Rabu, 28 April 2021

ELEMEN UNTUK MELIBATKAN MURID

ELEMEN UNTUK MELIBATKAN MURID 


Guru seperti apa yang tidak ingin muridnya terlibat dalam pembelajaran? Harusnya tidak ada. Yang ada: bagaimana supaya murid terlibat?

Keterlibatan murid dalam pembelajaran terjadi dalam perilaku, emosional, dan kognitif. Jadi, sangat mudah dipahami bahwa keterlibatan murid tergambar dalam  perilaku yang baik, perasaan positif dan, pemikiran. 

Mempertimbangkan elemen-elemen yang saling terkait ketika merancang dan melaksanakan pembelajaran dapat membantu meningkatkan keterlibatan murid sehingga secara positif memengaruhi pembelajaran dan dampaknya. 

Apa sajakah elemen itu?

1. Membuat semuanya bermakna

Supaya terlibat penuh, penting bagi murid untuk yakin bahwa aktivitas belajar yang akan dan sedang dilakukan adalah sesuatu yang bermakna. Jika murid menganggap kegiatan belajar tidak layak dengan waktu dan usaha dikeluarkan, mereka mungkin tidak terlibat secara memuaskan, bahkan melepaskan diri sepenuhnya (asal-asalan, tidak peduli). 

Untuk memastikan bahwa kegiatan belajar bermakna secara pribadi, guru dapat menghubungkannya dengan pengalaman dan pengetahuan murid sebelumnya, serta menggarisbawahi  manfaat  kegiatan yang relevan. Praktisi atau ahli dapat membantu memahamkan mengapa kegiatan itu layak dilakukan, serta kapan dan bagaimana aktivitas tersebut digunakan dalam kehidupan nyata. 

2. Mendorong pencapaian kompetensi

Kompetensi dapat menunjukkan kemungkinan murid berhasil dalam suatu kegiatan belajar atau tantangan. Ketika terlihat bahwa peluang mencapai keberhasilan ada, murid perlu membuat rencana agar dapat melakukan aktivitas secara efektif. Ini dapat berdampak positif pada keterlibatan selanjutnya. 

3. Memberikan dukungan 

Dukungan merupakan alat kontrol murid atas perilaku dan tujuan mereka. Ketika guru melepaskan kendali (tanpa kehilangan kekuasaan), daripada menguatkan kepatuhan dengan arahan dan perintah, tingkat keterlibatan murid cenderung meningkat.

4. Menerapkan pembelajaran kolaboratif

Ketika murid bekerja secara efektif dengan orang lain, keterlibatan mereka akan semakin kuat karena merasa terhubung dengan orang lain.

Untuk membuat kerja kelompok lebih produktif, murid harus tahu bagaimana berkomunikasi dan berperilaku. Guru menunjukkan bagaimana kolaborasi dilakukan, menghindari kelompok yang homogen dan pengelompokan berdasarkan kemampuan, mendorong tanggun jawab individu dengan memberikan peran yang berbeda, serta mengevaluasi kinerja individu dan kelompok.

5. Membangun hubungan positif

Hubungan yang berkualitas adalah faktor penting dalam menentukan keterlibatan murid. Ketika mempunyai hubungan yang dekat dengan guru dan mendapat perhatian, murid terpenuhi kebutuhan perkembangan mereka dalam hubungan dengan orang lain dan rasa memiliki. 

Hubungan guru-murid dapat difasilitasi dengan

• peduli terhadap kebutuhan sosial dan emosional murid,

• menunjukkan sikap dan antusiasme yang positif,

• meningkatkan quality time dengan murid,

• memperlakukan murid secara adil, dan

• menghindari penipuan atau pengingkaran janji.

6.Orientasi kepada penguasaan (kemampuan)


Perspektif aktivitas belajar murid juga menentukan tingkat keterlibatan mereka. Ketika melakukan kegiatan belajar karena ingin memahami (orientasi penguasaan) −bukan hanya memperoleh nilai yang baik, terlihat pintar, menyenangkan orang tua, atau mengungguli teman− keterlibatan murid akan lebih penuh dan total. 

Untuk mendorong pola pikir orientasi penguasaan ini, guru dapat mendefinisikan dan menyosialisasikan bahwa  keberhasilan dalam hal pembelajaran ditentukan oleh ketercapaian referensi kriteria, bukan perolehan nilai.  Guru juga dapat memberi penekanan pada kemajuan individu dengan mengurangi perbandingan sosial dan mengakui peningkatan dan upaya siswa.

MENGEMBANGKAN INOVASI


MENGEMBANGKAN INOVASI 



Pembeda orang yang banyak ide dengan orang yang susah dapat ide bukan pada potensinya.  Yang membuat jadi berbeda adalah kepercayaan pada diri sendiri, percaya bahwa mereka mempunyai ide-ide bagus. Ini berhubungan dengan bagaimana mereka memandang diri sendiri.

Guru, sebagai pemimpin pembelajaran, mempunyai peran membantu murid mempunyai pandangan yang baik terhadap dirinya sendiri. Guru memberikan inspirasi dan mengembangkan rasa percaya diri murid. 

Selain itu, guru perlu membuat lingkungan yang inspiratif dan  membebaskan. Dengan demikian, muncul citra diri positif dalam pandangan murid.

Lingkungan seperti apakah itu? Bila ingin murid-murid mempunyai citra diri yang positif, yang diperlukan adalah lingkungan yang ramah, terbuka, penuh dukungan, tidak kaku, dan inklusif. Satu lagi: harus menyenangkan. 

Dalam lingkungan seperti itulah ide-ide, yang merupakan benih inovasi, bermekaran. Kelas (sekolah) menjadi taman ide yang menghasilkan bunga dan buah inovasi.

Apa yang harus dibangun supaya benih ide berkembang menjadi inovasi?

1. Komunitas

Ubahlah kelas menjadi ruang yang terbuka, bukan terbatas.  Pembelajaran bisa menembus batas ruang.  Murid-murid butuh dikenalkan sebagai warga masyarakat global.

2. Kreativitas

Sediakan bahan dan kesempatan bagi murid untuk membangun, mencipta, melakukan eksperimen, dan menemukan. Jangan batasi, berikan ruang yang luas.

3. Pemikiran Kritis

Seringlah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memantik murid berpikir, bukan sekadar mengingat. 

4. Komunikasi

Akan sangat bagus bila komunikasi dilakukan secara jelas, singkat, dan konsisten.  Yang paling penting adalah lengkap dan dipahami maksudnya. 

5. Kolaborasi

Jangan mengisolasi diri. Guru perlu menjalin relasi dengan guru-guru yang lain, saling berbagi dan belajar.  Kolaborasi adalah sebuah keniscayaan.

Lingkungan inovatif itu diciptakan, tidak hadir begitu saja. Kelas (sekolah) yang inovatif pasti selalu dirindukan.

