Kamis, 19 Agustus 2021

Konsep Buku Non Fiksi

 Konsep Buku Non Fiksi

Satu hari setelah kemerdekaan Republik Indonesia tepatnya malam ini ini saya mengikuti kegiatan latihan pembelajaran menulis di PGRI. 

Seperti biasa Mr Bam's membuka acara pelatihan menulis di mana Mr Bam's disini sebagai Moderator. Tak lupa sebelum memulai kegiatan memulai berdoa biar lancar dalam belajar menulis. Paling senang misal Mr. Bam's sebagai Moderator karena ada kata-kata yang sangat menarik di sini kebetulan di pertemuan kali ini. Bagi yang belum memberikan senyuman terbaik untuk seisi rumah, silahkan berikan senyuman agar semangat menggelora dalam diri serta orang-orang terkasih di sekeliling kita. 😁.    Siapkan minuman hangat juga cemilan yang membuat kita semakin rileks dimalam ini.

Setelah itu Moderator memperkenalkan Narasumber kita yang di biasa di panggil dengan ibu Lin yang nama aslinya adalah Ibu Musiin,.MPd

Narasumber kita akan memaparkan materi Mengenai Konsep Buku non Fiksi. Yang sebelumnya menyapa kepada para penulis hebat kelas menulis pelatihan pembelajaran menulis PGRI dan mengambil tema Konsep buku non fiksi. Gelombang 19 dan 20 ini di pertemuan ke-17 saya berkesempatan untuk memaparkan materi yang sampaikan hari ini Nah sedikit pengalaman dari saya bahwa saya adalah alumni gelombang ke-8 yang juga mendapatkan kesempatan sekaligus tantangan menulis yang diberikan Prof Eko. Kami bersembilan telah berhasil melakukan menulis  Prof Eko dan buku kami telah berhasil dipajang di toko buku Gramedia secara online maupun offline. Buku karya saya berjudul Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi.

Saya telah berhasil mengalahkan ketakutan dari diri saya sendiri. Ketakutan itu merendahkan potensi saya untuk menulis.

Saya yakin Bapak Ibu pasti juga mampu menjadi PEMENANG  DENGAN MENERBITKAN TIDAK HANYA 1 buku namun puluhan buku.

Ketakutan  yang saya rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:

Takut tidak ada yang membaca.

Takut ssalah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.

Merasa karya orang lain lebih bagus. 

Ketakutan itu yang sering kali membuat saya konyol dengan hanya duduk berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun.

Akhirnya saya singgah di Kelas menulis Om Jay dan bertemu dengan banyak penulis pemula dan pemateri hebat, salah satunya adalah Prof Eko. Dan cahaya untuk berkarya berasal dari diri saya sendiri. Saya yang minder untuk menulis, menjadi berani untuk menulis. Kegiatan menulis ternyata sangat menyenangkan. Bapak ibu jangan sampai menjadikan kegiatan menulis, sebagai contoh menulis resume kelas Om Jay menjadi sebuah mimpi buruk.

Prof. Eko saya ibaratkan sebagai seorang Master  Chef  yang memberi kita banyak pilihan bahan masakan yang bisa kita olah menjadi berbagai jenis hidangan. Pilihannya ada pada diri masing-masing peserta. Bahan masakan yang disediakan Prof Eko, bisa kita peroleh di Prof EKOJI Channel.  Seperti yang disampaikan Prof Eko, Bapak Ibu bisa menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita,  atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai. Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan. Saya memiliki buku, Bapak Ibu juga memiliki buku, NAMUN buku tersebut MASIH belum lahir.

Ini dia pertanyaan yang sangat menusuk hati kita "IS THERE A BOOK INSIDE YOU?"

Dan Poynter, menulis sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para penulis pemula, judulnya Is There A Book Inside You? Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya.

Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian entah itu pahit atau manis  mengukir perjalanan  hidup kita. Jadi,  semua tergantung pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak.  Atau hanya dikeluarkan dalam bentuk pengajaran di kelas-kelas saja atau hanya dalam bentuk obrolan atau cerita kepada anak cucu saja, yang tidak meninggalkan jejak keabadian.

Menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS

Mengapa ingin menjadi penulis Apa alasannya sebagai berikut:

Mewariskan ilmu lewat buku.

Ingin punya buku karya sendiri yang bisa dipajang di toko buku online maupun offline

Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.

Kutipan terkenal dari Imam  Ghazali dan Pramoedya Ananta Toer menjadi penguat mengapa saya ingin menjadi penulis.


Keinginan kuat  ternyata mengantarkan ke hukum tarik menarik di alam semesta ini. Hukum Tarik-Menarik dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan.  Pikiran menjadi penulis mengantarkan saya mengikuti kelas-kelas menulis (salah satunya kelas Om Jay dan  tantangan menulis selama 1 minggu bersama Prof. Eko.

penulis hebat,malam ini kita membahas buku nonfiksi. Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) 

             Contoh: Buku Pelajaran

Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.

             Contoh: Buku Panduan

Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)

Pola yang saya pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster.

Proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni

Pratulis

Menulis Draf

Merevisi Draf

Menyunting Naskah

Menerbitkan

 Langkah Pertama

Pratulis

Menentukan tema

Menemukan ide

Merencanakan jenis tulisan

Mengumpulkan bahan tulisan

Bertukar pikiran

Menyusun daftar

Meriset

Membuat Mind Mapping

Menyusun kerangka

Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 

Pengalaman pribadi

Pengalaman orang lain

Berita di media massa

StatusFacebook/Twitter/Whatsapp/Instagram

Imajinasi

Mengamati lingkungan

Perenungan

Membaca buku

Semua hal bisa menjadi ide tulisan kita. Sekarang kembali ke buku yang saya tulis. Tema yang saya angkat di buku saya adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa,  mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020

Menulis tentang literasi digital. Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet. 

Referensi terdiri  dari :

Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ; 

Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;

Pengalaman yang diperoleh sejak bal i ta hingga saat ini ;

Penemuan yang telah didapatkan.

Pemikiran yang telah direnungkan

  

Tahap berikutnya membuat kerangka. Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia

A. Pembagian Generasi Pengguna Internet

B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet

BAB 2 Media Sosial

A. Media Sosial

B. UU ITE

C. Kejahatan di Media Sosial

BAB 3 Literasi Digital

A. Pengertian

B. Elemen

C. Pengembangan

D. Kerangka Literasi Digital

E. Level Kompetensi Literasi Digital

F. Manfaat

G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi

H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara

A. Keluarga

B. Sekolah

C. Masyarakat

BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62

A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia

B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia

C. Membangun Digital Mindset Warganet 

Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, saya mengikuti nasehat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau 

(https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)

Beliau juga akan memberikan materi kepada Bapak Ibu dan langkah beliau sangat mujarab

Dengan mengikuti langkah beliau, tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.

Menurut beliau ada 5 langkah yang harus dikerjakan antara lain:

Langkah Pertama

Berikut ini adalah anatomi sebuah buku non-fiksi.

  Anotomi Buku

Halaman Judul

Halaman Persembahan (OPSIONAL)

Halaman Daftar Isi

Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)

Halaman Prakata

Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)

Bagian /Bab

Halaman Lampiran (OPSIONAL)

Halaman Glosarium

Halaman Daftar Pustaka

Halaman Indeks

Halaman Tentang Penulis

Jadi kalau mau mengikuti ujian sertifikasi penulis buku anatomi buku itu ada, Halo memang harus menggunakan jalur potofolio, buku yang ditulis pasti akan dilihat anatomi bukunya.

 Langkah kedua

Menulis Draf

Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas

Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

Langkah ketiga

Merevisi Draf

Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian

Memeriksa gambaran besar dari naskah.

Langkah keempat 

Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)

Ejaan

Tata bahasa

Diksi

Data dan fakta

Legalitas dan norma

KBBI online sangat membantu penulis dalam menyunting naskah.

Langkah kelima

MENERBITKAN.

Bagaimana dengan hambatan-hambatan dalam menulis? Pasti melewati jalan mulus tidak berlobang pasti mengantuk. Jadi ya harus bertemu dengan aral dan rintangan.

Hambatan-hambatan dalam menulis 

Hambatan waktu

Hambatan kreativitas

Hambatan teknis

Hambatan tujuan

Hambatan psikologis

Bagaimana cara mengatasinya?

Banyak membaca

Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.

Disiplin menulis setiap hari.

Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak)

Diawali dengan anne-marie menggunakan Google Trend untuk menulis sesuatu yang dekat dengan kita yang kita kuasai dan kita cintai titik untuk yang kita cintai pasti kita mau melakukan apa saja.(Bu lin)

Dengan cara kita banyak mencari inspirasi di lingkungan untuk mendapatkan ide dan kekreatifitasan kita untuk menulis atau dengan literasi dan sering juga menulis untuk membangkitkan rasa percaya diri dalam menulis. Dengan menggunakan Google Trend kita dapat menggunakan kecerdasan buatan untuk mereka apa saja yang dicari orang, untuk dasar penulisan bagi seorang penulis. 

Sesi tanya jawab

Menjadikan menulis sebagai keterampilan seperti pemateri,  apa langkah awal pemateri agar tulisan menginspirasi pembaca?

Jawab 

Seperti saya sampaikan di materi saya, berapa ratus purnama telah kita lalui, duka dan tawa telah mewarnai kehidupan kita. Seandainya kita menulis sejak kecil dan semua hal yang menginspirasi kita tulskan, berapa puluh buku yang diterbitkan.Dengan menulis sesuatu yang dekat dengan kita, yang kita kuasai dan kita cintai. Untuk yang kita cintai, pasti kita mau melakukan apa saja. Jadi ingat dengan ketika kita di bangku sekolah dan kita disuruh mengarang dengan tema yang telah ditentukan oleh guru kita. Saya yakin semua pernah mengalami itu, dan kita bisa menebak hasilnya kurang bagus dan kita sangat terpaksa melakukan itu. Untung sekarang kita di era Merdeka Belajar, semoga hal seperti itu tidak terulang kembali untuk peserta didik kita. Jadi kita bisa mengambil sesuatu yang merupakan pengalaman terbaik kita ataupun orang-orang di sekitar kita menjadi tulisan yang menginspirasi. Tahun lalu saya bersama-sama peserta didik saya menulis sebuah antologi dengan judul Selaksa Hikmah Dari Tarokan. Mereka menulis berdasar pengalaman mereka sehari-hari, dengan  orang-orang sederhana, namun hasilnya luar biasa.

