibiasakan
  3. Dilakukan konsisten (ada hukuman atau reward)
  4. Dibiasakan lagi sehingga menjadi karakter.

4 langkah itu dapat dipraktekan dalam pembelajaran sehari - hari misalnya dalam pembelajaran bahasa. 

Mengerjakan tugas membuat surat ijin dengan aturan menulis sendiri tidak boleh melihat karya teman. 


Jika ditemukan siswa ternyata ada yang melihat karya teman dengan maksud menyontek, maka anak tersebut harus diberikan “hukuman” dan segera diberi tahu bahwa dirinya salah. Setelah itu harus disadarai akan akibatnya serta tidak boleh diulangi. Pembelajaran seperti ini sering “tidak tertulis” dalam kurikulum. Justru hal inilah yang perlu dikerjakan seorang guru sebagai praktik mendidik, dalam rangka melaksanakan “kurikulum ngumpet.”

Di katakan sebagai guru yang berhasil adalah jika sudah mampu mendidik bukan hanya mengajar sesuai kurikulum dari pemerintah namun dengan kurikulum ngumpet kita akan sukses membentuk karakter siswa.

Diskusi malam ini penting dan mengingatkan kembali pentingnya pendidikan karakter, pendidikan moral kepada siswa setiap waktu. Bagi pembaca yang ketinggalan acara tersebut, 

Kesimpulan: 

Kurikulum ngumpet yaitu kurikulum yang tidak tertulis tapi penting sekali. Maka segera pahamilah dan lakukanlan menanamkan nilai moral. Guru harus bisa menjadi teladan moral bagi lingkungan sekelilingnya.

Jumat, 19 Februari 2021

TEKNIK. MENGAJAR ONLINE DI ERA NEW NORMAL

TEKNIK MENGAJAR ONLINE DI ERA NEW NORMAL

Belajar bicara PGRI Batch 2, Public Speaking for Teacher dipertemuan ke 14 pada tanggal 18 pebuari 2021 hari kamis pukul 19.00-21.00, Learnidcng parther Prof.DR.Ir.Richardus Eko Indrajit ,M.Sc ,MBA, Mphil,MA. Ketua SLCC PB PGRI

 
Topic: Teknik Mengajar Online di Era New Normal
Time: Kamis, 18 Februari 2021 pukul 19:00 WIB

Join Zoom Meeting
https://lpduk-xyz.zoom.us/j/84464321917?pwd=NFNHcHlSSUJ1YWJaOEcvU1o4WWRyZz09

Meeting ID: 844 6432 1917
Passcode: PGRI


*LIVE ON YOUTUBE*
*Teknik Mengajar Online di Era New Normal*
Hari Kamis, 18 Februari 2021 
Pukul 19.00 WIB 

live streaming di Youtube
https://youtu.be/Z2TbzKzjhhg


Kali ini Prof.DR.Ir.Richardus Eko Indrajit ,M.Sc ,MBA, Mphil,MA. menyampaikan materi Public Speaking dengan tema “Komunikasi”. Menurut  Prof.DR.Ir.Richardus Eko Indrajit ,M.Sc ,MBA, Mphil,MA. kurangnya komunikasi sering mengakibatkan salah paham.                                     

Sebagai contoh Kenapa suami istri sering bertengkar ? biasanya di sebabkan kurangnya komunikasi antara suami dan istri. 

Istri sering tidak  memakai bahasa dari pandangan suaminya dan sebaliknya suami tidak memakai bahasa dari pandang istri. 

Sering tidak membayangkan apa yang ada dalam perasaan satu sama lainnya, maka akan terjadi keributan yang berawal dari hanya beda pandangan atau Mis Komunikasi, 
Prof.DR.Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc, MBA, Mphil, MA. menyarankan suami istri harus sering-sering berkomunikasi.






Kita harus mengetahui kegemaran dari lawan bicara (Public Speaking) atau audien, seandainya audien  menyenangi Cerita Novel, harus mencerita tentang Novel terlebih  dahulu, seandainya audien  menyenangi Dongeng maka pancing dulu cerita Dongeng. 