Selasa, 27 April 2021

TEHNIK MEMASARKAN BUKU

 TEHNIK MEMASARKAN BUKU 



https://youtu.be/5T510daKi6I


Seperti pada flyer/poster, tema belajar siang ini adalah “Teknik Memasarkan Buku”. .cara baru memasarkan buku Untuk bisa memasarkan buku yang bermutu, maka kita harus belajar bagaimana menulis dan menerbitkan buku. 

Intinya adalah bagaimana teknik memasarkan buku yang jitu dan banyak dibeli oleh pembaca.

Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Kita akan menemukan buku itu bagus setelah membaca isinya. Biasanya diiringi dulu dengan iklan atau promosi agar buku yang diterbitkan layak untuk dimiliki.

Dimulainya dengan mencari editor yang mampu membuat buku yang saya terbitkan menjadi enak dibaca. Semua buku yang saya cetak di penerbit indie selalu ada editornya dan saya tak pernah merangkap menjadi seorang penulis sekaligus editornya. Itulah mengapa isi buku yang saya terbitkan selalu laku di pasaran. Sebab sudah diedit secara profesional oleh para editor yang memang menguasai di bidangnya.

Berbeda bila kita menerbitkan buku di penerbit mayor atau penerbit besar. Semua buku ada editornya sehingga terseleksi dengan baik dan layak untuk dijual atau dipasarkan ke seluruh Indonesia. Bahkan ke manca negara bila bagian marketing nya sudah sampai ke berbagai negara di dunia.

Teknik memasarkan buku ada beberapa cara. Kita bisa mencari informasinya di Mbah Google.com. Tinggal ketik saja, maka anda akan dapatkan segudang informasinya.

Cara yang paling banyak dipakai untuk memasarkan buku adalah menggunakan media digital dan media sosial. Banyak sekali iklan buku baru bertebaran di internet. Ada yang lalu dan ada juga yang kurang laku.

Untuk itu menggunakan YouTube dan Instagram untuk memasarkan buku buku terbaru .

https://images.app.goo.gl/THVqdAsuuSCu1NcbA

https://www.instagram.com/p/CNXWqssAttR/?igshid=1gmk3cpnwsco6

Untuk promosi buku lebih baik mengunakan  di Instagram. 

Contoh :untuk memasarkan produk Al Qur'an yang sangat bagus sekali kertas dan tampilannya. Caranya beriklan sangat cool dan lebih kepada story' telling

Beda dengan saya ketika beriklan di http://YouTube.com/wijayalabs. 

Lebih natural dan apa adanya. 


https://youtu.be/802VAoI6Tvo ini iklan untuk buku menuju pribadi unggul. 

https://wijayalabs.com/sinopsis-kata-pengantar-buku-terbaru-omjay-guru-tangguh-berhati-cahaya/

Blog sebagai media digital untuk memasarkan buku buku yang saya tulis dan terbitkan.

Semua itu membuat buku buku saya banyak dipesan dan dibeli orang banyak dari seluruh Indonesia. Bahkan ada juga yang pesan bukunya dari Malaysia, Singapura dan Brunei

Inti dari memasarkan buku adalah adanya kolaborasi. Kita harus bekerjasama dengan orang lain agar buku yang diterbitkan laku di pasaran. Untuk penerbit besar, biasanya mereka memiliki tenaga pemasaran yang banyak. Sehingga serangan darat, laut dan udara dapat dengan mudah mereka kuasai. Walaupun saat ini jumlah pemasaran bukunya agak berkurang akibat pandemi covid19

Bagi kita para penulis pemula tentu saja ingin bukunya laku dan dibeli oleh banyak orang. Oleh karena itu, kolaborasi adalah kunci agar buku kita bisa dipasarkan di belantara dunia Maya yang selalu non stop 24 jam.

Saya menggunakan media sosial untuk memasarkan buku buku yang saya tuliskan dan bekerjasama dengan kawan kawan lainnya dalam memasarkan buku. Setiap buku akan menemui takdirnya. Namun itu semua harus diiringi dengan usaha yang terus menerus dan tidak mudah putus asa

Berkali kita gagal lekas bangkit dan cari akal. Berkali kita jatuh lekas berdiri dan jangan mengeluh. Itulah yang saya lakukan ketika mengalami beberapa kali gagal dalam memasarkan buku terbaru saya. Pada akhirnya saya menemukan hal hal baru yang membuat saya mencari momentum untuk menerbitkan buku terbaru saya.

Saya belajar dari almarhum Hernowo Hasim. Beliau sangat produktif sekali menulis. Namun dari ratusan bukunya, hanya sedikit yang menjadi buku best seller. Salah satunya adalah *andaikan buku sepotong pizza*.

https://mizanstore.com/

https://www.andipublisher.com/

Harus diakui, buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor lebih banyak pembelinya. Mereka selain punya tenaga pemasaran yang berpengalaman, juga memiliki media sosial yang bagus. Wajar saja bila buku buku yang diterbitkan selalu banyak pembacanya

Salah satu Penerbit buku mayor yang selalu melakukan inovasi adalah penerbit Andi Yogyakarta. Saya banyak belajar dari pengalaman para pengelola penerbit ini.

Hal yang saya suka dari penerbit Andi Yogyakarta adalah seringnya melakukan acara webinar dan bersertifikat. Anda bisa belajar dari Chanel youtubenya di tv Andi

Buku kawan kawan belajar menulis PGRI banyak dipasarkan dengan cara ini. Itulah mengapa kolaborasi itu penting agar buku yang diterbitkan laku dipasaran. Kita sebagai penulis jangan juga hanya diam saja. Penulis harus ikut memasarkan bukunya. Dengan begitu bukunya akan laku dan banyak dibeli orang banyak.

https://youtu.be/F9sAf8Nwl5Y

Bagi saya yang sudah menikmati royalty buku dari penerbit mayor maupun penerbit indie, saya akan selalu melakukan inovasi. Sebab inovasi yang tiada henti akan membuat buku buku yang kita tuliskan sampai ke tangan pembaca.

Kalau sudah seperti itu, jangan kaget bila anda menerima royalty buku sampai ratusan juta rupiah karena adanya kolaborasi.

Bagi yang menikmati royalty buku dari penerbit mayor maupun penerbit indie, akan selalu melakukan inovasi. Sebab inovasi yang tiada henti akan membuat buku buku yang dituliskan sampai ke tangan pembaca.

Jangan lupa silahturahmi. Sebab silahturahmi atau silahturahim juga sangat membantu kita dalam memasarkan buku. Pada akhirnya teknik memasarkan buku akan kita temui dari adanya silahturahmi ini. Kekuatan silahturahmi ini dahsyat. Akan banyak rezeki yang akan mengikutinya.

