Rabu, 11 Agustus 2021

Menulis Buku Mayor Dalam Seminggu

 Menulis Buku Mayor Dalam Seminggu


Pada kesempatan Malam ini saya masih bisa mengikuti belajar menulis di Gelombang 20. Saat ini untuk membuka acara pelatihan belajar menulis PGRI. Pada kesempatan kali ini Omjay membuka acara  belajar menulis. 

Alhamdulillah di sini Bapak blog Indonesia memberikan salam kepada guru-guru hebat bahasanya malam ini kegiatan belajar menulis siap dan fokus dan lulus dalam kegiatan ini.dan ikatlah ilmu dengan menulis diblog. 

Sedikit cerita dari OmJay ditangtang oleh Pak Eko indrajit, Apakah bisa mengajak guru menulis buku dalam seminggu tanda tanya  agak khawatir juga, Omjay berpikir pasti bukunya tidak akan jadi dan diterima oleh penerbit Mayor. Namun kekhawatiran itu saya ternyata tidak terbukti ada beberapa guru yang Akhirnya bisa mewujudkan impiannya menerbitkan buku dalam seminggu. Malam ini kita akan dapat materi langsung dari top Eko indrajit ketua SLC C pengurus besar PGRI.  

Kepada Bambang Purwanto yang selalu di sapa Mr. Bams dipersilahkan memimpin jalannya acara kuliah online malam ini.

Mr Bams sebagai Moderator Beliau adalah guru TIK di SMP Taruna Bakti Bandung. Sebuah sekolah swasta ternama di kota Bandung dengan segudang prestasi. Mr Bam's,    Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan YME malam ini kembali bertemu dalam pembelajaran yang luar biasa. Belajarnya para Guru Hebat dengan Narasumber yang luar biasa. Mr Bam's memberikan CV  narasumber. 

Narasumber yang hebat, yaitu Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA. saat pembelajaran bisa langsung ke materi.

https://id.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit. 

narasumber yang hebat, yaitu Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA.  Menikmati pembelajaran malam ini, saya kembali mengajak kepada seluruh peserta untuk menyiapkan diri dengan tenang, beberapa hal yang bisa dilakukan :



Terseyumlah, barangkali lupa hari ini belum terseyum. Berikan senyuman yang paling manis buat seluruh orang di rumah.

Ijin kepada pasangan bagi yang sudah berkeluarga, mohon doanya malam ini sedang belajar menjadi penulis hebat.

Ini sangat penting, siapkan minuman dan cemilah yang bisa membuat malam ini tambah bahagia.

Senang sekali mendapatkan kesempatan untuk sharing dan mengajak para guru yang memiliki mimpi untuk menulis serta menerbitkan buku karya mereka dan Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA menyapa Mr Bams serta aeluruh guru guru hebat dari berbagai belahan nusantara tercinta.dan tak lupa mengucapkan selamat tahun baru.........

Sesuai dengan judulnya, tujuan kita hari ini bertemu via wa adalah untuk melahirkan penulis-penulis hebat yang tersebar di seluruh wilayah tanah air, mereka adalah anda semua. 

Sebelum memulai Prof, saya boleh sampaikan sebuah fakta penting tentang Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA  Eko.

Mr Bams menyampaikan fakta yang penting kepada para guru hebat Syarat untuk menulis buku itu sederhana  yaitu sehari-harinya suka ngobrol mengenai berbagai hal, dan bisa mengetik di komputer, baik menggunakan 10 jari maupun 11 jari dan  fakta ini baru disampaikan disini, setelah dihitung ternyata nama dan gelarnya, itu lebih banyak gelarnya.nama hanya ada 23 karakter, hitung bila nama prof di tulis lengkap dengan gelarnya ada 61 karakter tapi lebih banyak jumlah karakternya, yaitu 38 karakter. Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA hoby sekolah, Sementara baru menyelesaikan 1 Gelar S1, 5 Gelar S2, dan 3 Gelar S3 - Insya Allah mohon doanya agar gelar S3 keempat dapat diperoleh pada bulan Oktober tahun ini, 

Setiap Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA menuliskan 25 kalimat, akan diselingi musik dari Youtube.

Sudah hampir satu tahun inisiatif menulis buku dalam 2 minggu ini diluncurkan oleh kami, karena saya ditantang Oom Jay untuk membuat terobosan bagi guru-guru. 

Semenjak tanggal 16 Maret 2020, hari pertama belajar dari rumah, saya menjadi Youtuber - dimana ilmu PJJ yang saya pelajari ketika menjadi mahasiswa di UNJ dan berdasarkan pengalaman saya sharingkan ke Indonesia melalui EKOJI CHANNEL di Youtube (jangan lupa subscribe, share, dan like ya)

Hingga kini saya cek Youtube saya, secara tidak sadar sudah ada lebih dari 500 postingan video - semua adalah hasil ngobrol, rekaman, seminar, dan webinar selama masa pendemi berlangsung. 

Videonya berkisar pada 2 ilmu utama, yaitu PENDIDIKAN dan TEKNOLOGI INFORMASI - dimana keduanya adalah bidang keahlian saya

Pada saat saya membuat video mengenai pendidikan yang ke-50, saya dihubungi Oom Jay untuk membuat terobosan bagi guru-guru bloger binaan beliau - di situlah secara on the spot timbul ide "gila" yang ternyata berhasil diwijudkan. 

Idenya adalah guru-guru yang berminat unuk menjadi penulis buku mayor, dipersilahkan untuk memilih satu dari 50 judul topik yang ada di dalam EKOJI CHANNEL

Setelah masing-masing guru memilih satu judul, maka kami sepakat dalam dua minggu hingga satu bulan, para guru diminta untuk MENULISKAN APA SAJA YANG SAYA KATAKAN DALAM VIDEO tersebut, dengan menggunakan kata-kata atau kalimat dari guru penulis

Setelah semua yang saya katakan dituliskan (tentu saja dengan struktur yang sudah disepakati bersama), maka saya minta para guru untuk MELENGKAPI dan MEMPERKAYA-nya dengan referensi lain yang dapat mereka temukan di internet. 

Setelah satu bulan, semua hasil karya para guru yang rata-rata di atas 100 halaman, saya serahkan ke PENERBIT ANDI. 

Oleh PENERBIT ANDI dilakukan reviu berdasarkan sejumlah kriteria dan indikator, dan diputuskanlah mana yang harus direvisi minor, mayor, dan yang tanpa revisi untuk diterbitkan. 

Berkaca pada keberhasilan tersebut, ternyata meningkatkan motivasi dan gairah guru-guru lain untuk menyusul berkarya, dan secara berturut-turut keluarlah angkatan berikutnya. 

Hasilnya, angkatan pertama yang diberi nama PELOPOR berhasil menerbitkan 19 buah buku, dimana para guru menjadi penulis pertama dan saya ditempatkan sebagai penulis kedua Seingat saya nama angkatannya adalah SEPTEMBER CERIA, OKTOBER IMPIAN, dan FEBRUARY-17.

Hal serupa kami ulangi dengan bekerja sama erat bersama teman-teman hebat dan profesional dari Penerbit ANDI. Alhasil hingga saat ini telah lebih dari 50 buku diterima dan diterbitkan oleh Penerbit ANDI, baik dalam bentuk buku fisik maupun e-book. 

Di bulan Agustus ini, kami (saya, alumni penulis, dan Penerbit ANDI) siap meluncurkan angkatan berikutnya, yaitu angkatan MERDEKA MENULIS...... silahkan semua mengunjungi youtube saya, pilih judul yang belum pernah ditulis, dan daftar ke mas Bambang untuk mulai mewujudkan impian dalam DUA MINGGU. 

Selingan | Sesuai janji, tiba saatnya saya mengirimkan lagu untuk Bapak dan Ibu nikmati.... Ini adalah salah satu lagu yang saya senangi jamannya Catatan Si Boy: https://www.youtube.com/watch?v=XhmQsQZhJMI. 



Awalnya memang terasa sulit, karena inisiatif ini relatif baru bagi para guru, tapi dengan semangat, motivasi diri, dan saling membantu, semuanya indah pada waktunya. 

Yang buat saya BANGGA adalah beberapa hal - pertama adalah selain para guru berhasil menerbitkan buku, ada yang telah berhasil menerbitkan beberapa buku hingga hari ini, dan kedua adalah karena sudah ada yang berani menerbitkan buku secara mandiri - dalam arti kata memulai semuanya dari nol (tanpa harus bertumpu mencari ide dari EKOJI CHANNEL). 

EKOJI CHANNEL adalah sekedar batu pijakan untuk membantu anda yang mengalami kesulitan dalam mencari judul buku yang hendak ditulis. 

Kami dan penerbit ANDI dengan dukungan PGRI akan segera menerbitkan yang namanya EKOJIPEDIA dimana isinya seperti ensiklopedia, tapi seperangkat lengkap buku-buku tulisan karya guru yang selama ini telah diterbitkan oleh Penerbit ANDI

EKOJIPEDIA ini akan ditawarkan ke berbagai perpustakaan di sekolah-sekolah Indonesia dengan harapan dapat membantu memotivias para guru dalam menghadapi era new normal, mengingat sebagian buku berkisar seputar PJJ dan pemanfaatan teknologi informasi bagi pendidikan.k

Kesempatan para guru untuk MENDAFTARKAN DIRI mengikuti tantangan grup MERDEKA MENULIS Setiap angkatan atau batch biasanya saya kasih limit 25 orang yang SERIUS untuk menghasilkan karya publikasi buku mayor - silahkan teman-teman yang punya motivasi kuat untuk mendaftarkan diri ke Mr Bam's. 