Bagaimana cara ibu membagi waktu antara mengajar, bekerja sosial,  berbisnis dan menulis.?

Jawab

Iibaratnya adalah seorang konduktor. musik, seperti mas Adi MS. Kita akan merasakan sesuatu itu enak didengar atau sumbang karena sudah terbiasa dan bergelut dengan hal tersebut setiap hari. Semakin kita sibuk dan banyak kegiatan, kita akan sangat menghargai waktu kita dan berusaha agar iramanya enak didengar dan harmoni. Pembagian waktu tergantung diri kita, kitalah manager atas diri kita. Saya yakin dengan menjadi penulis, kita akan semakin bijaksana membagi waktu.

Bagaimana cara menuangkan tema yang dipilih menjadi judul yang menarik sekaligus trend tinggi?

Jawab

Bapak Joko Irawan, Direktur Penrbit Andi mengatakan sebelum menulis kita harus melihat trend yang terjadi di masyarakat. Aplikasi yang bisa digunakan untuk melihat fenomena tersebut adalah dengan menggunakan Google Trends.

Google Trends menggunakan kecerdasan buatan untuk merekam apa saja yang dicari orang melalui Google, apa saja yang diberitakan di Google. Hasil analisis di Google Trends bisa menjadi dasar untuk menulis.

https://trends.google.co.id/trends/?geo=ID

Trik menuangkan tema/judul ke dalam kerangka /draf yang sesuai alur,sehingga tidak keluar dari tema

Trik menuangkan tema/judul ke dalam kerangka /draf yang sesuai alur,sehingga tidak keluar dari tema adalah dengan langkah-langkah yang saya sampaikan di Pratulis.

Menentukan tema

Menemukan ide

Merencanakan jenis tulisan

Mengumpulkan bahan tulisan

Bertukar pikiran

Menyusun daftar

Meriset

Membuat Mind Mapping

Menyusun kerangka

Apakah tulisan nonfiksi sama dengan tulisan hasil penelitian

Jawab

Betikut ini jenis tulisan nonfiksi

Otobiografi.

Esai.

Opini.

Memoar.

Junal.

Biografi.

Buku pedoman.

Karya tulis ilmiah (skripsi, tesis, disertasi)

Hasil penelitian merupakan salah satu tulisan nonfiksi.

Apa sih keistimewaan dari buku non fiksi, dan mengapa buku non fiksi tampaknya lebih di sukai oleh khalayak pada masa pandemic covid 19 ini.

Jawab

Buku non fiksi adalah karya yang berdasarkan data dan fakta.

Di masa pandemi ini jika kita masuk ke Google Trends dan memasukkan kata kunci vaksin, hasilnya seperti ini. Hal ini bisa dilihat, bahwa trend tentang vaksin cenderung meningkat. Di masa pandemi seperti ini, yang dicari oang adalah informasi yang berdasrkan data dan fakta. Orang semakin pandai dalam berliterasi digital. Tulisan-tulisan non fiksi cenderung lebih disukai saat in, karena di tengah berita hoax, berita yang simpang siur, orang percaya jika itu ada dat dan fakta.

Motivasi terbesar yg kemudian ngalahkan rasa takut, juga rasa malu ditambah rasa malas 😃  Dan bagaimana caranya melawan hawa negatif itu.

Jawab 

Motivasi terbesar ada di dalam diri kita, dan itu tidak bisa dikondisikan oleh orang lain. Jawabannya ada di dalam diri kita.

Saya kira yang ikut Kelas Menulis Om Jay ini sudah melangkah ke jenjang lebih tinggi, berani mengalahkan rasa malas, rasa takut dan juga malu. Bapak Ibu sekarang sudah memiliki blog yang menampung tulisan Bapak Ibu dan tiap hari sudah siap dibaca orang. Ini berarti sudah tidak takut, tidak malas dan tidak malu. Hebat kan!

Dengan group Wa tanpa tatap muka kita sudah mengalahkan musuh diri kita sendiri. Ayo bangkit kaum rebahan dan mulai menghasllkan karya. Kalau tidak sekarang kapan lagi. Semangat💪

Bagaimana kita menerbitkan buku dari skripsi atau tesis kita namun supaya termasuk buku yang lagi trandnya naik ?

Untuk thesis atau skripsi tidak bisa diterbitkan jika masih berupa thesis atau skripsi. Ini harus kita ganti formatnya dengan cara mengubah menjadi best practice, artinya hal-hal terbaik apa yang ada di dalam penelitian tersebut dan sejalan dengan yang lagi dicari orang untuk saat ini. Misal, penelitian tentang efektivitas pembelajaran online, ini akan menjadi buku yang menarik dan dicari banyak pengajar jika berjudul Inspirasi Kelas Virtual. Buku yang berisi trik dan tips maupu panduan sangat disukai orang.

Adakah buku yang merupakan gabungan non fiksi dan fiksi ? Apakah struktur penulisan sama dgn yg dijelaskan ? Gabungan fiksi dan nonfiksi misalkan komik pembelajaran. 

Datanya nonfiksi, namun disajikan secara fiksi supaya menarik untuk dipelajari.

1. Boleh kah kata pengantar dibuatkan oleh kepala sekolah tempat kita mengajar

2. Untuk penulisan biodata penulis untuk penulisan standar itu berapa kata yang harus di tuliskan,terimakasih sebelumnya.