 P1

Assalamualaikum perkenalkan saya Umi Agus Farida dari Marabahan Batola provinsi Kalimantan Selatan

Maaf tanya pak, untuk pemula membuat antologi tentunya ingin sendirian membuat buku. Nah untuk mempersingkat waktu bisakah antologi2 dijadikan satu buku. Kemudian dalam satu buku itu apa boleh beragam tema. Bagaimana memasarkan buku ditingkat desa, kecamatan, atau kabupaten yang masih terisoler 

Jawab

Walaikum salam ibu umi. Silahkan saja Bu. Tapi memang perlu kerja keras untuk membuat buku antologi karena kita menyambungkan pikiran untuk para penulisnya. Peran kurator sangat penting. Untuk memasarkan buku di daerah 3T harus mengunakan jalan darat. Itulah mengapa kita harus menguatkan tali silaturahmi

P2

Assalamualaikum

Saya Eka Wiyati dari Lampung Timur

Sungguh materi yang menggiurkan. Namun jujur bagi saya ilmu marketing benar-benar ilmu yg paling sulit.

Pertanyaan saya,

1. Bagaimana kita menghadapi teman yang maaf maunya geratis. Mau buku kita tetapi geratis.

2. Bagaimana trik mencari teman untuk berkolaborasi memasarkan buku kita., 

Wassalamualaikum.Trmksh

 N

1. Untuk promosi tidak apa apa. Saya biasa memberikan buku gratis sebagai investasi kita membangun personal branding. Namun demikian buku yg kita berikan gratis biasanya jarang dibaca. Itulah mengapa saya lebih suka menjual buku dan tidak memberikan secara gratis. Kecuali saya sudah mendapat untung dari penjualan buku.

2. Saya memulainya dengan menjadi teman yang baik dulu. Kemudian saya membangun supertim. Kita tak bisa menjadi org hebat sendirian. Itulah mengapa kita harus berkolaborasi. Mulailah dari kita dulu untuk menjadi teman dan sahabat yang baik. 

P3

Assalamu'alaikum Izin bertanya apakah penentuan harga dapat digunakan sebagai

 media untuk memasarkan buku?

Ibu Farida yang hebat. Kita sendiri bisa menentukan harga buku. Biasanya saya ambil 100 persen. Misal harga cetak buku 35.000 maka saya jual 70.000 itulah cara saya agar penulis juga sejahtera dan dapat menikmati hasilnya sebagai seorang penulis profesional

 N

Ibu Maesaroh yang baik hatinya. Untuk bisa menjadi orang yang Percaya diri itu perlu proses. Itulah mengapa kita perlu berkolaborasi. Saya sendiri awalnya seperti itu. Perlu waktu 15 tahun untuk membangun personal branding. Tidak ada yang instan. Nikmati prosesnya dan kita akan menemukan kepercayaan diri seiring dengan seringnya kita berinteraksi dengan sesama penulis. Saya banyak belajar dari kawan kawan penulis lainnya.

P4

Assalamualaikum Pak Sucipto

Saya Maesaroh dari Lebak ingin bertanya dari paparan yang beliau simak ternyata memasarkan buku itu begitu mudah sekali dengan menggunakan media sosial. Namun bagi penulis pemula bagi saya, rasanya belum memiliki kepercayaan diri  dalam marketing buku. Bagaimana cara menumbuhkan kepercayaan diri itu? Mungkin ketika Om Jay yang memasarkan buku, para peminat bisa langsung tertarik, beda halnya apabila terjadi pada penulis pemula yang belum memiliki personal branding.

Ibu Maesaroh yang baik hatinya. Untuk bisa menjadi orang yang Percaya diri itu perlu proses. Itulah mengapa kita perlu berkolaborasi. Saya sendiri awalnya seperti itu. Perlu waktu 15 tahun untuk membangun personal branding. Tidak ada yang instan. Nikmati prosesnya dan kita akan menemukan kepercayaan diri seiring dengan seringnya kita berinteraksi dengan sesama penulis. Saya banyak belajar dari kawan kawan penulis lainnya. 

P5

Nuryatin lamongan

Agar buku layak baca...bermutu dan terbit...harus ada editor.

Bagaimana cara mencari ( memohon ) agar orang tsb mau jadi editor buku kita ?

Apakah ada uang jasa untuk editor ? 

Dulu saya mengeluarkan uang sampai jutaan rupiah untuk mendapatkan seorang editor terbaik. Tapi hasilnya dahsyat. Buku buku saya laris di pasaran. Jadi investasi yang kita tanamkan akan berbuah manis bila kita yakin bahwa buku yang ditulis akan menemui takdirnya. Saya selalu yakin bahwa seorang editor yang baik akan membantu penulisnya agar buku yang dituliskan menjadi lebih bermutu dan semakin berkualitas.

Saya belajar dari kisah Andrea Hirata. Sewaktu dia menulis buku laskar pelangi. Sangat garing sekali. Berkat tangan dingin seorang editor, buka laskar pelangi laku keraa dan menjadi buku best seller di negeri ini. Bahkan kemudian difilmkan. Jadi kalau kita ingin bukunya semakin bagus, jangan lupakan jasa seorang editor.

N

P6

Nama : Agung Pramono

Alamat : Tangerang Selatan

Pertanyaannya : Bagaimana meyakinkan diri sendiri saat akan mencetak buku, sehingga buku yang dicetak akan terjual semua

Jawab

Kita harus yakin bahwa buku yang dicetak akan menemui takdirnya. Oleh karena itu kita harus berusaha dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas sampai tuntas. Itulah mengapa buku yang saya cetak laku terjual. 

Bila masih belum terjual, kita tunggu moment yang tepat. Akan tiba saatnya buku itu laku.

Contoh buku blogger ternama yang diterbitkan oleh penerbit mayor. Buku tersebut baru laku keras setelah setahun buku itu terbit. Jadi nikmati prosesnya. Biasanya proses tidak akan mengkhianati hasil. Saya selalu melakukan inovasi agar buku saya laku.

N

 P7

Saya Tuti Suryati dari Subang, izinkan saya bertanya tentang bagaimana menentukan harga sebuah buku, apalagi saat promo, apakah ada ketentuan khusus? 

Jawab 

Ibu Tuti yang baik hatinya. Saya biasanya belajar dari kawan kawan untuk menentukan harga buku. Tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah. Kalau kita punya dana besar, sebaiknya mencetak dalam jumlah besar. Sebab harganya akan semakin murah. Semakin banyak kita menjual buku maka akan semakin banyak keuntungan yang diperoleh. Itulah prinsip ekonomi yang saya pegang.

N

P8

Saya  Syafrina dari Padang.

Terimakasih atas paparan materi siang ini..

Memang buku saya sudah menumpuk dalam lemari dan banyak yang belum terjual.

Saya akan coba terapkan cara cara tadi..

Bisakah om mencarikan editor untuk buku resume gel 18 yang sedang saya rilis ini.agar buku saya best seller ?

Terimakasih

Ibu Safrina yang luar biasa.