Untuk yang sudah pernah mengikuti angkatan sebelumnya tapi belum berhasil menelurkan buku, dipersilahkan untuk bergabung - sementara yang sudah mahir menulis, tidak perlu mendaftarkan diri, karena anda berfungsi menjadi aissten dan penasehat bagi Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA 

Peserta grup memulis menanyakan ke Pak Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA 

  1. Bagaimana trik bapak dalam membagi waktu antara kesibukan pribadi,  kuliah dan kerja? Bacaan yang menginspirasi untuk menulis? Ada pepatah mengatakan "jika engkau menyengangi yang kau lakukan, maka engkau tidak akan pernah merasa bekerja. engkau akan dapat membagi waktumu dengan baik, bukan waktu yang mematasimu". Begitu Mbak Nelly, karena memang dari kecil saya sudah terbiasa membaca apapun. Jadi setiap kali sebelum tidur malam, minimum saya menulis satu lembar tulisan, apapun itu tulisannya.
  2. Apakah menulis diMerdeka Menulis nanti sama dengan penulisan resume.. atau ada aturan bakunya.. Jawab.. MERDEKA MENULIS bertujuan untuk MEMBUAT BUKU MAYOR DALAM DUA MINGGU, sesuai dengan tema diskusi kita malam ini. Cara penulisan dan urutannya saya jelaskan dalam butir 14 sampai dengan 19 dalam chattingan di atas. 
  3. pertanyaan Jenis karya tulis apa saja yg bisa diterima dlm seminggu ini pak  ?  EKOJI ACADEMY dan PENERBIT ANDI fokus pada penulisan buku yang akan MEMBANTU GURU-GURU dalam melaksanakan belajar mengajar PASCA PANDEMI, jadi isinya adalah berbagai fenomena baru yang harus menjadi bekal bagi para guru, misalnya yang sudah terbit adalah terkait dengan: gamification, literasi guru abad ke-21, blended learning, learning management system, pendidikan karakter dalam PJJ, parenting 4.0, cyber pedagogy, flipped classroom, dsb - intinya adalah konsep-konsep teknologi pendidikan baru yang sedang menjadi tren dimana-mana. 
  4. Kriteria apa saja supaya naskah kita diterima penerbit mayor? kalau itu jawabannya ada pada sesi PENERBIT ANDI, karena merekalah yang menentukan. Namun saya ada videonya, yaitu di: https://www.youtube.com/watch?v=17v72RUhZIY - sleamat menikmati. 
  5. Prof. Eko dalam menulis buku mayor. Pengalaman pertama seperti apa? Saya dulu pertama kali menerbit buku mayor adalah di tahun 2000, karena dampak krisis tahun 1998, banyak mahasiswa yang tidak bisa membeli buku terbitan luar negeri akibat dolar melonjak - yang saya lakukan pada saat itu adalah, saya ke perpustakaan tempat buku-buku yang diperlukan mahasiswa S2 berada, setiap satu buku saya ringkas intisarinya menjadi 10 halaman. Alhasil 20 buku saya ringkas jadi 200 halaman, dan saya terbitkan iseng-iseng dalam bentuk Bunga Rampai. ehhhh... ternyata laku.... dan banyak yang senang. Akhirnya ketagihan setelah itu menulis buku....
  6. Bagaimana Trik mudah menulis buku ala Prof. Eko?  Triknya sederhana, dimulai dari membuat Table of Content yang sederhana. Biasanya saya mulai dengan membaginya menjadi 6 bagian, yaitu menjawab pertanyaan 5W1H. Misalnya judulnya adalah: GAMIFICATION. Maka TOC-nya menjadi: Bab 1 - Apakah gamification itu? Bab 2 - Mengapa gamification penting? Bab 3 - Di mana gamificaiton dibutuhkan? Bab 4 - Kapan gamification dipergunakan? Bab 5 - Siapa yang menggunakannya? dan Bab 6 - Bagaimana cara membuatnya? Mudah bukan.....?
  7. Jika saya bisa mengikuti challenge untuk menulis bersama Prof. Eko. Apakah saya bisa menbuat naskah dalam bahasa Inggris prof? Wah hebat sekali, mangapa tidak? Namun saya harus konfirmasi dulu dengan Penerbit ANDI apakah mereka punya slot untuk menerbitkan karya Bahasa Inggris? 
  8. Bagaimanakah tips Prof. Untuk membagi waktu antara semua kegiatan dan Sekolah yang terus menerus ?...... Saya baru menyelesaikan 2 gelar S1 dan 2 .. Sekrg menuju S3 ke satu tapi rasanya sudah kewalahan sekali dengan semua kegiatan. Jawab Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA. Bacaan yang menginspirasi untuk menulis? Ada pepatah mengatakan "jika engkau menyengangi yang kau lakukan, maka engkau tidak akan pernah merasa bekerja. engkau akan dapat membagi waktumu dengan baik, bukan waktu yang mematasimu". Begitu Mbak Nelly, karena memang dari kecil saya sudah terbiasa membaca apapun. Jadi setiap kali sebelum tidur malam, minimum saya menulis satu lembar tulisan, apapun itu tulisannya.
  9. Untuk mengikuti angkatan MERDEKA MENULIS bulan Agustus ini, *langkah cepat apa yang dilakukan agar bisa mewujudkan impian dalam DUA MINGGU naskah selesai dan dikirim ke penerbit ANDI*?........ pengalaman memperlihatkan bahwa intinya adalah pada MOTIVASI MENULIS dan KEMAMPUAN MENULIS. Jika keduanya bisa dipertahankan dalam dua minggu, maka nischaya 100 halaman buku minimal tercapai. Bukankah 14 hari dikali 10 halaman = 140 halaman? Ayo ikutan, ditunggu.... Salam literasi kembali. Saya sudah kangen sama Batam. Saya dulu kecil di Riau, tumbuh di kota Dumai selama Sekolah Dasar.
  10. a. Tantangan yang bapak prof berikan sudah terbukti. Apakah ada kendala dalam menjawab tantangan penerbitan tersebut! Apa saja tantangan menghadapi penulis pemula seperti saya?                b. Bagaimana Trik untuk menjawab tantangan agar bisa saya ikuti?                    C. Pendidikan yang bapak profesor tekuni brp tahun ditempuh dan apakah linier semua? NOMOR a dan b nampaknya lebih tepat dijawab oleh mereka yang telah menjalaninya. Yang saya lihat dari pengalaman saya dengan guru-guru pemula dalam hal penulisan adalah PERSISTENCE dan KONSISTENSI. Konsistensi dalam menjaga motivasi untuk menulis. Yang berhasil saya lihat karena mereka didorong oleh impian dan keinginan terpendam yang sudah lama ada di dalam diri mereka, sehingga mereka mencurahkannya dengan sepenuh dan segenap hati - jadi tidak ada waktu bagi mereka untuk menyerah atau turun semangatnya. Sementara untuk nomor c saya adalah penganut pandangan bahwa ilmu itu tidak ada yang linear, semua ilmu bersifat multi, inter, dan transdisiplin.
  11. Jika saya ingin ikut tantangan menulis 2 mingguan dari ekoji Chanel, bagaimana cara saya memilih tema agar tidak terpilih tema yang sudah pernah ditulis?  Pertama pak Muliadi mendaftarkan diri, nanti saya akan kasih tahu judul-judul yang sudah diterbitkan, kalau sudah maka pak Muliadi bisa memilih yang belum ditulis dari Ekoji Channel. Jika tidak ketemu, saya akan buatkan topik khusus untuk saya rekam di Ekoji Channel 
  12. Bagaimana supaya kita bisa membawa nama prof dalam penulis buku, sehingga buku yang akan diterbitkan Menjadi karya bersama?.... Syaratnya adalah saya harus turut berkontribusi. Seperti pada penulisan sebelumnya, saya berkontribusi paling tidak dalam hal ide konten yang ditulis, memberikan masukan, tambahan referensi, dan hal-hal lainnya.

Ini jelas ditujukan untuk para guru. Saya sempatkan untuk bermain dan merekamnya. https://www.youtube.com/watch?v=p1rq2JJ2g0c

Sebutkan, nama, asal, alamat blog, juga komentar dan kesannya. 

Karena terus terang, setelah buku saya pertama kali terbit tahun 2000, hidup saya menjadi berubah total. Dan seperti yang Oom Jay katakan, anda akan mendapatkan banyak kejutan tak terduga setelah buku anda terbit, baik dalam bentuk fisik maupun elektronik.

Penghasilan menjadi bertambah (bukan dari penjualan buku, tapi dari seminar dan undangan dari mereka yang membeli buku kita), karir semakin meningkat, teman semakin banyak, kesempatan jalan-jalan gratis ke berbagai kota di Indonesia (karena mengisi seminar), dan hal-hal mengejutkan lainnya. It did change my life !. Menulis juga salah satu cara agar anda meninggalkan sesuatu di dunia ini, agar anda dapat dikenang oleh anak - cucu - cicit - dan cicitnya cicit. Bukankah pepatah mengatakan "gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan nama?". Hiduplah seribu tahun lagi dengan menerbitkan karya publikasi....

Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA sekedar sharing bahwa Bapak Ibu yang ingin mendapatkan e-book karya guru-guru yang berhasil menerbitkannya, bisa dilihat di Google Store....

Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA, tunggu kabar baiknya, karena justru di masa pandemi ini kita memiliki banyak waktu untuk menulis dan berkarya. Mudah-mudahan momentum ini dapat dimanfaatkan oleh para guru-guru tercinta.

Jika boleh tahu impian bapak.. apa yang belum tercapai di dunia literasi?

Teman-teman, setiap individu pada dasarnya memiliki pengalaman uniknya masing-masing. Kita pernah diberikan nasehat dulu, yang mengatakan bahwa "pengalaman adalah guru yang baik."Dengan menuliskan pengalaman kita ke dalam blog, berarti kita telah membantu banyak orang belajar dari pengalaman kita - sesederhana apapun pengalaman kita itu.

Dan ketika seluruh pengalaman itu kita kumpulkan, jadilah sebuah buku dengan judul PENGALAMANKU ADALAH GURU YANG BAIK BAGIKU.

Selamat menulis dan selamat berkarya. Doa saya agar Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu semua selalu sehat dan berada dalam lindungan Tuhan YME. Amin. Sampai jumpa dalam pertemuan selanjutnya.  Yang penuh berkah pada bulan kemerdekaan ini. Terima kasih pak Bambang tercinta yang sudah meluangkan waktu dan memberikan kesempatan bagi saya untuk sharing dengan para guru-guru yang hebat..... Saya Eko Indrajit, mohon undur diri, dan terima kasih.

Semoga Prof sekeluarga selalu sehat, dan ilmu serta pengalaman yang diberikan akan terus melahirkan kebaikan-kebaikan yang tak pernah putus.

Mr Bam's mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan, ingat kita masih bisa tersenyum. Jadikanlah senyuman sebagai penyemangat menjemput impian yang menjadi kenyataan.

Moderator Mengembalikan ke Om Jay bawah pembelajaran menulis sudah beres dengan waktu yang tepat dan Om Jay berkata  luar biasa materi malam ini, jangan lupa like and subscribe ekoji channel ya di youtube, supaya bapak dan ibu bertambah ilmunya, terima kasih. WA Group akan kami buka kembali.

Alhamdulilah belajar menulis di PGRi yang di pandu oleh  Om Jay , Moderator Mr Bam's serta Narasumber  Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA bisa di ikuti   mudah mudahan tulisan ini bisa menjadi bahan litetasi buat yang membacanya


Gelombang :19 DAN 20                                      Jam: 19.00 sampai 21.00                                  Tema :Menulis Buku Mayor Dalam Seminggu Narasumber :Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA.                      Moderatar : Mr Bam's                                          Nia Kania Dewi. SMAN 1 RANCAEKEK



Selasa, 10 Agustus 2021

Mengatasi writer's block

Mengatasi writer's block



Puji syukur panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala pada hari ini saya bisa mengikuti kegiatan menulis di Gelombang 19-20 untuk pertemuan yang ke-9 ini mengambil tema mengenai "Mengatasi write's Block". 

Walaupun telat mengikuti kegiatan gelombang ke-19 dan ke-20 di pertemuan ke-9 tapi Intinya saya akan mengumpulkan resume kegiatan-kegiatan yang saya hadapi sekarang tidak bisa ditinggalkan tapi Alhamdulillah sehat semua di Gelombang 19 dan 20 semuanya sudah terpenuhi walaupun Sesibuk apapun kalau biasa menulis Insyaallah pastikan resume dikerjakan dan dikumpulkan dengan baik tapi Untuk penulisan masih dalam tahap pembelajaran ya di sini memungkinkan memungkinkan kepada teman-teman grup di Gelombang 19 dan 20 untuk arahannya dan untuk bimbingannya dengan mengisi atau komen di blog ini. 

Kembali ke pembelajaran menulis di pertemuan ke-9 yang mana seorang moderator sekaligus sang blogger milenial atau yang dikenal dengan ibu May. Yang bernama asli ibu Maesaroh. M.Pd. sedikitnya ibu may atau moderator kita menjelaskan write's block. Pentingnya materi ini yang merupakan modal dalam membuat tulisan berkualitas. Selanjutnya moderator kita memperkenalkan narasumber cantik dan cerdas dengan Sekian banyak prestasi. Sukses mengikuti kegiatan di PGRI. 

Narasumber kita ini adalah seorang yang yang mempunyai banyak prestasi yang mana sukses sukses mengikuti kegiatan belajar menulis PGRI dan ikut berbagai pelatihan di PGRI serta dia juga pernah menjadi moderator dan narasumber.

Selanjutnya seorang narasumber yang kebetulan yang bernama Ibu Dita Widya Utami titik dilahirkan di Subang pada tanggal 23 Mei 1990. Wah pada tahun itu Ibu masih duduk di SMA kelas 3 berarti ketika Ibu masih SMA Ibu Dita ini lahir Subhanallah masih muda dan terus berkarya ya kebetulan Ibu Dita ini adalah seorang guru IPA di SMP Negeri 1 Cipeundeuy Subang Jawa Barat itu untuk menunjang profesi beliau aktif dalam kegiatan MGMP IPA, PGRI komunitas mengajar menulis Jawa Barat (KPPJB). Literasi Subang Bihari dan berwibawa (Lisangbihwa). Dan Cakrawala blogger guru nasional ( Lagerunal). 

Ibu Dita adalah lulusan dari UPI jurusan kimia yang telah menerbitkan tiga buku Solo, 1 novel di plafon Wattpad, dan 2 shot story di storial dan wavepad sejak tahun 2017 dan 12 karya buku bersama sejak tahun 2019 titik telah meraih 7 buah peserta-peserta si sejak tahun 2020 yang meliputi penghargaan Bupati Subang (2020) dan dan penghargaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang sebagai guru prestasi (2021).

Di sini Ibu Dita menyampaikan materi tentang Ride blok yang dipopulerkan oleh Edmodo burger yang mana Ibu Dita memberikan tantangan durasi  selama 15 menit dalam sebuah foto wayang dengan panjang tulisan 3 paragraf. Dalam tantangan ini peserta banyak mengikuti dan berbasis partisipasi.


Materi yang disampaikan oleh ibu Dita dan bertanya tentang pengalaman apa seorang pengemis itu pernah mengalami tidak mempunyai ide dalam menulis atau menulis namun kemudian tidak lanjut lagi untuk menulis. Nah hal  ini dinamakan dengan write's block. 

Ibu Dita mengambil rujukan dari Wikipedia bawa writer block  sebagai keadaan saat menulis kurang ide dan dan kurang kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk ditulis. Adapun tanda-tanda antara lain fokus tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dan biasanya, atau merasa stres atau prustasi. 

Jika kita mengalami kejadian tersebut maka yang harus dilakukan adalah dengan menegur meneguhkan komitmen, kemudian segera mencari sumber bacaan titik cara lain juga bisa dilakukan kan dengan membuat kreasi dengan warna tulisan sendiri/berbeda atau berarti tiap hari.

Penyebabnya adalah lelah fisik/mental, maka harus beristirahat atau jalan-jalan yang paling baik. 


Cara mengatasinya adalah niat awal kita berkomitmen untuk menulis flashback ke masa lalu disaat kita masih, belum tahu apa-apa tentang menulis.

 Write's block Bisa dialami siapa saja dan dapat diatasi jika sudah tahu penyebabnya, yang tahu penyebabnya tentunya diri kita sendiri karena itu yang dapat mengatasi diri kita ciri-ciri tanda-tanda Write's block dapat membantu kita dalam penyelesaian masalah. 

Terima kasih banyak kepada narasumber dan moderator yang telah memberikan motivasi untuk terus mengingatkan bagaimana kita harus menulis dan bagaimana kita harus memberi semangat ke teman-teman yang lainnya dalam berkarya dan Terus semangat terus memotivasi teman-teman dan selalu sehat intinyanya 


 Pertemuan ke 9 : 30 Juli  2021                          Jam 19.00 WIB
Tema : mengatasi write's block
Narasumber:Ditta Widya Utama,S.Pd,Gr
 Moderator :   Maesatlrp
Gelombang ke 19 dan 20.                              
Nama :  Nia Kania Dewi  SMAN 1 Rancaekek





Senin, 09 Agustus 2021

Kiat Menulis Cerita Fiksi

Kiat Menulis  Cerita Fiksi


Alhamdulillah Hari ini adalah hari Senin terakhir dalam tahun 1442 Hijriyah yang mana Banyak kenangan Yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan kepada kita. Menangis, tertawa, suka duka  semua bersatu dalam 1 ujian. 

Maafkan saya bila selama ini ada yang Tergores Hati dan sebagainya salah dan khilaf yang tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Yang disengaja maupun tidak.  semuanya tak ada niatan terkadang selepas kata dan tingkah laku tanpa sadar. Yang buruk dari saya dan yang baik dari Allah.