Perbedaan kata pengantar dan prakata. Kata pengantar ditulis oleh orang lain, sedangkan prakata ditulis penulis itu sendiri. Kepala sekolah bisa menuliskan kata pengantar untuk buku Ibu. Sedangkan  biodata penulis biasanya 1 halaman.

kesempatan menulis ini adalah luar biasa. TAKE IT OR LEAVE IT.

Semoga apa yang disampaikan malam ini, menjadi penyemangat untuk mewujudkan cita-cita sebagai penulis. 

Keabadian sepanjang zaman adalah karya yang bisa dirasakan walau kita sudah tiada. DIALAH BUKU.

Terima kasih atas kesempatan yang luar biasa ini. Saya mohon maaf jika ada tutur kata yang kurang berkenan. 

Salam sehat. 

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 



Gelombang :19 dan 20

Tema : Konsep Buku Non Fiksi

Narasumber : Musiin,.MPd

Moderator :Mr Bam's

Hj.Nia Kania Dewi,. ST. M. MPd

SMAN 1 RANCAEKEK


Selasa, 17 Agustus 2021

Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan



Tidak terasa  Pelatihan Belajar Menulis di PGRI sudah pertemuan ke 15 yang mana hari ini jumat tanggal  13 agustus 2021. Jam 19.00 sampai jam 21.00.Walau pun banyak tugas meluangkan waktu untuk terus menulis resume tetap semangat ingin merahi cita cita menulis buku. 


kata-kata pembuka dari bu Maesaroh sang Blogger Milleneal menyemangati peserta siapkan semangat, singsingkan  dengan bajunya,gerakkan jari serta tuangkan  ide-ide menarik. Menulislah untuk memerdekakan pikiran, se-meredekanya 17 agustus sebagai hari kemerdekaan. 


Sekali gus pembukaan untuk latihan belajar menulis di PGRI, Ibu Maesaroh sang blogger milenial sekaligus membuka dan menjadi Moderator. Yang mana Ibu Maesaroh menyebutkan tema malam ini adalah Proofreading Sebelum Penerbitan Tulisan. 

Tema malam ini adalah "Proofreading sebelum terbitkan tulisan disampaikan oleh pak Susanto,S,Pd sebagai Narasumber  yang lebih akrab dipanggil Pak De beliau akan memandu Bagaimana bisa terpublikasi dengan baik tanpa ada kesalahan dalam menulis atau yang dikenal dengan" typo", kesalahan ejaan ataupun tanda baca. 


Dengan tema "Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan" pelatihan ini  akan sampaikan oleh pak Susanto, S,Pd yang lebih akrab dengan panggilan Pak D sebagai narasumbernya. Beliau akan memandu bagaimana tulisan bisa terpublikasi dengan baik tanpa ada kesalahan dalam menulis atau yang di kenal dengan istilah "Typo", kesalahan ejaan atau pun tanda baca.


Narasumber Susanto,S, Pd mempunyai kelebihan, ahli dalam hal editing. Kemahiran beliau ini mengantarkan menjadi seorang editor pada komunitas pelatihan menulis. Narasumber sangat setuju dengan nasehat para pakar menulis,"tulisan saja, jangan pedulikan teknis. Salah tidak apa-apa mumpung ide masih mengalir, jika sudah selesai, barulah kita lakukan editing." Akan tetapi sering terjadi ketika kita menulis, muncul keinginan agar tulisan itu harus sempurna. Sehingga muncul kekhawatiran: nanti tulisan jelek, tidak layak baca, bahwa kesalahan ejaan, kalimat kayak tahi baca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan layak untuk diperbaiki.

        

Proofreading


Proofreading atau yang kadang disebut dengan ujian baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, dengan tujuan untuk memeriksa apa ada kesalahan dalam tulisan teks atau tulisan disebut. Dan kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir yang dilakukan setelah tulisan diselesaikan. 


Pengeditan


Pengeditan merupakan proses yang melibatkan perubahan bisa pada konteks, struktur, serta bahasa. Sedangkan Proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi. 


Perbedaan Proofreading dengan Pengeditan 


Proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan. Jadi, proofreading tidak hanya sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum. Sedangkan editing lebih fokus pada aspek kebahasaan. 

Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca, melainkan seorang proofreader juga harus memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima Logika dan dipahami pembacanya. Harus mengenali Apakah sebuah kalimat efektif, strukturnya sudah tepat atau belum, sehingga memastikan agar substansi tulisan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca. Jadi tugas seorang proofreader lagi adalah bagaimana caranya membuat text mudah dipahami pembaca dan tidak hilang dari substansi awal


Seorang blogger ingin menerbitkan tulisan, begitu selesai menulis mungkin karena pengen mempublikasikan langsung kirim. Maka dari itu seorang blogger harus lebih cermat untuk penulisan kata demi kata huruf demi huruf biar tidak terjadi kesalah pahaman atau arti kata.