Buku yang belum terjual jangan cuma disimpan. Pasarkan melalui media sosial. Gunakan kekuatan tali silaturahmi. Dengan begitu satu demi satu bukunya akan laku.

Untuk mencari editor bisa menghubungi pak Mukminin dan Bu Kanjeng. Mereka pakar di bidangnya. Silahkan hubungi mereka.

P13

Assalamualaikum 

Hadijah dari Makassar

Selama ini saya pikir untuk hak penjualan buku itu ada di penerbit. Ternyata malah kita sendiri, penulis bisa/harus memasarkan buku. 

Izin bertanya, 

Klo dari penerbit awal buku yang kita cetak sedikit, untuk cetak berikut nya apakah bisa pindah ke pencetak lain tidak lagi di penerbit awal.?

Dan nanti pemasarannya, harga buku itu penuliskah yang tetap kan?

Untuk menjual buku kita, sebagai penulis kita harus ikut pro aktif menjualnya. Sekelas penulis Ahmad Fuadi saja, beliau tidak malu memasarkan buku negeri 5 menara yang akhirnya difilmkan.

Kalau penerbit mayor biasanya ada kontrak perjanjian kerjasama antara penerbit dan penulis sebelum buku tersebut diterbitkan.

Kalau di penerbit indie, kita bisa mencetak bukunya di mana saja. Sebab hak cetak ada pada kita. Jadi kita bisa pindah tempat cetak yag lebih murah dan berkualitas kertasnya

Pesan kepada bapak ibu para penulis pemula. Belilah buku buku yang  tuliskan. Sebab semua ilmunya ada di sana. Jangan pelit beli buku. Sebab buku adalah investasi yang paling berharga dari seorang penulis

Rabu, 21 April 2021

ETIKA BERMEDIA DIGITAL

 


Mengapa Harus Etis?

Perkembangan komunikasi digital memiliki karakteristik komunikasi global yang melintasi batas-batas geografis dan batas-batas budaya. Sementara setiap batas geografis dan budaya juga memiliki batasan etika yang berbeda. Setiap negara, bahkan daerah memiliki etika sendiri, begitu pula setiap generasi memiliki etika sendiri. Misalnya saja soal privasi. 

Masyarakat kolektif seperti masyarakat Indonesia merasa tidak masalah bercerita tentang penyakit yang diderita di media sosial, atau menunjukkan kehangatan suatu hubungan di media sosial, tetapi belum tentu itu dirasakan nyaman oleh masyarakat individualistik. Para orang tua bisa saja merasa biasa bahkan bangga bercerita tentang anak-anaknya, namun belum tentu anak-anaknya nyaman dengan kisah yang diceritakan oleh orang tuanya di media sosial. Begitu juga interaksi digital antar gender, dan antar golongan sosial lainnya. 

Semua akan memunculkan persoalan-persoalan etika. Artinya dalam ruang digital kita akan berinteraksi, dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural tersebut, sehingga sangat mungkin pertemuan secara global tersebut akan menciptakan standar baru tentang etika.

Literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi. Kompetensi pada dunia digital terbagi menjadi empat area kompetensi yang terdiri dari Digital Skills, Digital Culture, Digital Ethics dan Digital Safety. Digital Skills adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital. Digital Culture merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Digital Ethics adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari. Digital Safety merupakan kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam beraktivitas di internet, terdapat etika dan etiket yang perlu diikuti oleh pengguna. Keduanya wajib dipahami, ditaati, dan dilaksanakan oleh pengguna selama mengakses layanan internet. 

Etika didefinisikan sebagai sistem nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. 

Berbeda dengan etiket yang didefinisikan sebagai tata cara individu berinteraksi dengan individu lain atau dalam masyarakat. Jadi, etiket berlaku jika individu berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain. Sementara etika berlaku meskipun individu sendirian. Hal lain yang membedakan etika dan etiket ialah bentuknya, etika pasti tertulis, misal kode etik Jurnalistik, sedangkan etiket tidak tertulis (konvensi).

Sama seperti halnya sebuah komunitas, forum digital juga mempunyai aturan dan tata tertib tertentu, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas internet.

Di dunia digital kita juga mengenal etiket berinternet atau yang lebih dikenal dengan Netiket (Network Etiquette) yaitu tata krama dalam menggunakan Internet. Hal paling mendasar dari netiket adalah kita harus selalu menyadari bahwa kita berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain, bukan sekedar dengan deretan karakter huruf di layar monitor, namun dengan karakter manusia sesungguhnya. Untuk seterusnya, tulisan ini hanya berfokus pada etiket berinternet. Seperti yang kita ketahui tantangan dalam penerapan netiket sangatlah besar, karena etiket lebih erat kaitannya dengan kepribadian kita masing-masing, jadi tidak semua pengguna internet mentaati aturan tersebut. 

Namun sebenarnya, netiket bukanlah hal yang kompleks, asalkan logika dan common sense kita berjalan lancar, kita tidak akan kesulitan menerapkannya karena netiket berasal dari hal yang umum dan biasa yang layaknya kita lakukan dalam kehidupan bermasyarakat. Netiket ini juga erat kaitannya dengan penguasaan soft skill literasi digital yang merupakan bagian dari pengembangan diri yang harus kita miliki. Literasi digital adalah sebuah konsep yang mengarah pada mediasi antara Etika Berinternet

 1. Jangan menggunakan huruf besar/ kapital.

 2. Apabila mengutip dari internet, kutiplah seperlunya 

3. Memperlakukan email sebagai pesan pribadi 

4. Berhati-hati dalam melanjutkan email ke orang lain 

5. Biasakan menggunakan format plain text dan jangan sembarangan menggunakan Html.

 6. Jangan kirim file berukuran besar melalui attachment tanpa izin terlebih dahulu dari penerima pesan Etiket Berinternet:

1. Menulis email dengan ejaan yang benar dan kalimat sopan

2. Tidak menggunakan huruf kapital semua 3. Membiasakan menuliskan subject email untuk mempermudah penerima pesan; 

4. Menggunakan BCC (Blind Carbon Copy) bukannya CC (Carbon Copy) untuk menghindari tersebarnya email milik orang lain 

5. Tidak mengirim email berupa spam, surat berantai, surat promosi dan surat lainnya yang tidak berhubungan dengan mailing list 6. Menghargai hak cipta orang lain 

7. Menghargai privasi orang lain

 8. Jangan menggunakan kata-kata jorok dan vulgar.

20 teknologi dengan khalayak atau user untuk mempraktekkan teknologi digital secara produktif. 

Pengguna media digital memiliki kemampuan untuk menciptakan dan memberlakukan aturan dan tata krama di internet (netiket), panduan tentang sikap yang sesuai atau yang melanggar netiket, pengetahuan dan pengalaman berinteraksi dan bertransaksi di dunia digital, serta pengetahuan melakukan evaluasi etika digital.