Untuk kesempatan malam ini di hari yang terakhir tahun Hijriah Alhamdulillah saya bisa ikut dalam pertemuan menulis di Gelombang 19 dan 20, di pertemuan yang ke-13 ini dibuka sama Om Jay untuk menyapa para peserta menulis omjay berpesan, malam ini mengambil judul "kiat menulis cerita fiksi" yang nanti akan dibawakan oleh Bapak sudomo,S. Pt. Sebagai narasumber dan dibantu oleh moderator kita tidak asing lagi adalah Bu Aam Nurhasanah.

Setelah omjay memberi wejangan kepada peserta menulis gelombang 19 dan 20 pimpinan diserahkan kepada bu Aam sebagai moderator. Seperti biasa Aam nurhasana memberikan salam dan menceritakan tentang narasumber kita titik kebetulan Om Jay telah memberikan bocoran tentang narasumber kita dia adalah Bapak Sudomo. S Pt, beliau adalah salah satu alumni jebolan gelombang ke-16 yang telah sukses es menulis buku resume dengan gaya cerpen dan gaya fiksi. Kesuksesan Bapak sudomo berkat anaknya yang bernama Ipin dimana dia menggunakan nama itu sebagai tokoh. Cerita selanjutnya padamu bener-bener bercerita tentang bagaimana dia membuat cerita fiksi. 

Saat membuat tampilan resume yang menggoda nama panggilannya adalah Momo DM.. dan moderator kita memberikan link blog nya bapak pak sudomo S.Pt. Berkat anaknya yang bernama upin Pak sudomo menciptakan resume dengan gaya fiksi yang menarik untuk mengefektifkan waktu moderator mengalihkan narasumber untuk bisa beradaptasi dengan peserta grup menulis gelombang 19 dan 20.

Narasumber menyapa para peserta salam guru-guru seluruh Indonesia yang telah bergabung dengan grup menulis 19 dan 20 yang mana pada kesempatan Malam ini sebelumnya memperkenalkan diri Nama saya Sudomo,.S.Pt, saat ini saya mengajar IPA di SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat saya adalah seorang pencinta pemula fisika, segala alam. Saya adalah sarjana peternakan tetapi saya mengerjakan IPA, tetapi juga mencintai dunia menulis fiksi. Nah sebelum lebih banyak lagi menu menceritakan tentang menulis fiksi saya akan membagikan blog saya. 

https://bianglalakata.wordpress.com/2020/11/18/pahlawan-literasi-harapan-besar-dari-hal-kecil/

Untuk pengalaman menulis saya sebelumnya disini mengikuti gelombang 16 dan menjadi narasumber di Gelombang 18 . Sebelum memulai paparan narasumber meminta berdoa terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Nanti untuk belajar menulis lancar dan tidak ada halangan. 

Pada kesempatan ini saya akan memberikan materi tentang "kiat menulis cerita fiksi"

Sebelum melanjutkan materi narasumber menceritakan pengalamannya tentang menulis, yang mana menulis itu menghantarkan saya terbawa semakin dalam di dunia menulis fiksi pada saat mengikuti kelas menulis omjay di Gelombang 16. Menulis resume dalam bentuk puisi ternyata seru saat membuat tugas resume kelas menulis, saya mencoba berbeda dari hal yang lain yang menulis resume kelas menulis dengan teknik fiksi.. buku tersebut Akhirnya bisa terbit untuk memenuhi syarat tugas membuat resume kelas menulis Om Jay. Sangat itu seru contoh: buku tersebut akhirnya terbit ini gambarnya

 

Karya fiksi Saya baik Solo maupun antropologi di penerbit indie maupun mayor ini linktr.ee/sudomo. 

Cerita fiksi dari materi tersebut saya akan kupas tuntas materi tersebut sebenarnya sering di baca dan bahkan dipahami. 

Pertama yaitu Mengapa kita harus menulis fiksi? 

Ini penting karena menjadi dasar bagi kita untuk belajar menulis fiksi titik alasan utama adalah salah satu materi dalam tes asesmen kompetensi minimum (AKM) adalah teks literasi fiksi. 

Teks literasi fiksi artinya saat ini kita sebagai guru harus bisa menulis fiksi titik tujuannya agar mudah menyediakan soal latihan bagi murid kita. Alasan berikutnya adalah dengan menulis fiksi akan bermanfaat dalam pengembangan profesi kita sebagai guru. Kumpulan cerita fiksi bisa dibukukan sebagai syarat kenaikan pangkat. Novel termasuk kategori karya seni kompleks, kumpulan cerpen bisa termasuk kategori karya seni sederhana.

Kedua syarat menulis fiksi

Syarat menulis fiksi yaitu komitmen, riset, membaca karya fiksi, mempelajari KBBI dan PUEBI, memahami dasar menulis fiksi, dan menjaga Konsitensi menulis fiksi

Ketiga bentuk-bentuk cerita fiksi

Bentuk-bentuk cerita fiksi yaitu fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen,prosa, novela novel, 

Perbedaan terletak pada kompleksitas konflik cerita ini selain itu ada juga batasan kata dan ada juga yang menggunakan batasan paragraf. 

Apa itu premis?

Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat titik terdiri dari karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan dan resolusi.


Keempat, unsur-unsur pembentukan cerita fiksi

Unsur-unsur pembentukan cerita fiksi yaitu tema premis, alur/plot, penokohan, latar setting dan sudut pandang.
Dari sekian unsur ada ada "premis" yang mungkin baru bagi bapak/ibu contoh premis. 2 seorang anak memiliki kemampuan sihir bersekolah di sekolah sihir bersekolah di sekolah sihir yang harus melawan penyihir jahat demi keamanan bumi dari contoh jika dijabarkan adalah sebagai berikut:

Kelima, kiat menulis fiksi

niat, terkait motivasi dari memulai dan menyelesaikan tulisan: baca karya orang lain, bahan referensi gaya bercerita, menambah diksi.
Baca karya orang lain, bahan referensi gaya cerita menambah diksi. 

Ide dan genre, terkait mencatat ide dan genre pilih genre yang disukai dan dikuasai online terkait kerangka tulisan berdasarkan unsur-unsur pembentuk cerita fiksi

Swasunting dilakukan setelah selesai menulis, jangan menyeting sambil menulis sama fokus menyusun pada kesalahan penulis, ejaan, kata baku, aturan, penulisan, dan logika cerita.. Selain itu harus berjam-jam pada tulisan sendiri titik terakhir adalah berpegangan pada KBBI dan puebiSelain itu harus kejam pada tulisan sendiri. Terakhir adalah berpegangan pada KBBI dan PUEBI.


Menulis, terkait membuka cerita, mengenalkan tokoh, menguatkan konflik menggunakan pertimbangan logika cerita, Susunan kalimat pendek dan jelas, Kylie kata, teknik show Do not tell, dan ending yang baik.

Mungkin itu dulu materi ringkasan,.nanti lebih banyak diskusi.Bagaimana mengasah teknik _show don't tell_(Menunjukan tapi tidak memberitahu)? Agak kesulitan untuk yang _newbie_ saat ingin menulis cerpen.

Teknik Melatih yang dengan terus mencoba menulisnya. Sebagaimana contoh muda bisa mulai dahulu... 

Teknik melatih dengan terus mencoba menulisnya. Tentu pertama harus memahami teknik _show don't tell_ terlebih dahulu. Sebagai contoh mudah bisa mulai berlatih dari kata sifat, misalnya sedih. Dengan teknik ini kita akan membangun suasana sedih tokoh tanpa harus menuliskan kata sedih.

Contoh :

Tehnik tell
Mira sangat sedih melihat jenazah ibunya.

Tehnik show
Dadanya terasa sesak, napas terasa tersekat di tenggorokan, terdengar isakan dibarengi dengan derai air mata yang tak kunjung usai sembari menatap tubuh wanita yang melahirkannya terbujur kaku di ranjang.Jadi lebih panjang lebih Bergema.

Apakah dari kisah nyata sendiri bisa disadur menjadi cerita fiksi, cara membuat cerita fiksi agar panjang bagaimana
jawab
Kisah nyata sangat bisa dijadikan cerita fiksi Kitty istilah kerennya based on True Story ini akan membuat cerita fiksi lebih dekat dengan pembacanya titik sedangkan cara memanjakan cerita fiksi salah satunya nya adalah menggunakan teknik show don't tell Seperti yang saya jelaskan tadi kalo untuk jenis Jepang perpanjang, tentu harus disiapkan outline/kerangka denganbeberapa Komplek yang baik.

  • Membuat cerita hidup bisa dengan caara  menguatkan karakter tokoh dan membangun suasana yang baik.