Ketika menjadi Proofreader, Pak D. Susanato menemukan kasus-kasus sebagai berikut:


  1. Ada tulisan yang sudah bagus, uraian sesuai tema, struktur bahasanya bagus, kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang, tetapi terjadi kesalahan dalam meletakkan tanda koma atau tanda baca lainnya,

  2. Ada  tulisan yang masih "kacau" dari segi struktur, misalnya karena kalimatnya berupa kalimat majemuk yang terdiri dari banyak sekali kalimat tunggal, maka proofreader harus bisa membungkus dan menjadikannya kalimat yang mudah dipahami dengan substansi dan maksud penulis tidak berubah.


Bagaimana kita melakukan Proofreading? 

  1. Cek ejaan, ejaan itu merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit

  2. Pemenggalan kata kata yang merujuk ke KBBI.

  3. Perhatikan judul bab dan penomorannya.

  4. Konsisten nama dan ketentuan.


Seorang blogger ingin menerbitkan tulisan, begitu selesai menulis mungkin karena pengen mempublikasikan langsung kirim. Maka dari itu seorang blogger harus lebih cermat untuk penulisan kata demi kata huruf demi huruf biar tidak terjadi kesalah pahaman atau arti kata.


Kiat mudah dalam pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh Pak D. Susanto sebagai berikut:


  1. Lakukan pencarian dengan menekan tombol CTRL secara bersamaan dengan tombol huruf F (CTRL+F).

  2. Ketikkan tanda "," (tanda koma), akan muncul teks highlight dengan warna kuning.

  3. Periksa apakah ada kesalahan atau ada spasi antara kata dengan tanda koma.


Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, postingan blog akan terbebas dari kesalahan pengetikan.


kesalahan dalam penulisan sebagai awalan dan sebagai kata depan perlu juga diperhatikan. Seorang penulis harus membedakan keduanya. JIKA kata Yang mengikuti di Adalah verba ATAU kata kerja, Maka di Ditulis serangkai. Untuk mengujinya, kata itu ada bentuk aktifnya jika diberi imbuhan me- .

Sebagai orang Indonesia yang mencintai Bahasa Indonesia, kita wajib mematuhi aturan yang terdapat di PUEBI, minimal mengetahuinya.




Video berikut ini menjelaskan tentang proses (preview) sebelum tulisan selesai. Jika ada kesalahan, pada draf kita tekan tombol CTRL+F lalu melakukan proses perbaikan tulisan.

 



Contoh proofreading:


Teks awal:


Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita non fiksi. Tetapi cerita non fiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu tidak bertentangan dengan aturan-aturan penulisan non fiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.


Teks Perbaikan:


Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita nonfiksi. Tetapi, cerita nonfiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu tidak bertentangan dengan aturan-aturan penulisan karya nonfiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.

Dalam KBBI:

  1. KBBI, non(adv) tidak, bukan: nonaktif;  nonberas, 

  2. tanda koma dipakai sebelum kata  penghubung, seperti tetapi,   melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara). Misalnya: saya ingin membeli kamera, Tetapi uang saya belum cukup titik ini bukan milik saya, melainkan milik ayah saya. Jadi jika dalam melakukan Pro prewedding hendaknya kita menggunakan alat bantu, yaitu: 

  • Puebi daring. 

  • KBBI daring.


Kesimpulan dari kegitan belajar malam ini adalah:


  1. Sebagai penulis kita juga harus berperan sebagai proofreader untuk tulisan kita sendiri.

  2. Kegiatan proofreading menyangkut pemeriksaan kesalahan dalam pengetikan, tata bahasa, dan logika makna dalam kalimat atau pargraf.

  3. Penggunaan kalimat efektif memudahkan pembaca memahami isi tulisan kita.

  4. Gunakan PUEBI dan KBBI sebagai panduan.


Alhamdulilah terimakasih Narasumber, semoga ilmunya yang didapat bermanfaat bagi saya dan bagi yang membaca blogsport saya dan menjadi panduan bagi peserta dalam menyempurnakan tulis sebelum diterbitkan. 


Gelombang 19 dan 20 

Pertemuan :15

Jam :19.00-21.00

Tema:Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber  : Susanto,S,Pd

Moderator: Maesaroh

Hj.Nia Kania Dewi,.ST. MMPd. 

SMAN 1 RANCAEKEK






        

                


Senin, 16 Agustus 2021

Menulis Melengkapi Naskah

 Menulis Kelengkapi Naskah




 

Seperti biasa hari senin malam ikut kegiatan menulis  di kegiatan menulis PGRI, yang mana pada malam hari menjelang malam kemerdekaan RI yang ke 76. Bangsa indonesia besok mau merayakan kemerdekaan. Sudah  2 tahun bangsa kita, bangsa Indonesia sedang dilanda musibah pademi covid 19, berbagai hambatan dan rintangan yang selama ini Bangsa Indonesia alami, baik buruk yang di hadapi bangsa indonesia  Semua.   mengalaminya. tapi Insya Allah badai pastilah berlalu mudah mudahan cobaan ini akan cepet surut. 


Pada kesempatan hari malam ini Masih diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan menulis PGRI. Sebelumnya ibu Aam Nurhasanah memberikan warning  sudah 16 resume kita sebagai penulis harus menicil atau membuat daftar isi. 


Pada kesempatan ini Ibu Aan Nurhasanah sebagai moderator yang mana sebelumnya meminta kepada seluruh peserta sebelum memulai pembelajaran kita Berdoa dulu menurut Kepercayaan dan keyakinan masing-masing. 