Kompetensi memverifikasi merupakan salah satu skill yang juga harus kita miliki karena berkaitan dengan kejelasan dan kebenaran dari sebuah informasi agar terhindar dari luapan informasi di media digital. 

Dengan melakukan tabayyun (jelas) maka kita terhindar dari kesalahan dalam mengambil keputusan. Caranya adalah dengan melakukan Cek dan Ricek.

Kalau informasi yang kita baca bernada ujaran kebencian dan tidak etis kita bisa langsung mencurigai berita tersebut. Teliti terlebih dahulu siapa yang menyampaikan informasi dengan cara mengecek sumber beritanya di Google News. 

Kita bisa memeriksa apakah informasi tersebut diberitakan oleh media yang dapat dipercaya, apabila tidak dapat divalidasi oleh sumber resmi yang lain, kemungkinan besar berita itu palsu. Kemudian cek apakah gambar sesuai dengan konteks di Google Images. Kita bisa menelusuri gambar yang kita dapat melalui Google Images. 

Gambar tersebut akan dicari di database untuk melihat apakah sudah pernah muncul di internet, kapan beredarnya, konteks kemunculannya, dan apakah gambar itu diselewengkan dari tujuan aslinya. Selanjutnya verifikasi topik pesan lewat Fact Check Tools. 

Kalau kita curiga tentang keabsahan sebuah topik, gunakan Fact Check Explorer, di sini kita bisa menelusuri dan memverifikasi topik tertentu yang kita curigai. Telusuri referensi artikelnya. Berita palsu memakai judul yang sensasional dan terkadang tidak etis untuk menarik perhatian pembaca. Tapi kalau kita teliti seringkali detailnya informasi di dalamnya tidak konsisten dengan judulnya. 

Lalu yang terakhir perhatikan URL nya karena terdapat beberapa situs yang mirip dengan nama sebuah web, atau alamatnya mirip dengan media mainstream padahal sama sekali tidak ada hubungan diantara keduanya.

Konten negatif yang membarengi perkembangan dunia digital tentu menyasar para pengguna internet, termasuk di Indonesia. Konten negatif atau konten ilegal di dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah melalui UU Nomor 19 Tahun 2016 (UU ITE)dijelaskan sebagai informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman, penyebaran berita bohong dan menyesatkan sehingga mengakibatkan kerugian pengguna. Selain itu, konten negatif juga diartikan sebagai substansi yang mengarah pada penyebaran kebencian atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan. 

Konten negatif muncul karena motivasi-motivasi pembuatnya yang memiliki kepentingan ekonomi (mencari uang), politik (menjatuhkan kelompok politik tertentu), mencari kambing hitam, dan memecah belah masyarakat (berkaitan suku agama ras dan antargolongan/SARA).


Salah satu konten negatif yang mendapat perhatian adalah hoaks. Hoaks, sebuah kata yang tidak asing lagi bagi kita. Kata ini sangat populer belakangan ini di Indonesia. Berbagai peristiwa besar sering diiringi oleh kemunculan hoaks, misalnya seperti peristiwa politik, bencana alam, ekonomi, sosial dan kesehatan.

Cyberbullying, kata tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai perundungan di dunia maya. Pengertiannya, tindakan agresif dari seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah (secara fisik maupun mental), dengan menggunakan media digital. Tindakan ini bisa dilakukan terus menerus oleh yang bersangkutan (UNICEF, n.d.). Korbannya bisa mengalami depresi mental. Bentuk perundungan ini dapat berupa doxing (membagikan data personal seseorang ke dunia maya); cyberstalking (mengintip dan memata-matai seseorang di dunia maya); dan revenge porn (membalas dendam melalui penyebaran foto/video intim/vulgar 47 seseorang. Selain balas dendam, perundungan ini juga untuk memeras korban). Perundungan ini bisa memunculkan rasa takut si korban, bahkan dapat terjadi kekerasan fisik di dunia nyata/offline.

Pengertian ujaran kebencian atau hate speech adalah ungkapan atau ekspresi yang menganjurkan ajakan untuk mendiskreditkan, menyakiti seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan membangkitkan permusuhan, kekerasan, dan diskriminasi kepada orang atau kelompok tersebut

Dari beberapa kejahatan internet diatas, tentu kita harus mencegahnya. 

Kita melakukan cross check untuk menguji kebenaran suatu informasi. Langkah verifikasi akan mengurangi resiko menjadi korban dari konten negatif. Kita menguji kebenarannya dengan mencari informasi dari sumber-sumber lain yang kredibel. Sumber yang kredibel adalah yang memiliki rekam jejak yang baik, memiliki keahlian di bidangnya, dan kita ketahui tidak memiliki bias kepentingan. 

Kompetensi ini sebenarnya menunjukkan bahwa kita adalah pemain aktif dalam mengelola informasi.

Kita tidak mau menelan mentah-mentah berbagai informasi yang kita peroleh. 

Upaya verifikasi ini dilakukan karena secara mendasar ada dorongan dari diri kita sendiri untuk mengkonsumsi informasi yang benar dan memberi manfaat bagi kita, bukan informasi bohong, penipuan, mengandung unsur kejahatan, atau menjebak kita.

Proses interaksi yang terjadi di media sosial ini merupakan bagian dari komunikasi sosial, bahkan semakin kompleks dan dapat menimbulkan masalah jika tidak dikelola dengan baik. Permasalahan yang biasanya muncul terkait dengan privasi, hak cipta karya, pornografi, kekerasan online, dan isu etika lainnya. Misalnya, penggunaan foto unggahan dari pihak lain tanpa izin atau pengutipan yang tidak layak, opini yang merugikan, penyebaran video porno, dll. 

Khususnya yang saat ini sedang menjadi permasalahan utama di dunia internet Indonesia adalah terkait pembuatan dan penyebaran berita palsu atau hoaks. Interaksi merupakan proses komunikasi dua arah antar pengguna terkait mendiskusikan ide, topik, dan isu dalam ruang digital. Pada media digital, interaksi bersifat sosial. Hasil yang diharapkan adalah interaksi yang sehat dan menghangatkan seperti menjalin relasi atau 64 pertemanan pada umumnya.

Partisipasi merupakan proses terlibat aktif dalam berbagi data dan informasi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Sedangkan, kolaborasi merupakan proses kerjasama antar pengguna untuk memecahkan masalah bersama. Kompetensi ini mengajak peserta untuk berinisiatif dan mendistribusikan informasi yang jujur, akurat, dan etis dengan bekerja sama dengan kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Sementara internet dan digital adalah ruang yang sangat luas. Manusia yang ada di dalamnya juga berasal dari berbagai kepentingan, dan kemampuan. Keragaman tersebut berpotensi menciptakan kekacauan psikologis dan sosial. Etika hadir sebagai seorang bijak yang mengingatkan kembali hakikat teknologi sebagai anugerah bagi manusia. 