  • Akhir cerita yang baik adalah yang menjawab konflik cerita. Berlaku juga untuk akhir yang menggantung. Agar disukai pembaca bisa dibuat menggantun
  • Bagaimana aturan tanda baca pada cerita fiksi Aturan tanda baca sama seperti pada umumnya, yaitu mengacu pada PUEBI. 
  • Kapan harus menggunakan tanda kutip atau tidak pada dialog?Tanda kutip dialog pada kalimat tanya langsung. Dialog tanpa tanda kutip bisa pada narasi paragraf. Contoh: Saya akan ke sana, seingatku aku pernah mengatakan itu. 
  • Fiksimini adalah fiksi sangat singkat biasanya beberapa kata saja. Contohnya ANJING DILARANG MASUK. Politisi itu tertegun di depan pagar rumahnya. Flash fiction adalah cerita kilat, biasanya memakai batas jumlah kata khusus, misalnya 50 kata, 100 kata, dll. Pentigraf adalah cerpen tiga paragraf. Contoh silakan jelajahi web saya www.eigendomo.com atau bianglalakata.wordpress.com
  • "Menulislah selagi sempat, jika tidak juga sempat, maka sempatkanlah Belajar terus, menerus pembelajaran 

Alhamdulillah selesai juga tulisan tersebut di pertemuan-13. Yang mana saya belajar menulis. Banyak Terima kasih banyak kepada moderator Bu Aam Nurhasanah, Omjay yang mana Di pertemuan ke-13  memberikan pembelajaran untuk menulis. Serta mudah mudah blog ini sangat bagi yang membacanya. 

Pertemuan ke-13
Jam 19. 00 sampai dengan jam 21. 00
Tema: kiat menulis cerita fiksi
Narasumber: Sudomo, S.Pt,
Moderator: Aam Nurhasanah 
Gelombang: 19 dan 20
Nama: Hj. Nia Kania Dewi, ST. M. M.Pd
SMA 1 Rancaekek


Jumat, 06 Agustus 2021

PEMASARAN BUKU

Pemasaran Buku 

Diawali dengan pembukaan Om Jay di mana Om Jay menyapa para peserta gelombang ke-19 dan gelombang 20 yang mana pada pertemuan kali ini adalah pertemuan yang ke-10. Om Jay  berkata Selamat malam guru hebat. Om Jay adalah seorang bapak blog Indonesia yang selalu memotivasi guru-guru seluruh Indonesia. Dan setelah itu memperkenalkan moderator Di pertemuan di pertemuan ke-10 sebagai moderator wa-an Nurhasanah dan sebagai narasumber Agus subardana.

Setelah memperkenalkan moderator dan narasumber Om Jay. menyerahkan kepada moderator untuk menyampaikan acara malam ini. 

Di pertemuan ke-10 moderator ditemani oleh tiga narasumber penting penerbit Mayor (besar), PT Andi offset Yogyakarta. Sebagai narasumber Agus Subardana dan menyerahkan untuk mengisi acara malam ini

Narasumber menjelaskan tentang buku pemasaran selama pandemi. Sebelum menjelaskan dan lebih lanjut memaparkan tentang Pemasaran Buku narasumber menyapa kepada peserta gelombang 19 dan 20 Halo guru-guru hebat itu sapaannya beliau.

Lebih lanjut narasumber memberikan arahan tentang buku ini buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta saran penyampaian informasi titik sejak usia dini, anak-anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku. Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai Wujud dukungan dan tindakan nyata membangun budaya membaca sejak dini ko. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap buku menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbit buku

 Kategori buku di sini kita akan melaporkan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis kategori buku yang diterbitkan titik pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis. Sehingga strategi pemasaran pada umumnya dipengaruhi oleh faktor yang meliputi tik faktor mikro yang perantara pemasok, bersaing dengan masyarakat. Faktor makro yaitu demografi ekonomi, politik hukum, teknologi fisik dan sosial budaya.

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik Kenapa demikian Hal ini dapat dilihat dari jenis-jenis buku yang terbit. Jenis-jenis buku yang diterbitkan tersebut dikelompokkan menjadi kategori buku titik salah satu contoh penerbit Andi offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 kategori produk buku kategori produk buku anak kategori produk buku bisnis, buku pertanian buku fiksi Novel buku dan pengembangan diri buku teks dan lain-lain. 


Strategi pemasaran buku yang telah kami sertakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu : bagi pemasaran yaitu: strategi pemasaran serangan udara dan strategi pemasaran serangan darat dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut diatas.

Jelaskan secara singkat sebagai berikut: saat ini kami dalam menjalankan bisnis menerbit buku yang sedang kami jalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu faktor mikro dan makro.
Penjualan buku dari bulan Januari awal tahun 2020 masih bisa dipertahankan namun di tahun 2021 ini trennya turun lagi akibat dampak adanya pandemi atau PPKN namun pada pada kondisi sekarang ini transformasi akhirnya beralih ke transformasi digital.

Hal ini dikarenakan penerbit Andi offset sudah termasuk industri penerbit buku dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10000 judul buku yang telah dikelompokkan menjadi 32 kategori. Untuk penjualan di sini banyak menggunakan secara online untuk itu kita jangan lupa melakukan strategi pemasaran dengan sistem serangan darat atau offline. Penerbit Andi telah mempunyai 87 cabang di kota daerah Aceh sampai dengan Papua dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan strategi pasar yang kita tuju antara lain:

 .
 Nah disini seorang moderator yaitu Bu Aan Nurhasanah memberikan contoh kepada kita peserta grup penulis bahan memperlihatkan bahwa dia menulis buku Kalau kolaborasi dengan Prof EkoJi. Yang lolos seleksi penerimaan PT Andi offset.

Bayangkan suatu saat nanti ada rak buku besar seperti Gramedia, dan lain-lain. Untuk menjelaskan lebih lanjut. Semua sangat menyanyikan dari segi pemasaran untuk saat ini pandemi ini lebih berhasil yaitu mata pelajaran fiksi dan sangat menjanjikan adalah buku buku mapel untuk fiksi, dan fungsi puisi lebih ke buku referensi. 

Cara melindungi penulis dan sekaligus penerbit agar tidak selalu Survive dalam menjalankan aktivitas yang masing-masing di era pandemi covid 19. 


Membuat promosi buku tulisan sudah jadi tapi belum dipublish apa apakah memungkinkan tanda tanya untuk pemasaran/membuat buku sejenis buku cover buku. Atau buku boneka untuk anak, Awasakah sbisa dengan menggandeng penerbit mayor?

Cara menjual dan memasarkan buku digital atau PDF sepertinya jaringan 

Bagaimana strategi datar dan udara yang tadi bapak sampaikan bisa. 

Strategi serangan udara yaitu lewat grup WA (komunitas), instagram toko online. Penjualan lewat komunitas ini lebih efektif dan efisien sehingga keberhasilannya lebih tinggi. Kuncinya kita harus pro aktif, komunikasi dan interaksi dengan komunitas dan dapat menjaga integritas pribadi kita. Timingnya juga harus tepat. Minta ijin dulu sehingga tidak mengganggu anggota lainnya. Jiga buku materi

Strategi serangan darat, yaitu penjualan di toko buku. Perlu pemetakan jenis toko buku karena perbedaan administrasi dan tempat yang berbeda. Toko buku modern menggunakan administrasi  mengikuti perkembangan tehnologi yang dikendalikan dengan system tersentralisasi. Marketing menawarkan buku-buku baru, bisa memengaruhi display, memasang promo di toko tersebut, Toko buku tradisional dengan system tunai. Selain itu marketing langsung datang ke sekolah dari Paud sampai Perguruan Tinggi.

Dengan ikut pelatihan ini mudah mudah bisa menerbitkan buku. 
Trimakasi kepada Moderator  yang telah motivasi serta narasumber. Tak lupa Om Jay yang sering menyemakati un menulis tiap hari. 
[

Pertemuan ke 10 : 2 Agustus 2021                          Jam 19.00 WIB.                                                          
Tema : Pemasaran Buku 
Narasumber: Agus SUbardana
Moderator :   Aam Nurhasah
Gelombang ke 19 dan 20.                              
Nama :  Nia Kania Dewi  SMAN 1 Rancaekek






Alhamdulillah Malam ini saya bisa ikut lagi dalam belajar menulis di gelombang ke 19 dan 20 di pertemuan kali ini pertemuan yang ke-12 ditemani sama Mr Bams  sebagai moderator. dan dan sebelum memulai acara di pertemuan yang ke-12 ini Mr Bams sebagai moderator memberikan arahan sebelum memulai Berdoa dulu menurut kepercayaan dan agama masing-masing dengan berdoa Insya Allah apa yang kita inginkan lancar dan sukses. 

Mr Bams memberi arahan kepada peserta agar mengikuti pertemuan yang ke-12 ini dalam grup menulis gelombang ke-20 untuk menikmati kelas ini dengan bahagia Tersenyumlah agar imun bertambah, sediakan air minum juga cemilan agar tambah bahagia, siapkan pertanyaan kirim ke 0888 0940 5468 dan sebut nama dan asal, nikmati materi dari narasumber.

Mr Bams narasumber kita adalah orang sukses dan orang hebat di salah satu sebuah penerbit, narasumbernya Pak Joko Irawan mumpuni yang mana Pada kesempatan kali ini akan membahas atau akan memberikan paparan mengenai menjadi penulis buku mayor

Pada kesempatan kali ini narasumber Pak Joko Irawan mumpuni memberikan salam dulu kepada para peserta grup penulis 19 dan 20 yang mana na-eun Pak Joko memberikan cerita di Balik penulis buku mayor


Sebagai narasumber Pak Joko Irawan mumpuni menceritakan kan tentang bagaimana dia bergelut di bidang penerbit hampir 20 tahun menghidupi dunia penerbit penulis dan aktif di sosial penerbit di Indonesia membuat semangat jika diajak diskusi seputar penerbit dan penulis buku

Pak Joko Irawan mumpuni dia menceritakan tentang penerbit buku mayor syarat-syaratnya agar tulisan kita bisa diterbitkan di penerbit Mayor kriteria penerbit Mayor itu, berbeda dengan penerbit minor atau penerbit India yang mulai banyak bermunculan akhir-akhir ini.