Ibu Moderator di sini menyampaikan bahwasanya untuk pertemuan kali ini mengumumkan form  Pendaftaran peserta

https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2021/06/data-peserta-pelatihan-belajar-menulis.html

Form pengumpulan resume:

https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2021/07/form-pengumpulan-resume-gel-19-20.html

Hasil Pengumpulan Resume

https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2021/07/hasil-pengumpulan-resume-gelombang-19-20.html

Form Bukti Buku terbit

https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2020/06/form-bukti-buku-terbit.html


http://bit.ly/daftarhadir_1920


Dan memberikan daftar hadir untuk pertemuan kali ini:

http://bit.ly/daftarhadir_1920 dan setelah materi selesai kumpulkan resumenya di https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2021/07/form-pengumpulan-resume-gel-19-20.html


Tugas peserta adalah mengumpulkan 20 link resume dan wajib menerbitkan buku solo sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat bernilai 40 jam. Oleh karena itu, cobalah mulai buat daftar isinya, karena 4 pertemuan lagi akhirnya terkumpul 20 resume.


Untuk malam ini narasumber Ibu Sri Rahayu, S.Pd.SD. Moderator memangil dengan sebutan Cikgu Tere. Beliau adalah salah satu alumni gelombang ke-4 yang bukunya terbit ke penerbit mayor PT Andi Offset yang minggu lalu sudah mengisi kelas menulis Omjay.


Simak CV beliau yuks

https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html


https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2020/10/bukan-guru-biasa.html


https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2020/06/cekgu-tere.html


https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2020/11/sang-buku-mendarat-di-ntt.html


Bentuk pengalaman penulisan buku narasumber menjelaskan bahwa saya pertama kali untuk mengikuti menulis terutama mulai produksi, sejak Om Jay  dalam  kegiatan belajar menulis wa. 


Dimulai dari buku Solo saya dan buku ke-4 dengan judul belajar dalam mengajar terbit tahun 2021 setelah menyelesaikan tantangan menulis di blog setiap hari bersama YPTD. 



Selain itu memang ada beberapa buku antologi yg saya tulis. Namun saya tidak menyimpannya.  Karena biasanya buku antologi saya karena menjadi pemenang di beberapa kegiatan menulis bareng.


Nah,  Bapak/Ibu, tentunya kita berharap bhw sebentar lagi kita akan mendapatkan mahkota sebagai penulis,  yaitu buku. Oleh karena itu,  malam hari ini, akan mencoba berbagi tetang kelengkapan naskah untuk menjadi sebuah buku.


Materi yang akan disampaikan ada di di https://www.instagram.com/p/CSoGR6bJVeS/?utm_medium=copy_link


Mencoba membuat materinya dengan menggunakan canva dan saya posting di akun instagram saya. ceritanya,  sambil belajar canva dan memanfaatkan akun belajar.id dari Kemdikbud ya,  Bpk/Ibu, nanti ada slide yg tidak ada di instagram,  karena di instagram terbatas hanya 10 foto.



Jika kita ingin menulis buku, kemudian bukunya ingin diterbitkan dan dicetak oleh penerbit,  maka kita harus melengkapi naskah buku kita dengan beberapa kelengkapan ini.



Sebenarnya itu belum semuanya ,masih ada bagian - bagian lain dari kelengkapan buku.  Seperti cover,  daftar pustaka,  dll.


Ada 4 bagian kelengkapan naskah di atas.


  1. Prakata.





Prakata adalah Berdasarkan pengalaman  sebagai penulis pemula,  saya pernah mengalami kebingungan antara Prakata dan Kata Pengantar. Ternyata Prakata berbeda dengan kata pengantar, perbedaannya:



Sering melihat postingan postingan di WA untuk kata pengantar yang Om Jay buat ternyata disini untuk kata pengantar pembuatan buku. Mungkin nanti saya juga akan mendapat giliran mendapatkan kata pengantar dari Om Jay.



  1. Daftar Isi. 


Daftar isi atau biasa disebut outline atau kerangka naskah buku mempunyai manfaat sebagai berikut:


  1. Memudahkan penulisan naskah buku,  

  2. Membuat penulis tidak bingung.

  3. Membuat tulisan lebih sirematis,

  4. Membuat penulis focus pada inti tulisan

  5. menjamin kelengkapan tulisan.



Daftar isi dibuat dengan menggunakan Tab Reference, Table of Content. Untuk mengganti atau mengubah level pada style dari daftar isi dilakukan dengan cara klik Custom Table of Content. Misalnya, menggunakan titik-titik pada nomor halaman


punya pengalaman menarik saat *menulis buku dalam waktu satu minggu* bersama Prof. Richardus Eko Indrajit. Saat itu memberikan challenge dlm kegiatan menulis seperti ini dan saya tertarik untuk mengikutinya.Akhirnya, setelah kelas belajar melalui WA selesai,  saya langsung buat Outline buku saya tersebut dan saya kirimkan ke Prof. Eko keesokan harinya

Saat itu,  saya hanya membuat 3 Bab yang saya perkirakan hampir 60 halaman.

Karena targetnya satu minggu, judul buku  adalah *Belajar Semudah Klik*. Merasa dikejar - kejar waktu. Tapi untungnya dengan adanya outline ini,  saya tetap fokus pada inti setiap bab.  Bahkan ketika ada waktu di mana saya harus benar - benar istirahat dulu.  Jadi outline ini sangat membantu saya. Tidak ada istilah mental blocking. Dan akhirnya Prof. Eko meminta saya untuk menambah jumlah Bab dan halaman.