Teknologi digital mesti disyukuri sebagai anugerah oleh karenanya dia harus digunakan untuk mengangkat derajat kemanusiaan. 

Bukan sebaliknya, menghancurkan derajat kemanusiaan itu sendiri. Etika digital yang telah dibahas dalam modul ini adalah suatu rekomendasi kepada semua saja yang ingin merayakan teknologi sekaligus mengangkat derajat kemanusiaan. 

Etika digital ditawarkan sebagai pedoman menggunakan berbagai platform digital secara sadar, tanggung jawab, berintegritas, dan menjunjung nilai-nilai kebajikan antar insan dalam 116 menghadirkan diri, kemudian berinteraksi, berpartisipasi, bertransaksi, dan berkolaborasi dengan menggunakan media digital.

Dikutip dari modul Etis Bermedia Digital)



Kamis, 01 April 2021

Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing bagi Siswa dan Guru*

 Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing bagi Siswa dan Guru



Dunia Guru tantangan era abad 21 penting-nya bahasa asing dimana kah guru 

Kondisi generasi zaman Now. 

Kecanduan gawai MoEC 2018. Dimana

kahGuru?“The fourth Industri al revolution is not only changisng what we do but Also what we do but Also what we are. "(scgwab, 2016) budaya belajar yabg inovatif. 

guru yang kompeten lulusan yabg siap unjuk kerja tatangan era revolusi industri. 

Guru yang profesional dan yang terus belajar pendidikan di era revolusi. 

Industri 4.0 “ Era RI 4.0 tidak hanya mengubah Cara pandang tetapi juga perilaku seseorang. 4 (scgwab. 2016) menjadi guru tidak hanya menuntut. kualifikasi dan sertifikasi tapi uga kompetensi yang sesuai dengan tantangan pekerjaan Perubahan paradigma dalam pengembangan profesiguru. Bila kita masih mengajar seperti Cara guru kita mengajar saat kita menjadi murid mahasiswa, penguasaan materi dan kompetensi Tetap sama seperti saat awal menjadi guru maka sangat mungkin guru tidak diperlukan lagi. Kelas dan guru virtual siap menggantikan. 

Apa yang terjadi di dalam kelas, apa dan bagaimana cara guru mengajar dan memberikan  penilaian. berpengaruh pada hasil belajar dan mutu lulusan. 



Pendidikan Abad 21    

Pengetahuan

“What we know”

Karakter

“How we engage in the world”


Kecakapan

“How we use what we know”

Pendidikan

Metacognition “How we 

reflect, learn, and adapt” 

(UNESCO, 2016)

IT-based learning 

environment

Teleconferencing

Interactive multimedia

Collabo-

rative

Integrative

Creative

Active 

Mobile/portable

Digital


Perubahan Paradigma dalam Pembelajaran 

interaksi konvensional. 

  • Guru mengajar didepan kelas.
Kompetensi profesional & pedagogik

Pembelajaran Bauran (Blended Learning)
  • Internet mengambil alih sebagian besar tugas guru. 

Literasi digital

Pembelajaran mandiri

  • Siswa bebas memilih kapan, dimana, dengan si(apa), bagaimana, dan mengapa , dan apa yang akan dipelajarinya.
Karakter kompetensi sosial

Guru yang profesional


Guru yang terus Belajar dan mengembang - kan diri melalui program pengembangan profesi guru, baik yang terstruktur maupun
yang dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.


Pengembangan Karir Guru Berkelanjutan

meningkatkan mutu pembelajaran
➢menfasilitasi siswa untuk meningkatkan        era abad 21
➢meningkatkan mutu dan karir guru. 

Guru yang terus mengembangkan diri berdampak positif terhadap praktik
pengajarannya, dan hasil belajar siswa.
(Darling-Hammond, etal., 2017) 


Trend  dalam Pengembangan Profesi Guru
  1. glocalization
  2. mentoring/coaching
  3. Belajar mandiri
Untuk menjadi guru yang literasi

 lingkup literasi. 

Cara berpikir
  • Memecahkan masalah
  • Berpikir kritis
  • Mengambil keputusan
  • Kreativitas
  • Belajar bagaimana belajar

Cara bekerja

  • Berkomunikasi
  • Berkolaborasi

Alat untuk bekerja

  • Teknologi
  • Informasi
  • Komunikasi

Cara hidup

  • Kewargaan
  • Kehidupan
  • Karir
  • Tanggung jawab personal dan sosial

(Binkley, et.al., 2012) 


Mengapa Bahasa Inggris Penting?

  • sumber informasi 
  • digunakan oleh sebagian besar penduduk dunia
  • Bahasa ilmu pengetahuan
  • kebutuhan era abad 21


STRATEGI 

➢ubah pola pikir (mindset) menjadi guru          pembelajar

➢terapkan strategi belajar mandiri yang menyenangkan

➢optimalkan pemanfaatan TIK

➢aktif terlibat dalam komunitas guru pembelajaran dan guru penggerak

➢hadirkan pembelajaran yang        menyenangkan



Simpulan

➢Kemandirian belajar dalam konteks            pengembangan profesi guru sangat penting  untuk menjawab tantangan era abad 21. 

➢Belajar dan mengoptimalkan kemampuan berbahasa Inggris dikalangan guru merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membekali siswa dengan keterampilan abad 21.

➢Belajar bahasa Inggris situ mudah, bila da   kemauan untuk Belajar dan menggunakan nya. 

Manfaatkan jejaring kemitraan. English Club lintas bidang studi, lintas sekolah, bahkan dengan perguruan tinggi.


Didiklah anak anakmu sesuai dengan zamannya sungguh mereka akan menghadapi masa depan yang berbeda dengan zaman mu


Mudah mudahan blog ini bermanfaat bagi orang yang memerlukannya dan yang membacanya. Sebagai seorang pendidik harus banyak Mencari dan menggali ilmu. 



https://niakaniadewipengolahan14.blogspot.com/

https://niakaniad4.blogspot.com/

https://naikaniad7gmailcom.wordpress.com/2021/02/23/google-master-trainer-batch-1/













Minggu, 28 Maret 2021

7 TIPS MENGAJAR BAGI GURU DAN ORANG TUA DALAM SITUASI COVID-19 OLEH MENDIKBUD

 7 TIPS MENGAJAR BAGI GURU DAN ORANG TUA DALAM SITUASI COVID-19 OLEH MENDIKBUD


Halo ini mendikbud melapor dari rumah, saya hari ini ingin memberikan beberapa pikiran saya dan beberapa tips-tips  mengajar bagi pengajar guru atau orang tua dalam menghadapi kondisi situasi krisis ini di mana Banyak sekali murid murid kita sekarang belajar dari rumah dan banyak sekali guru mengajar dari rumah.