Untuk sekarang ini banyak orang hanya mengenal penerbit mayor dan penerbit minor masing-masing mempunyai pendapat berbeda-beda tentang penerbit mayor dan penerbit minor Namun semua pendapat itu menunjukkan pada satu kesimpulan yang pasti yaitu jumlah penerbit buku per tahun penerbit Mayor jauh lebih banyak dibanding penerbit minor. 

Berapa jumlah masing-masing punya pendapat sendiri Mengapa merasa lebih bangga jika karyanya terbit oleh penerbit Mayor tentunya naskah karya akan dikelola lebih profesional, penerbit Mayor biasanya punya fasilitas lebih baik, modal, pencetakan, SDM jaringan pemasaran yang lebih luas agar bisa masuk diterima di diterbitkan oleh penerbit Mayor harus melalui seleksi dengan tingkat persaingan yang sangat ketat contoh di penerbitan di tiap bulan naskah yang masuk bisa sampai 300 sampai 500 judul naskah dan yang terbit hanya 50 sampai dengan 60 judul saja tentunya sisanya dikembalikan ke penulis atau ditolak karena itu sulit menembus penerbit profesional yang baik penerbit minor apabila penerbit Mayor, maka para penulis ada yang menerbitkan seperti itu kita sebagai sebut dengan penerbit indie.

Naskah buku seperti apa yang diterima oleh penerbit profesional seperti penerbit Andi?. Tentukan adalah semua naskah buku yang biasanya dijadikan buku lalu laris dijual titik berikut ini adalah pengelompokan buku yang bisa dijual di pasaran:
  


Menjadi dua kelompok besar buku dan dibagi dua kelompok yaitu kelompok buku teks dan kelompok buku non teks.

Buku teks adalah yang digunakan oleh mahasiswa atau siswa dalam proses pembelajaran titik di tingkat sekolah disebut buku pelajaran disingkat BUPEL Sedangkan untuk kelompok mahasiswa disebut buku penguruan tinggi disingkat PERTI. 

Sedangkan buku non teks adalah sebaliknya dan cenderung disebut sebagai buku-buku populer karena memang kontennya berupa apa yang populer dan dibutuhkan kan kan oleh masyarakat.

Contoh buku teks


Contoh buku non teks


Namun pada prakteknya buku yang dibaca tidak lagi berbagi-bagi dalam kelompok yang yang buku teks atau non teks apabila buku yang dibaca bisa dijadikan referensi untuk praktek kehidupan sehari-hari maupun dalam rangka mendapatkan kan ilmu yang lebih tinggi lagi. 

Narasumber mengatakan bahwa untuk menerbitkan buku jika bahan baku bagus maka akan menghasilkan produk yang bagus pula oleh karena itu para penulis dan calon penulis harus paham cara berpikir industri penerbit agar naskah tidak ditolak


Nah ini adalah gambaran industri penerbit secara lengkap namun jika disederhanakan akan lebih menjadi seperti ini


Seperti apa naskah yang diterima oleh penerbit dan laku dijual. 



Gambaran bobot penilaian



Coba lihat data Google Trend contoh grafik di atas mencoba uji Apakah buku yang membahas tentang batu akik sedang dibutuhkan masyarakat saat ini atau tidak, ini ini buku ini laku pada tahun 2013 dan 2000 sampai dengan tahun 2014 Nah sekarang kita cek sendiri tema yang akan kita pakai untuk menulis buku naskah menulis naskah buku harus sesuai dengan trend yang yang sekarang lagi hits. 

Buku yang sekarang kalau kita akan membuat tulisan atau naskah lebih baik tentang covid 19 atau Corona atau pandemic yang mana Kalau misalkan membuat naskah tentang judul judul yang barusan disebutkan akan sangat bermanfaat bagi pembacanya dan juga bermanfaat bagi yang mencari buku Corona ini biasanya dicari tentang kesehatan buku tentang korona kesehatan buku tentang pengobatan alternatif Corona, buku tentang pencarian masker, tentang oksigen, sulitnya mencari oksigen, sulitnya mencari rumah sakit, sulitnya mencari donor darah itu judul-judul yang bisa kita angkat di zaman sekarang atau masa pandemic ini.


Contoh tema yang memilih tren yang baik bisa dilihat dari grafis selalu tinggi tabil dan tidak pernah menyentuh titik nol.


Dari tema-tema yang mematikan karena Corona. 


Ini adalah bidang bidang baru  karena Corona, nah thema thema yang membahas seputran bidang inilah yang kemungkinan laku.

Nah ini adalah contoh rekap mutasi penulis salah satu dapat ditelusuri oleh Google Scholar. 

lalu apa pertimbangan penerbit dalam menentukan oplah atau jumlah cetak, inilah dasarnya:Penerbit akan menentukan oplah tinggi jika buku itu dinilai mempunyai market lebar dan lifesycle panjang. Life cycle panjang artinya buku itu akan tetpa relevan dimasa yang akan datang dalam waktu yang panjang.


Tapi apakah seorang penulis yg telah berhasil hanya mendapatkan kebanggaan-kebanggaan saja ? 
Tidak seorang penulis yang berhasil setikdaknya akan mendapatkan ini semua.. lihat gambar..


Tidak hanya kepuasan batin yang didapat tetapi juga reputasi, karir yg semakin baik dang tentunya uang..
Dan inilah rinciannya..
Apa yang di peroleh  penulis?

  1. Meningkatkan kinansyah, royalitas, diskon, pembelian langsung seminar/ mengajar.
  2. Meningkatkan karir, adanya kebutuhan meningkatkan status jabatan, peluang karir di instansi atau perusahaan
  3. Kebutuhan batin, buku Sebagai karya monumental yang dikenal sebagai sepanjang masa.
  4. Rekapitulasi, buku Sebagai karya yang terpublikasi akan meningkatkan reputasi penulisnya



yang paling saya pilih pertama industrialis yang dapat menghasilkan uang penulis karena saya sudah merasakan bagaimana sebagai seorang penulis setiap enam bulan atau tahun udah menghasilkan loyalty royalti dan sekarang saya pengen juga bisa menulis idealis yang tidak membutuhkan uang seperti kita menerbitkan buku yang akan diterbitkan sekarang mudahan mudahan dengan ikut antropologi saya terus bisa berkarya dan terus menulis kalau masih dalam tahap pembelajaran. 

Alhamdulillah banyak pakar-pakar penulis seperti Mr Bams, omjay yang selalu memberikan arahan baik itu berupa langsung maupun tidak langsung dengan mengikuti kegiatan menulis dan kegiatan belajar bicara cara itu merupakan sesuatu yang luar biasa bagi saya untuk terus memupuk dan terus belajar sepanjang hayat atau sampai akhir hayat.



Untuk malam ini pelajaran berharga bagi saya sama Pak Joko Irawan mumpuni dan Mr Bams yang mana dalam materi-materi yang diberikan tentang penulis Mayor bisa memotivasi kita sebagai penulis yang ingin terus-menerus belajar menulis dan menerbitkan buku yang dapat menghasilkan dan tidak dapat menghasilkan dengan kata lain industrialis dan idealis.

Nah itulah kegiatan pembelajaran Malam ini mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bisa dibaca di kalangan orang banyak makasih banyak ilmunya nya yang sangat berharga untuk kami yang baru belajar menulis dan termotivasi terus untuk terus menulis dan berkarya.

Pertemuan ke-12
Jam 19. 00 sampai dengan jam 21. 00
Tema: menjadi penulis buku mayor
Narasumber: Joko Irawan mumpuni
Moderator: Mr Bams
Gelombang: 19 dan 20
Nama: Hj. Nia Kania Dewi, ST. M. M.Pd
SMA 1 Rancaekek








Rabu, 04 Agustus 2021

Menguak Dapur Penerbit

Menguak Dapur Penerbit Mayor



Tak terasa kita mengikuti kegiatan menulis di Gelombang 19 dan 20 dimana kegiatan ini ini sudah 11 kali pertemuan untuk kegiatan malam ini dibuka oleh moderator Ibu Sri sugiastuti yang mana dalam kesempatan ini Ibu Sri sugiastuti memperkenalkan bahwa di pertemuan kali ini yang menjadi narasumber ialah Bapak Edi S. mulyanta. 

Untuk pertemuan yang ke-11 ini Ibu Sri sebagai moderator menjelaskan beliau akan menemani narasumber Sampai Akhir kegiatan. Nah sebelum acara dimulai moderator kita berdoa dan meluruskan niat agar apa yang dapat pada malam ini bisa bermanfaat dan menginspirasi dan memberikan biodata narasumber

https://omjaylabs.wordpress.com/2020/04/22/baiodata-edi-s-mulyanta/

Kemudian narasumber Bapak Edi S mulyanta mulai memperkenalkan diri dan memberikan biodata kata, biar kita semua tahu Tinggal buka aja link-nya 

Sebagai narasumber Bapak Edi mulyanta memaparkan judul menguak dapur penerbit mayor di pertemuan ke-11 peserta belajar menulis gelombang 19. 