Pengalaman menarik berikutnya adalah ketika saya baru tahu bahwa ada *cara mudah membuat daftar isi otomatis menggunakan microsoft word explore lagi ke menu dan tab di microsoft word nya.


sebenarnya kuncinya langkah langkah sebagai berikut


 1. Judul bab dibuat menggunakan Heading 1.


2. Judul bab dibuat menggunakan Heading 2.


sedang proses review oleh Penerbit Andi. Karena kita tahu bersama bahwa Penerbit Andi adalah penerbit mayor.  Proses seleksi sangat ketat.  Dan saat itu,  saya mengirimkan sinopsis buku saya tersebut. Berulang kali saya mencari referensi dan membaca ulang sinopsis yang saya buat.

Apalagi karena saya dan teman - teman penulis diminta untuk mempresentasikan isi buku kami di depan Prof. Eko.  



3. Sinopsis 


Belajar Rasanya seperti sidang tesis.  Di bagian akhir ada caption *Sinopsis berbeda dengan Blurb*

Untuk pemahaman sinopsis adalah: Sinopsis menceritakan keseluruhan isi buku secara ringkas.



Blurb hanya menuliskan bagian - bagian menarik dari sebuah buku.  



Penanda utama blurb adalah *pertanyaan yang mengundang rasa ingin tahu pembaca* Berikut ini adalah *contoh blurb*. 


4. profil penulis.


Mari kita amati bersama. Ini adalah bagian terakhir dari kelengkapan naskah buku,  yaitu profil penulis. 

  • Hal penting yang harus diperhatikan adalah profil penulis merupakan pendukung isi buku yang kita tulis.  Maksudnya jika kita menulis tentang tips menulis di blog,  minimal kita sudah mempunyai kompetensi di bidang itu.  Mungkin kita bisa menuliskan penghargaan sebagai blogger,  dll

  • Menulis harus relevan Misalnya kita menulis tentang pendidikan,  tapi kita berlatar belakang non pendidikan,  maka itu tidak relevan.  Sehingga dapat menurunkan kepercayaan pembaca buku kita. Dan hal penting  

  • menuliskan nomor kontak penulis yang dapat dihubungi.  Terutama adalah jika pihak penerbit ingin melakukan editing dan perlu menghubungi kita.  Selain itu bisa juga menjalin komunikasi dengan 0

  • para pembaca buku kita.

 

Misalnya ketika kita menulis buku tentang Aplikasi Pembelajaran,  bisa saja kita dihubungi oleh pembaca yang ingin mengundang kita sebagai narasumber pelatihan terkait topik tersebut.


Bagaimana menumbuhkan rasa kepercayaan diri dalam menulis, sehingga para peserta bisa mengikuti challenge menulis satu minggu?

Langkah apa yang ditempuh agar naskah peserta bisa tembus ke penerbit mayor PT Andi? Bagaimana mencari sumber referensinya? Hal ini saya tanyakan karena Prof. Ekoji mengadakan hal serupa di gelombang 19 dan 20 saat pertemuan minggu lalu.


senangnya, karena Prof. Eko mengadakan challenge ini lagi.  Mudah-mudahan bisa mengikuti. 


Pertama,cara menumbuhkan kepercayaan diri dalam menulis untuk mengikuti challenge tersebut,  menurut pengalaman saya adalah *terus menulis* Om Jay sering mengatakan menulislah setiap hari dan kita akan mendapatkan keajaiban.  Nah,  salah satu keajaibannya adalah kita semakin banyak jam terbang. Lebih mudah menuangkan ide menjadi tulisan, kemudian kita juga jadi terbiasa menulis  dan muncullah rasa percaya diri itu.. 


Biasanya orang yang tidak percaya diri karena merasa tidak mampu. Ada yang benar - benar tidak mampu,  namun ada juga yang hanya melabeli diri dengan kata tidak mampu,  karena tidak mau mencoba.


kedua, langkah yang ditempuh agar naskah peserta bisa tembus ke penerbit mayor seperti Penerbit Andi. Langkah yang pasti adalah dengan mempelajari gaya selingkung dari Penerbit Andi.  Buka websitenya dan lihat topik - topik apa yang mereka terbitkan.


Belajar menggunakan trending topic dan lihat pemasarannya.  Misalnya sekarang sedang masa pandemi,  apa yang sangat dicari oleh para pembaca.


Hal - hal ini yang menjadi pertimbangan Penerbit Mayor untuk meloloskan naskah kita. Dan,  ada satu lagi,  komunikasi dengan Prof. Eko melalui challengenya.  Kenapa? Karena beliau adalah penulis hebat dan terkenal.  Ketika kita dapat berkolaborasi bersama beliau,  maka kecenderungan naskah kita akan diterima oleh Penerbit Andi.  Karena beliau mempunyai kredibilitas tinggi.


Yang terakhir,  terkait referensi,  tentunya kita bersumber pada Channel Youtube Prof. Eko,  kemudian mengembangkan referensi pada jurnal serta buku yang relevan dengan topik kita.


Kita bisa gunakan google cendekia atau google scholar juga untuk mencari referensi.