1.    JANGAN STRES

Mungkin yang terpenting jangan stres , ini adalah masa adaptasi pasti tidak mudah penuh dengan kebingungan, penuh dengan ketidakpastian. Ini normal . jangan khawatir tapi yakini bahwa cara terbaik untuk belajar hal baru adalah untuk keluar dari zona nyaman tersebut dan itu salah satu cara untuk memperbaiki diri
jadi walaupun banyak orang tua ataupun murid yang masih gaptek misalnya atau masih terintimidasi teknologi Nggak papa itu perasaan yang normal,  tapi yang penting kita setiap hari mencoba mempelajari bagaimana metode yang terbaik. Karena tidak ada suatu Jalan menemukan cara yang paling tepat. 

PENEKANAN
A. Ini apalah masa adaptasi 
B. Yakin bahawa cara terbaik untuk belajar suatu hal baru adalah dengan keluar zona nyaman. 
C. Setiap hari mencoba mempelajari metoda yang terbaik. 

2. MEMBAGI KELAS MENJADI KELOMPOK YANG LEBIH KECIL.

Untuk tips yang kedua cobalah membagi kelas menjadi kelompok yang lebih kecil. ini merupakan banyak sekali guru dan pengajar satu hal yang baru tapi disaat Kita mencoba janganlah takut bereksperimentasi dengan cara cara baru. Ini adalah kesempatan kita berinovasi. Banyak pengajar sekarang Sebatas memberi assesman saja, lalu hasilnya dievaluasi.  Ini memang wajar dalam situasi yang sulit seperti ini pasti banyak yang main aman saja berikan tugas secara tertulis dan telah diselesaikan dikoreksi dan memberikan angka, dan besoknya sama lagi.

Tapi mungkin Ada cara lain, yang mungkin lebih efektif. Tidak semua murid level kompetensi yang sama,  yang unggul di satu bidang , belum tentu unggul di bidang yang lain,  cobalah membagi kelompok belajar berdasarkan kompetensi yang sama.

Contoh kalau satu hari ada 5 jam mengajar seluruh kelas diajar dengan video call, Kenapa harus seluruh kelas diajar lewat video call. 

Kenapa 1 kelas semuanya diberikan tugas yang sama,  sebagai contoh juga 5 jam mengajar dalam satu hari itu bisa dibagi menjadi lima kelompok yang kecil masing-masing 1 jam melalui video call tapi setiap kelompok fokus kepada topik yang mungkin paling menyulitkan untuk mereka atau topik yang paling menarik bagi mereka.

PENEKANAN
A. Jangan takut bereksperimentasi dengan cara cara baru. 
B. Ini kesempatan kita berinovasi
Membagi kelompok belajar bedasarkan kompetensi yang  sama. 

3.MENCOBA PROJECT BASED LEARNING

Tips ketiga cobalah Project base learning. Belajar dari rumah bukan berarti harus belajar sendiri.  kalau kelas seperti yang sebelumnya saya bilang sudah dibagi menjadi kelompok yang lebih kecil,  para pengajar bisa memberikan group project assigmen dengan ini murid-murid itu belajar untuk bertanggung jawab dengan dalam grup yang lebih besar. 

Angka mereka terikat satu sama lain dari menciptakan suatu tantangan kolaborasi mereka terpaksa untuk bekerja sama dan ini melatih empati mereka dan juga kemampuan mereka untuk mendorong satu sama lai. Dan secara otomatis salah satu profil yang terpenting untuk para siswa yaitu asa gotong royong mereka itu terbentuk. 
 
Jadi membagi kelompok menjadi kelompok kecil ini sebenarnya membuka banyak sekali kesempatan untuk Project Based Learning yang luar biasa dan ini ya tidak akan langsung lancar – saya jamin- tapi harus mulai dicoba.  

Jangan meremehkan kemampuan anak untuk mengatur dirinya Jika mereka saling bergantung kepada murid lainnya. Pasti banyak orang tua dan guru-guru terkejut melihat level motivasi mereka yang meningkat.

PENEKANAN
A. Memberikan group project assigment
B. Menciptakan suatu tantangan kolaborasi. 
C. Melatih empati. 
D. Kemampuan siswa untuk. Mendorong satu sama lain. 
E. Membentuk asas gotong royong. 
F. Level motivasi siswa meningkat 

4.ALOKASIKAN LEBIH BANYAK WAKTU BAGI YANG TERTINGGAL.

Mungkinkah ini kesempatan memberikan focus yang lebih banyak bagi yang tertinggal di kelas, sehingga mereka lebih percaya diri saat mereka bergabung lagi dikelas saat krisis covid ini sudah berakhir. Jadi mereka dapat mengejar  dalam waktu ini.

Mungkin ini kesempatan emas untuk melibatkan orang tua untuk memahami dan membantu apatantangan anak-anak mereka yang mungkin tertinggal di kelas. Yangmungkin pembelajaran ya terganggu ataupun mereka lebih lambat disuatu Topic tertentu karena anak - anak, ada berpa anak-anak yang jelas punya bantuan Lebih banyak, ada anak anak yang mungkin lebih independen. Jadinya kenapa kita harus, kenapa semua guru dan pengajar harus membagi waktu secara raya antara semua anak. Mungkinkah ini kesempatan untuk benar benar membantu anak-anak yang lebih tertinggal, yang lebih butuh bantuan. 

PENEKANAN
A.Focus yang lebih banyak bagi yang tertinggal dikelas
B.melibatkan orang tua untuk memahami dan membantu ada tantangan anak-anak mereka. 
C. Semua guru mengajar harus membagi wajtu secara RAT untuk semua anak. 
D. Membantu anak anak yang lebih tertinggal yang dibutuhkan. 

5.FOKUS KEPADA YANG TERPENTING

kalau kita ingin mengerjakan semuanya kejar-tayang silabus aja, pasti akan sub optimal dan tidak akan efektif. Ini saatnya kita bereksperimen dengan alokasi waktu, kenapa Semua mata pelajaran harus diberikan pada waktu yang sama di metode online baru.  

mungkinkah ini kesempatan untuk mengejar konsep-konsep mendasar yang tadinya Tertinggal dari pada kejar-tayang semua topik mungkin ini kesempatan emas untuk menguatkan konsep konsep pada fundamental yang mendasari kemampuan murid murid untuk bisa sukses di mata pelajaran apapun. Contoh seperti literasi dan numerasi atau pendidikan karakter. 

PENEKANAN
A.Mengerikan semuanya pasti akan sub optimal dantidak akan efektif. 
B.menguatkan konsep konsep pada fundamental yang mendasari kemampuan kemampuan murid murid.     