Yang diselenggarakan oleh omjay dan mendoakan omjay semoga sehat. Ditengah pandemic ini yang cukup membuat dunia penerbit dan pencetakan terguncang seperti industri lainnya. 

Di pertemuan ke-11 ini Pak Edi memaparkan bahwasanya saya mengelola penerbitan dari tahun 2001 hingga genap 20 tahun berkecimpung di dunia produksi buku sebelumya saya adalah seorang penulis pas yang hidup dari menulis buku hal ini menjawab pertanyaan beberapa calon penulis Apakah bisa hidup dari menulis buku. 



Penulis dan penerbit telah dilindungi undang-undang secara penuh sejak terbitnya UU Nomor 3 Tahun 2017 yang diikuti oleh peraturan pemerintah 2 tahun kemudian yaitu PP nomor 75 tahun 2019

Bahkan undang-undang nomor 3 di Jelaskan dengan detail Bagaimana proses industri penerbit dan unsur-unsur yang ada didalamnya diatur dengan detail dan kemudian disempurnakan dengan PP nomor 75 yang lebih detail mengatur proses membuat naskah hingga menyebarluaskannya. Apabila Bapak atau Ibu ingin menjadi penulis alangkah baiknya nya mempelajari dulu dengan seksama pada peraturan pemerintah nomor 75 tersebut karena dengan PP ini proses penerbitan buku akan menjadi lebih cepat Kenapa lebih cepat karena ada aturan-aturan yang detail Bagaimana Sisi penulis mengajukan naskah sehingga Sisi penerbit dalam mengelola naskah menjadi buku

Sesuai dengan temanya bagaimana menerbitkan mayor dalam mengelola naskah untuk dapat disebarluaskan di outlet-outlet yang menjadi sumber Pendapatan nya. Pembagian penerbit mayor dan minor sebenarnya tidak ada dalam undang-undang pembukuan nomor 3 tersebut jadi ini hanya pembagian yang secara alamiah terjadi di mana penerbit Mayor tentu mempunyai jumlah produksi yang lebih tinggi dibanding dengan penerbit minor. 



Oleh karena itu Perpustakaan Nasional, kemudian digolongkan ke dalam penerbit yang diproduksi ribuan dan ratusan yang terlihat dalam bagian ISBN yang dikeluarkannya

Penerbit mayor dan penerbit minor kemudian terjadi juga di sisi Pemasaran Buku di mana ada penerbit yang mampu menjangkau secara nasional dan ada yang regional. Hal ini diperuncing lagi dengan pembagian yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi di Indonesia atau Kemendikbud Dikti yang mensyaratkan terbit buku harus berskala nasional penyebarannya, 

Penerbit yang sudah terlanjur beroplah besar tentu tidak ada masalah dengan hal itu karena memang skala produksi mesin produksi memang sudah terlanjur besar sehingga untuk memenuhi pasar Nasional tidak terlalu sulit. 

Outlet toko buku merupakan sarana pemasaran yang cukup efektif pada era pademi ini ternyata mengubah pola distribusi buku dengan cukup signifikan di mana saluran outlet yang dahulunya jalur utama saat ini justru menjadi korban dari keganasan virus covit 19, karena ditutup nya jaringan-jaringan toko buku atau dibatasinya aktivitas pusat pembelanjaan.

Di sisi penerbit sebagai dapur pengelolaan naskah dan penulis sebenarnya tidak ada masalah cukup berarti dari sisi penerima naskah baru titik di era ini ini naskah masih saja mengalir dengan cukup bayi mungkin karena banyak calon penulis yang melakukan wfh sehingga banyak waktu untuk melakukan penulisan naskah buku.

Tuntutan untuk tetap produksi kepada para pengajar baik guru maupun dosen menjadi lajur naskah mau baru masih tetap terjaga dengan baik. Yang menjadi kendala adalah justru di pengelola naskah, mulai dari editor setting perwajahan dan cover hingga produksi buku cetak.

toku buku fisik banyak terkendala kebijakan pemerintah, sehingga secara otomatis proses penerbitan buku menjadi melambat menyesuaikan dengan kondisi output penjualan buku yang melambat.

Dengan berlakunya psbb di beberapa daerah dengan otomatis toko buku andalan penerbit yaitu Gramedia memarkirkan bisnisnya disisi Pit Stop dan berhenti sama sekali. Dari omset normal dan berhenti di tiptop menjadikan omset terjun bebas hanya berkisar 80 90% menurutnya outlet yang ditutup menjadi beberapa penerbit ikut terimbas, sehingga merespon Sisi bisnisnya kembali, hal ini berdampak secara secara langsung ke produksi buku hingga ke sisi penulis buku yang telah memasuki naskah ke Penerbit menanti bersemi di toko buku.

Sebelum hari raya 2021, perkembangan penjualan buku cukup baik, membuat banyak penerbit menaruh harapan yang cukup tinggi pada saat itu titik setelah hari raya ternyata gelombang copied mengembalikan penjualan buku ke Titik terendah sejak 2020, sehingga kami sebagai penerbit akhirnya harus mencopot outlet-outlet baru.

Pengalaman kami, identitas tema buku menjadi sangat penting saat keadaan kau seperti ini kami beruntung tema-tema yang apto data mengenai virus Corona, telah kami tebar ke penulis-penulis kami sebelumnya, sehingga dengan cepat kami mendapat bahan-bahan buku yang berkaitan dengan virus.

Kesiapan penulis dalam menulis materi sebuah buku menjadi tantangan tersendiri mengingat bahan-bahan sumber rujuk masih belum tersedia dengan mudah titik karena mempunyai database penulis yang cukup banyak, sehingga dapat menulis yang cukup baik hingga dengan cepat kita berkompeten di bidang ini dan dengan cepat kita meramu materi, kemudian kita launching dan beruntung mendapatkan sambutan yang baik

Kesiapan penulis, dalam menuliskan materi dalam sebuah buku menjadikan tantangan tersendiri, mengingat bahan-bahan sumber rujukan masih belum tersedia dengan mudah. Kami mempunyai database penulis yang cukup baik, sehingga dengan cepat kita mengidentifikasi siapa penulis yang berkompeten di bidang ini, Dan dengan cepat kita meramu materi, kemudian kita launch, dan beruntung mendapatkan sambutan yang baik.

Untuk penulis dipersiapkan menulis dalam updating materi tulisannya adalah menjadi mutlak diperlukan untuk dapat ditawarkan hasil tulisannya tersebut ke Penerbit untuk posisi produksi buku fisik tidak dilakukan pencetakan secara massal akan tetapi menyesuaikan dengan kondisi pasar yang ada. 

Untuk itu kesiapan penulis dalam update materi tulisan menjadi mutlak diperlukan untuk dapat ditawarkan hasil tulisannya tersebut ke Penerbit dan saat ini merespons isi produksi buku fiksi untuk tidak dilakukan pencetakan secara masa akan tetap menyesuaikan dengan kondisi pasar yang itukuaktif. 

Untuk itu penerbit memberi kesempatan yang lebih lebar kepada bapak ibu calon penulis untuk mencoba memasukkan era baru ini, gimana produksi buku akan mengikuti keinginan pasar secara lebih spesifik

Produksi kami saat ini memenuhi permintaan cetak dari 10 eksemplar hingga 300 eksemplar titik reproduksi ini kami sesuaikan dengan keadaan daya serap pasar yang cenderung mengikuti komunitas dan penulis buku sendiri. 

Narasumber sudah memberikan penjelasan dengan lengkap dan pencerahan an-nisa Lebih memahami cara kerja sebuah penerbit besar, seperti penerbit Andi. 

Untuk penjualan online cukup membantu tetap menjaga cash flow dan yang paling penting kita mencoba untuk memproduksi buku dalam bentuk digital atau ebook supaya ya ya ke sempatan untuk terbit menjadi lebih luas. 

Narasumber memberikan buku digital yang bernama buku digital.my. Id untuk melihat buku-buku yang telah kami produksi

Salah satu trik untuk mempercepat terbit adalah mengikuti arahan dari PP 75 yaitu melakukan editing Mandiri dari sisi penulis sehingga akan sangat membantu dalam proses editor di sisi penerbit

Untuk kesempatan ini penulis mencoba dapat dengan mempelajari bagaimana melakukan editing Mandiri sebelum diserahkan ke Penerbit, sehingga proses penerbitan akan dapat dipersingkat

Syarat utama naskah dapat diterima oleh penerbit mayor tulisan harus baik dan unik, baik dalam pemilihan tema yang menarik dan dan yang paling penting adalah unik, karena mempunyai hal yang yang berbeda dengan yang lain mempunyai nilai kebaruan.

Kekurangan penerbit Mayor adalah banyak naskah yang masuk, sehingga waktu seleksi dan produksi terbebani dengan antrian yang sangat banyak. Untuk dapat deal dengan cepat. Semua penerbit Mayor akan sangat tertarik jika penulis mempunyai captive market sendiri, sehingga penulis yang mempunyai massa, guru, dosen, penggiat, artis menjadi magnet yang cukup menarik untuk dapat diterbitkan. 