Jika audien MENYENANGI, PEWAYANGAN, LEGENDA, Olah Raga dan lain sebagainya maka awalilah Public Speaking dengan bercerita. dengan apa kegemaran audien  baru ke materi PENYAMPAIAN. 



Dalam Komunikasi HARUS mengenali target orang yang mau ubah perilakunya, Prinsip utama komunikasi harus mengenali Strateginya.

Tujuan komunikasi mempengaruhi orang lain untuk melakukannya. Jika Orang lain melakukan yang diinginkan maka komunikasi di anggap berhasil.

Lalu usahakan memakai bahasa audien supaya Public Speaking, bisa terjalin dengan audien. Jika Audiennya siswa kelas 6 harus tahu bahasa anak-anak kelas 6. kalau ingin komunikasi dengan kepala sekolah, anda harus tahu kepala sekolah itu kelahiran tahun berapa bahasa apa yang dia mengerti dan lain sebagainya.

Kalau ingin bicara dengan Pak satpam di sekolah supaya melakukan sesuatu, harus tahu persis kata-kata apa yang Familiar bagi dia.  Cara menyampaikan yang persis seperti apa bagi dia, supaya dia melakukan yang di inginkan. Ini hal sederhana tapi prinsip Kadang-kadang banyak hal dilanggar oleh banyak orang, 

ada guru yang enggak mau tahu, pokoknya kalau siswanya enggak ngerti yang salah adalah siswanya, yang penting sudah buka mulut komat-kamit kalau enggak ngerti ya salah siswa. Sebenarnya yang enggak ngerti dalam konsep komunikasi justru harus melihat Kenapa pesan tidak tersampaikan. belum memahami Konsep bahasa audien. 



Sering juga Komunikasi di pengaruhi oleh Noise. Apa itu Noise ?        Noise adalah sesuatu yang mengganggu jalannya komunikasi sebagai contoh Noise dari teknologi misalnya mengikuti zoom ;  Gangguan jaringan, Kuota habis, Bising, gangguan dari anak, banyak nyamuk, ada orang nya enggak bisa konsentrasi dengerin karena gangguan, Sakit, suaminya lagi sebel,  lagi banyak pikiran dan lain sebagainya. 

Gangguan itulah yang namanya noise Artinya harus memahami kalau dalam komunikasi ada hambatan.

Dalam Komunikasi caranya  harus tahu target.  siapa dan strategi apanya tepat. Misalnya Komunikasi Online, masalahnya tidak langsung mendapatkan yang namanya umpan balik berdua berhadap-hadapan. 

lagi ngomong tiba-tiba lawan bicara  tidur berarti  apakah salah memilih Kata, ayah harus langsung memperbaiki cara komunikasi. berbicara online itu ada keterbatasan karena  tidak berjumpa secara fisik. Contoh Media Online : Whatsapp, Google Maps, Facebook, blog, Instagram, telegram, Zoom dan Youtube.

Orang lain yang mau pengaruh, harus melihat pribadi orang itu,  barulah pilih media yang paling cocok untuk mereka. sedikit gambaran. 


Jika media yang paling efektif yang  pilih saat untuk mengajarkan guru-guru cara MENULIS, tapi semua guru-gurunya ada di daerah 3T, Maka media yang anda pilih paling cocok untuk bisa berkomunikasi dengan para guru-guru itu yaitu melalui WhatsApp. 

Komunikasi melalui Aplikasi online yang penting  harus empati. Kenapa empati Karena sekarang tidak tahu. hanya bisa melihat denga apa yang di depan  Lalu nanti di belakangnya tidak bisa melihat seandainya saat Zoom para audien memakai bacground. 

Pada intinya anda sekalian harus bisa menyampaikan pesan dengan baik,sesuai kegemaran mereka.


Kesimpulanya.  Belajar dari nenek moyang yang sudah menyatakan dalam hal yang terindah. 

Bagaimana caranya  bisa public speaking lewat online dengan baik cuman dua caranya yaitu 

1.“ala bisa karena biasa”

2” Tak Kenal Maka Tak Sayang”.