6.SERING NYONTEK ANTARA GURU

Cuman setengah bercanda,  memang nyontek antara murid itu tidak boleh.  tidak bisa dilakukan yaitu tidak bisa diterima tetapi guru harus sering-sering nyontek sama guru lain. Ada banyak guru-guru berinovasi dengan metode belajar online. Sama seperi murid, ada guru yang lebih lambat adaptasi dengan teknologi.
Jangan ragu-ragu minta tolong pertolongan dari guru yang lain,jangan ragu ragu meminta contoh contoh atau Best Practice dari guru guru yang lain. Sekarang dengan vidio conferencing mudah sekali untuk nimbrung ke kelas Guru yang lain, minta izin kepada guru tersebut, boleh enggak saya mau observasi kelas anda melalui vido conferencing apa yang guru lakukan bagaimana mereka menyampaikan bahan, bagaimana mereka menggunakan fitur fitur software itu. 
Bagi guru guru yang sudah PD dengan teknologi, ajalah guru guru lain asik ke dalan Kelas virtual agar bisa melihat dan memberikan insfirasi kepada mereka. 
Ini dalaha kesempatan emas untuk para guru guru ni burung secara digital didalam virtual class noomnya sebelumnya guru guru  yang sudah lebih canggih. Itu yang saya maksud sering sering guru menyontek guru guru lain  yang lebih canggih bidang teknologi dan yang susah lebih bidang teknologi dan yang sudah berinovasi lebih jauh dan tentunya ini akan juga meningkatkan semnagt para guru karena mereka bisa melihat didalam Suatu virtual  Classroom ya, apa yang mereka lakukan berbefadari kelas yang biasa. 
 
PENEKANAN
A. Inovasi dengan metode belajar online. 
B. Jangan ragu ragu meminta pertolongan dari guru yang lain.
C.contoh Best praktive dari guru yang lain apa yang guru lakukan, bagimana mereka menyampaikan bahan, bagaimana mereka menggunakan fitur software. 
D. Kesempatan emas untuk para guru guru nimbrung secara digital dengan guru guru yang sudah lebih canggih.
E. Meningkatkan semangat para guru. 

7.HAVE FUN

Mengajar itu tidakudah, tapi siapa bilang harus membosankan dan sama sama saja. Dalam kritis ini, saatnya mencoba hal hal yang dari dulu mungkin kita masih ragu taou dalam hati kita kitw rasa ini yang terbaik untuk para murid murid, INILAH saatnya kita mendengarkan INSTING kitasrbagaibguri dan orang tua dan bukan Hanya mengikuti proses seadanya. 
Seperti murid, INILAH saatnya guru dan orqng tua berinovasi dengan melakukan banyak tanya banyak coba dan banyak karya.

PENEKANAN
A. Mengajar itu tidak mudah, tapunsiqpq hilang harus membosankan. 
B. Satnyankita mendengarkan instingnlita sebagai guru dan irang tuw, bhuka hnaya mengikuti proses seadanya. 
C. Inilah saatnya guru dan orang tua berinovasi. 
D. Banyak bertanya
E. Banyak mencoba
F. Banyak berkarya

https://youtu.be/-8nFkzq7W9o





7 TIPS DARI MAS menteri
#belajar dari rumah
#mengajar dari rumah






Sumber  
:https://www.youtube.com/watch?v=-8nFkzq7W9o diakses 03052020;12.12WIB

KURIKULUM NGUMPET

Kurikulum Ngumpet

Malam ini sabtju tanggal 27 maret 2021 masih bisa ikut webinar walau mengunakan yutube, mengunakan aplikasi Zoom Webinar APKS PGRI kebetulan sinyal tidak bersahabat. Program kurikulum Ngumpet ini untuk memperluas cakrawala guru dalam praktek baik dilapangan yang di bawakan oleh Dr Capri Anjaya. 

WEBINAR APKS PGRI LIVE ON YOUTUBE KURIKULUM NGUMPET Sabtu, 27 Maret 2021 pukul 19:00 WIB live streaming di Youtube https://youtu.be/UkXQd10lAO8

Judul Webinar  “Kurikulum Ngumpet,” yang sebenarnya seperti bedah buku yang ditulis oleh beberapa penulis itu. Topik ini menarik, karena istilah “kurikulum Ngumpet” sebenarnya terjemahan dari hidden curiculum, yang lebih mementingkan karakter siswa. Hal ini yang sering dilupakan oleh seorang guru dan Kepala Sekolah. Demi memacu ketercapaian materi kurikulum terkadang nilai karakter yang perlu diberikan siswa terlupakan.

Kurikulum ngumpet ini bisa ditulis, dan bisa tidak tertulis. Berisi banyak hal yang berdasarkan pada nilai-nilai karakter seperti religius, sosial, ekonomi, kedisipilinan , bernegara.

Kurikulum ngumpet memang tetap harus menjadi perhatian dan prioritas dalam membentuk karakter yang diinginkan. Tinggal guru bagaimana ia melaksanakan kurikulum tersebut. Salut

Intinya seorang guru diingatkan bahwa kurikulum ngumpet adalah sarana ampuh untuk mentransfer menanamkan moral.

Guru harus segera berubah bukan hanya sebagai pengajar , tetapi juga menjadi pendidik.

Pelaksanaan di sekolah sama persis dalam tahapan pembinaan karakter yaitu  prinsipnya sama untuk menerapkan kurikulum ngumpet:

  1. Diajarkan
  2. Dibiasakan
  3. Dilakukan konsisten (ada hukuman atau reward)
  4. Dibiasakan lagi sehingga menjadi karakter.

4 langkah itu dapat dipraktekan dalam pembelajaran sehari - hari misalnya dalam pembelajaran bahasa. 

Mengerjakan tugas membuat surat ijin dengan aturan menulis sendiri tidak boleh melihat karya teman. 


Jika ditemukan siswa ternyata ada yang melihat karya teman dengan maksud menyontek, maka anak tersebut harus diberikan “hukuman” dan segera diberi tahu bahwa dirinya salah. Setelah itu harus disadarai akan akibatnya serta tidak boleh diulangi. Pembelajaran seperti ini sering “tidak tertulis” dalam kurikulum. Justru hal inilah yang perlu dikerjakan seorang guru sebagai praktik mendidik, dalam rangka melaksanakan “kurikulum ngumpet.”

Di katakan sebagai guru yang berhasil adalah jika sudah mampu mendidik bukan hanya mengajar sesuai kurikulum dari pemerintah namun dengan kurikulum ngumpet kita akan sukses membentuk karakter siswa.

Diskusi malam ini penting dan mengingatkan kembali pentingnya pendidikan karakter, pendidikan moral kepada siswa setiap waktu. Bagi pembaca yang ketinggalan acara tersebut, 

Kesimpulan: 

Kurikulum ngumpet yaitu kurikulum yang tidak tertulis tapi penting sekali. Maka segera pahamilah dan lakukanlan menanamkan nilai moral. Guru harus bisa menjadi teladan moral bagi lingkungan sekelilingnya.

Menulis Autobiografi

  Menulis Autobiografi Alhamdulilah  jumat berkah untuk mengikuti Pelatihan Belajar menulis di PGRI yang mana pertemuan kali ini  di bawakan...