Setelah menjelaskan, saatnya yang ditunggu sesi, pertanyaan dan langsung menjawab dari pertanyaan peserta:


Apakah saat kita mengirimkan naskah buku dan kelengkapan naskah buku tersebut ada yang kurang, apakah naskah bisa diterima penerbit atau malah  dikembalikan?

Jawab 

Biasanya penerbit akan menginformasikan kepada penulis,  kelengkapan naskah apa saja yang perlu dikirimkan.  Sehingga sebaiknya kita sebagai penulis *memastikan*dulu kelengkapannya sesuai permintaan penerbit. Namun jika ternyata,  masih saja ada kekurangan,  maka pasti dari penerbit akan menghubungi pihak penulis.  Atau bisa juga penulis menjalin komunikasi atau bertanya lebih dulu pada penerbit,  jikalau naskah yang dikirimkan masih ada kekurangan. Jadi jika pertanyaannya apakah diterima atau dikembalikan,berdasarkan  pengalaman di penerbit mayor dan beberapa penerbit indie, mereka tetap menerima naskah.


standar isi minimal halamannya berapa untuk buku solo?

Jawab 

Sebenarnya untuk standar isi minimal saya kurang tahu, Karena itu tergantung dari jenis bukunya sendiri.  Buku cerita bergambar tentu beda dengan buku kumpulan puisi atau buku non fiksi.


Tapi jika buku kita ingin terlihat kokoh,  elegan dan mempunyai tulang punggung,  maka jumlah halamannya bisa sekitar 150 halaman atau lebih.  Untuk ukuran kertas A5.


Untuk melengkapi naskah buku selain melakukan proofreading dan penyuntingan. Apasaja langkah yang  perlu dilakukan agar naskah tulisan yang kita buat lengkap?

Jawab

Kuncinya ada di bagian outline, Karena salah satu manfaat outline adalah menjamin bahwa naskah kita lengkap. Sekedar tips yang saya dapat saat berproses menulsi buku bersama Penerbit Andi adalah jumlah Bab minimal 5. Dengan keterangan 5 ini adalah 5 W + 1 H. Maksudnya jika kita menulis buku tentang Blog,  maka kita membahas Apa itu blog,  Mengapa kita harus nge blog,  bagaimana caranya menulis di blog,  kapan kita menulis di blog,  dll.  Jika unsur 5 W + 1 H sudah terpenuhi,  maka kita bisa tahu bahwa naskah kita lengkap.  Jadi, selain melakukan proofreading dan penyuntingan,  kita bisa memastikan bahwa semua pertanyaan itu sudah terjawab di outline.


33 prestasi dan penghargaan yang ditulis dalam biografi singkat ibu, apa rahasianya sehingga selalu  jadi yang terbaik?

bukan yang terbaik,  Masih banyak orang lain yg tentunya lebih hebat dari saya.  Seperti Bu Aam,  beliau adalah juara blogger nasional.  


Sinopsis ada di sampul belakang ya. Saya sering membaca blurb mungkin maksudnya supaya calon pembaca penasaran dengan cerita tsb. seperti contoh cikgu. Bagaimana menurut cikgu sementara buku seperti itu banyak di pasaran. 

Jawab

Memang terkait keamanan tidak ada kepastian untuk jaminan.  Namun,  kita bisa minimalisir dengan mencantumkan alamat email atau nomor HP yang kedua. Maksudnya yang kita gunakan khusus untuk membangun relasi dengan umum.  Jika keberatan dihubungi melalui nomor HP,  bisa juga melalui akun media sosial kita.


Apakah semua jenis buku harus mencantumkan blurb?

Jawab

blurb lebih tepat di buku fiksi.  Buku non fiksi sebaiknya menuliskan sinopsis.  


Dibagian mana sebaiknya blurb  di dicantumkan apakah bisa bersamaan dengan sinopsis?

Jawab 

Biasanya blurb atau sinopsis dituliskan di bagian belakang / cover belakang buku.  Namun,  ada juga yang di bagian dalam buku karena bagian cover belakang dicantumkan testimoni. Biasanya hanya salah satu antara blurb atau sinopsis.


Apakah aman mencantumkan no kontak penulis pada profil?

Jawab

Memang terkait keamanan tidak ada kepastian untuk jaminan.  Namun,  kita bisa minimalisir dengan mencantumkan alamat email atau nomor HP yang kedua. Maksudnya yang kita gunakan khusus untuk membangun relasi dengan umum.  Jika keberatan dihubungi melalui nomor HP,  bisa juga melalui akun media sosial kita.


Di pertemuan kali ini Alhamdulillah diskusi berjalan lancar, dicukupkan sampai disini.  Semoga apa yang diskusi malam ini sangat bermanfaat. 


Gelombang 19 dan 20 
Pertemuan :16
Jam :19.00-21.00
Tema:Menulis kelengkapan Naskah
Narasumber  :Sri Rahayu, S.Pd.SD.
Moderator:Aam Nurhasanah
Hj.Nia Kania Dewi,. ST. MMPd.
SMAN 1 RANCAEKEK

Menulis Autobiografi

  Menulis Autobiografi Alhamdulilah  jumat berkah untuk mengikuti Pelatihan Belajar menulis di PGRI yang mana pertemuan kali ini  di bawakan...