Sungguh luar biasa penyampaian materi malam ini, waktunya  2 jam serasa  5 menit karena penyampaian dari Prof.DR.Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc, MBA, Mphil, MA. sangat MENYENANGKAN, terjadi Interaksi antara Prof Eko INDRAJIT dan para AUDIEN. dayung bersambut di selingi nyanyian sehingga tercipta suasana yang menyenangkan.Cukup terhibur. Terima Kasih Prof.DR.Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc, MBA, Mphil, MA.

Ilmu Public Speaking yang diberikan sangat bermanfaat dan bermakna semoga bermanfaat buat semua orang biar nanti kami Public kasikan lewat blog. 



NPA PGRI  : 10151001387
Email         : niakaniad@gmail.com
Blog           : https://niakaniadewi14.blogspot.com/



Rabu, 17 Februari 2021

MENGGIATKAN LITERASI DIKALANGAN GURU

 

11.MENGGIATKAN LITERASI DIKALANGAN GURU



Belajar bicara PGRI Batch 2, Public Speaking for Teacher dipertemuan ke 11 pada tanggal 9 pebuari 2021 hari selasa pukul 19.00-21.00, Learning parther Bu Kanjeng Seorang Guru  sekaligus, pengerak literasi.




Live striming.    https://www.youtube.com/watch?v=kJ5oW44DTzg

https://youtu.be/ruuyLQZYeo0

Topic: Menggiatkan Literasi di Kalangan Guru
Time: Selasa, 9 Februari 2021 pukul 19:00 WIB

Join Zoom Meeting
https://lpduk-xyz.zoom.us/j/89342379342?pwd=ZXYrZWJXcTdxQ1h5bER2NU9DKzBzQT09

Meeting ID: 893 4237 9342
Passcode: PGRI





GURU MILENEA, GURU PRODUKTIF INDONESIA


GURU MILENEA, GURU PRODUKTIF INDONESIA




Belajar bicara PGRI Batch 2, Public Speaking for Teacher dipertemuan ke 5 pada tanggal 19 Januari 2021 hari selasa pukul 19.00-21.00 Learning parthers  salamah guru SD negeri 2 Wonosobo



Guru milenea harus mampu mengkolaborasi ilmu pengetahuan ketrampilan hidup dan penguasaan teknologi informasi.  

Di sini peran seorang guru mengajarkan dan mendidik siswa siswi supaya dapat menggunakan fasilitas dengan baik dan benar. Sehingga tujuan pendidikan tercapai dengan baik. 

Menjadi seorang guru milenial harus memiliki smartphone, laptop, memiliki akun media sosial seperti (Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram, Line) dan memiliki pengetahuan tentang ICT yang baik. 

Hal tersebut harus dimiliki tujuan untuk mempermudah dan menunjukan pekerjaan guru. Misalnya guru  harus memiliki smartphone tujuannya mempermudah komunikasi antara orang tua, siswa dan guru. Laptop juga dapat menunjang, mempermudah dan dapat mempercepat pekerjaan guru, jadi guru harus mampu mengoperasikan laptop dengan baik dan benar. 

Media sosial harus dimiliki guru supaya tidak ketinggalan informasi yang terkini, dan untuk  memperbanyak relasi. 

Selain itu guru juga harus mempunyai pengetahuan dan kemampuan di bidang ICT yang baik. Guru tidak boleh gagap teknologi (gaptek) karena hal itu dapat menghambat kegiatan belajar  mengajar di kelas. 
 
Dewasa ini hampir setiap sekolah sudah memakai perangkat proyektor untuk membantu guru dalam mengajar. Hal tersebut digunakan selain mempermudah guru dalam mengajar,  proyektor juga dapat membuat pembelajaran jadi lebih menarik dan tidak monoton. Sehingga siswa akan termotivasi belajar yang lebih baik dan akhirnya dapat membantu siswa mencapai hasil belajar yang baik. 