Buku sebaiknya sudah diputuskan formatnya oleh penulis dalam arti penulis sudah mempunyai banyak ukuran buku, ketebalan, dan setiap pembacanya.

Struktur buku yang baik, juga sangat menarik editorial untuk memutuskan diterbitkan atau tidak sebuah buku titik dengan struktur buku yang baik tentu akan memudahkan naskah untuk diolah secara optimal.

Trik yang bisa dilakukan adalah tulisan memang mempunyai tema yang up to date atau mempunyai nilai kebaruan yang baik ataupun kalau sebagai flower dari tema buku yang sudah ada harus mempunyai keunikan tersendiri. Hal ini penting nya untuk mengamati buku pesaing yang telah terbit, kita bisa mencari kelemahan buku tersebut dengan menulis dari sisi lain

Banyak penulis pemula yang lolos terkadang memang memanfaatkan captive Market Tadi atau dengan menguasai massa sehingga penerbit dapat dengan percaya diri menerbitkan dan memasarkan buku tersebut karena berbagi data dengan penulis

Penerbit Mayor kadang banyak naskah yang menjadi pilihan sehingga diagram pemilihan naskah menjadi semakin kecil untuk memilih memilah dan memiliki buku yang akan diterbitkan. Sebagai penulis pemula sebaiknya menggandeng penulis yang pemula sebaiknya untuk menjadi Mitra penulisan  untuk mengangkat Nama penulis pemula bisa menggunakan trik meminta kata pengantar atau kau meminta komen yang dapat ditampilkan di cover buku atau background cover buku. 

  1. Untuk proses penerbitan buku dari mulai menyerahkan hingga terbit proses penerbit standar reretan antrian penilaian 3 minggu, editorial 3 minggu setting perwajahan dalam buku paralel dengan cover buku 3 minggu, proses cetak Minggu, dan terakhir distribusi 1 sampai 2 bulan.
  2. Untuk penulisan dalam bahasa Inggris penerbit Mayor memiliki Editor khusus hanya dari segi kebahasaan dan struktur buku, memiliki editor khusus untuk bahasa Inggris, walaupun editorial yang dilakukan adalah hanya dari segi kebahasaan dan struktur buku. Di mengisyaratkan
  3. Jika naskah buku dalam bahasa Asri tidak syaratkan di Proof reading oleh ahlinya

Untuk pembuatan buku digital atau ebook keuntungan bagi penerbit mayor penerbit buku digital kami bekerjasama dengan Google Books bisa mencoba di buku digital. My. id di situ Kak Open 20 persen materi bisa dibaca secara free. apabila ke orang lain file buku tersimpan di server Google digital sudah dibeli , tidak bisa di-sharing 


Yang terbukti cukup aman dari proses pengambilan dari orang yang yang tidak membeli bukunya

di_sharing_ ke orang lain. File buku tersimpan di Server Google, yang terbukti cukup aman dari proses pengambilan dari orang yang tidak membeli bukunya.

Kami tetap melakukan seleksi, karena target kami adalah tetap memproduksi buku secara massal, tidak hanya _Print On Demmand_ seperti penerbit Indie. Karena sisi permintaan penulis saja kami akan menerima pesanan buku skala kecil.

Penerbit Andi  sekarang dapat menerima pesanan buku skala kecil dengan meninggalkan identitas sebagai penerbit mayor..





  Apakah latar belakang organisasi intra dan ekstra kampus seperti BEM dan HMI akan berpengaruh pada gaya tulisan ?   Kedua : Benarkah para penulis penerbit Andi adalah orang yang terbaik di bidangnya.  Sehingga buku dari penerbit Andi selalu jadi pilihan utama.

Dari pengalaman kami, penulis dengan latar belakang organisasi memang mempunyai gaya tersendiri dalam penulisannya. Terkadang mengandung banyak sekali pesan, kritik, saran, dan cenderung _satire_. Dan mereka kuat di segi pendanaan karena lihay dalam mencari peluang pendanaan baik dari lembaga non pemerintah, atau lembaga penelitian dari luar.

Penulis-penulis di tempat kami biasanya menulis dalam jangka waktu yang lama. Terkadang sejak kuliah S1 mereka sudah aktif menulis, dan penulis sudah menjadi keluarga besar kami. Karena saking lamanya bekerjasama dengan kami, sehingga setelah mereka _Guru Besar_ mereka masih setia menulis dengan tema yang sama saat mereka masih S1.

Dengan hubungan seperti itu, menjadikan penulis kami seolah-olah memang menjadi terbaik di bidangnya. Faktanya sebenarnya mereka setia dengan materi yang telah menjadi kompetensi mereka sejak lama.

kegiatan pembuatan buku antologi yang berkesinambungan hingga 10 buku. (di penerbit Indie). Di situ saya sdh mengirim 6 naskah yang seharusnya akan menjadi 6 buku. Dari 10 buku itu, baru diterbitkan 1 buku. Dan itu sudah 4 bulan yang lalu. Setahu saya buku yang sudah lengkap naskahnya ada 3 buku lagi. Tetapi itu juga belum diterbitkan. Saya sebenarnya masih berharap untuk bisa diterbitkan untuk buku yang sudah lengkap. Namun bagaimana naskah yang belum lengkap? Apa yang harus saya lakukan. Apakah saya tarik lagi atau dibiarkan saja. Apakah ada konsekuensi atas penarikan naskah dari penerbit? Sedangkan saya masih ingin tetap menjaga hubungan baik. 

Penerbit Indie, sangat tergantung dari kemampuan penulis dalam mendanainya, sehingga apabila terhenti biasanya adalah masalah _pendanaan_ dan distribusi. Cara memandang naskah memang berlainan antara penerbit indie dan penerbit mayor seperti kami. Biasanya kami berpikir, _jika saya danai ... bisa jalan tidak buku ini_ artinya memandang naskah dengan skala produksi yang masif.

Terkadang faktor penulis yang meminta untuk dapat terbit dengan skala kecil, karena kemampuan pendanaan di sisi penulis memang baru seperti itu. Untuk buku yang pernah diajukan, memang sebaiknya berterus terang ke penerbit tersebut apakah faktor pendanaan tadi yang menjadi masalah.

Sebaiknya tali silaturahmi masih tetap dijaga, dengan tidak dengan sepihak mencabut hak terbit dari penerbit tersebut, meskipun hak tertinggi adalah di Hak CIpta penulis.

Kalaupun tidak ada kelanjutannya, bisa bapak berikan surat sepihak bahwa proses penerbitan akan dialihkan ke penerbit yang lain. Hal ini tidak ada masalah karena hak cipta adalah di penulis.

karena melihat kondisi buku- buku mengenai covid 19 dan segala sesuatu yg melekat padanya menjadi topik hangat dalam pembuatan buku saat ini.

Novel saat ini yang masih menarik dan stabil penjualannya adalah _roman_ percintaan, _happy ending_, dan horror. Tema-tema kolosal, tema intrik dan konflik, pada dasarnya kurang diminati, kecuali konflik kolosal imajinatif masih diminati walaupun nulisnya cukup susah bagi penulis.

Tema-tema covid ini terlihat _wait and see_ bagi penerbit karena jangan-jangan peristiwa ini hanya sesaat. Memang cukup membingungkan hal ini, pada awal covid, buku-buku kami bertema covid, makanan sehat, imun, dan kajian ilmiah covid cukup baik di pasaran. Tapi hanya sesaat, kemudian melandai. Saat terjadi gelombang Covid Varian Delta, tampaknya masyarakat sudah lelah dengan covid, sehingga buku covid justru malah menurun penjualannya.

Untuk penulisan buku ada ukurannya nya nya Jumlah halaman sebaiknya antara 75-150; ukuran A4; spasi 1,5; huruf times new roman 12. Ketebalan buku menentukan ukuran punggung buku, sehingga dapat diberikan penanda judul buku di pungguna buku. Jika terlalu tipis, punggung buku tidak bisa diberikan penanda judul buku. Toko buku biasanya tidak menghendaki buku terlalu tipis, karena susah men _display_ di rak buku.

Untuk mengetahui kita mencetak buku Kapan buku selesai maka akan memberikan surat perjanjian sebelum dicetak masa kemudian setelah buku diproduksi, buku akan dikirimkan sampelnya ke penulis. 

Akan memberikan Surat Perjanjian sebelum dicetak massal, kemudian setelah buku diproduksi, buku akan dikirimkan sampelnya ke penulis.

Alhamdulilah resume pertemuan 11 selesai mudah mudah bermanfaat bagi pembaca.



Pertemuan ke 11 : 4 Agustus 2021                          Jam 19.00 WIB.                                                          
Tema : menguak dapur penerbit mayor  
Narasumber: Edi S. Mulyanta
Moderator :   Sri sugiastuti
Gelombang ke 19 dan 20.                              
Nama :  Nia Kania Dewi  SMAN 1 Rancaekek




,

 

Menulis Autobiografi

  Menulis Autobiografi Alhamdulilah  jumat berkah untuk mengikuti Pelatihan Belajar menulis di PGRI yang mana pertemuan kali ini  di bawakan...