Jika tidak mampu mengikuti diera digital ini maka gitu akan semakin tertinggal. Jadi seorang guru milenial harus belajar dan belajar untuk menguasai ICT demi tercapai ya tujuan pendidikan yang seutuhnya. Mau tidak mau atau suka tidak suka zaman di eta digital ini harus kita laksanakan dan tidak akan bisa kita hindari. Karena dewasa ini siswa kita sudah mulai pandai dan pawai dalam menggunakan teknologi terutama dalam menggunakan smartphone. 

Untuk menghadapi perkembangan zaman era digital gru dan pelaku pendidikan lain. Harus mampu menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan yang ada. 

Guru berkewajiban menerapkan literasi teknologi informasi dan komunikasi kepada peserta didik ya agar tidak gagapdan tidak tertinggal. 

Guru kreaktif  dibutuhkan dalan menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, nyaman dan menyenangkan. 

Guru atau pendidik yang kreaktif akan selalu menciptakan ide dalan merancang sistem pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran yang beda beda, sehingga tujuan belajar peserta didik mampu tercapai dengan baik, proses pembelajaran yang diterapkan akan mempengaruhi keberhasilan tujuan pembelajaran. 

Guru kraktif dengan penguasaan literasi ICT, akan mampu memberikan bekal keterampilan kepada peserta didik diantaranya :

Complex Problem solving Kemampuan menyelesaikan permasalahan secara sistematis heiatu kemampuan yang secara identifikasi, melihat   solusi dan mengevaluasi. 

Critical thinking kemampuan berpikir kritis 

Creativity menetukan suatu yang unik untuk. Menilai tentang manfaat  kehidupan bermasyrakat 

Emotion intelligence kemampuan. Mengontrol emosional, menerima emosi diri dan mampu menilai terhadap orang lain. 

Judgement and decision making menarik keputusan atau kesimpulan dalam kondisi apa pun. 

Menjadi seorang guru bukanlah profesi yang mudah. Totalitas dan komitmen yang besar dalam mengajar serta dibutuhkan kesabaran dan keuletan menjadi modal utama agar terciptanya peserta didik  yang cerdas dalam  pengetahuan, memiliki moral dan etika yabg baik untuk menyimpan masa depan. 

Ada  yang perlu menjadi perhatian bersama di Dunia pendidik kita sekarang. Guru lebih mempriotaskan ataskan jenjang karirnya dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah,  hal ini dikhawatirkan bisa membuat guru lupa , biasa membuat  guru lupa dengagn tugas awalnya, yaitu mendidik siswa dan murid. 


Cara Agar Guru Bisa Lebih Produktif
  1. Membaca Buku dan Menulis. ...
  2. Memberikan Les Bimbel Maupun Les Privat. ...
  3. Melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ...
  4. Rajin Mengikuti Pelatihan maupun Seminar Kependidikan. ...
  5. Bisnis atau Jualan Kecil-kecilan. ...
  6. Berkebun Hidroponik. ...
  7. Membuat Karya dari Barang Tak Terpakai. ...
  8. Aktif Melakukan Social Project.

Karena sejatinya, seorang guru haruslah mau untuk meng-upgrade diri dan menambah wawasannya agar ia tak ketinggalan ilmu-ilmu bermanfaat yang bisa dibagikan untuk peserta didik di kelas.


Itulah beberapa contoh kegiatan produktif yang bisa dilakukan guru selain mengajar di sekolah. Tentu masih banyak lagi kegiatan-kegiatan produktif yang bisa dilakukan. Manfaatkanlah waktu teman-teman pendidik dengan sangat baik, jangan sampai memiliki banyak waktu luang menyebabkan ketidak produktifan diri sendiri. Semoga bermanfaat 



NPA PGRI  : 10151001387
Email         : niakaniad@gmail.com
Blog          : https://niakaniadewi14.blogspot.com/



Menulis Autobiografi

  Menulis Autobiografi Alhamdulilah  jumat berkah untuk mengikuti Pelatihan Belajar menulis di PGRI yang mana pertemuan kali ini  di bawakan...