Kamis, 20 Mei 2021

“Indonesia Makin Cakap Digital 2021” Kebangkitan Digital dan Peluncuran Kelas Cakap Digital di 514 Kabupaten/Kota

 

“Indonesia Makin Cakap Digital 2021”

Kebangkitan Digital dan Peluncuran Kelas Cakap Digital di 514 Kabupaten/Kota



Dalam rangka mendukung percepatan transformasi digital nasional, sesuai yang disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, yaitu melalui penyiapan SDM talenta di bidang digital, pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Program Nasional Literasi Digital akan menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi digital secara masif di seluruh daerah di Indonesia (514 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi seluruh Indonesia). Tujuan dari Program Nasional Literasi Digital adalah membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi digital serta mengembangkan dan meningkatkan keterampilan masyarakat Indonesia di dunia digital.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional maka kami berharap dapat menjadikan momentum kebangkitan nasional untuk memasifkan dan menggabungkan berbagai kegiatan Literasi Digital di Indonesia dan juga sebagai tanda dimulainya Gerakan Nasional yang menciptakan ribuan talenta digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, dan Gerakan Nasional Literasi Digital beserta Pemerintah Daerah menyelenggarakan Peluncuran Kegiatan Literasi Digital dengan Tema “INDONESIA Makin Cakap Digital” yang akan dilaksanakan dan dibuka oleh Bapak Presiden Joko Widodo dengan peserta yang mengikuti secara virtual sejumlah 514.000 orang bersama para Kepala Daerah dari 514 Kabupaten/Kota melalui platform Zoom Meeting serta terdapat kegiatan onsite yang terselenggara di 19 kota di Indonesia yang dipilih berdasarkan indeks literasi digital yang dihadiri oleh masing-masing Kepala Daerah.

Mitra GNLD Siberkreasi

1.Perwakilan Ditjen APTIKA, Kementerian Komunikasi dan Informatika Untuk Siberkreasi

2.Perwakilan Ditjen IKP, Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk Siberkreasi

3.Perwakilan Kementerian Keuangan RI untuk Siberkreasi

4.Perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk Siberkreasi

5.Perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI untuk Siberkreasi

6.Perwakilan Kementerian Sekretariat Negara RI untuk Siberkreasi

7.Perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk

Siberkreasi

8.Perwakilan Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi (BAKTI) untuk Siberkreasi

9.Perwakilan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk Siberkreasi

10.Perwakilan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk Siberkreasi

11.Perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk Siberkreasi

12.Perwakilan Aksaramaya untuk Siberkreasi1

13.Perwakilan Akutahu.com untuk Siberkreasi

14.Perwakilan Andalan Nasional (Annas) Pramuka untuk Siberkreasi

15.Perwakilan Arus Informasi Santri (AIS) Nusantara untuk Siberkreasi

16.Perwakilan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk Siberkreasi

17. Perwakilan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) untuk Siberkreasi

18.Perwakilan Berita Baik untuk Siberkreasi

19.Perwakilan Bijak Bersosmed untuk Siberkreasi

20.Perwakilan Biznet untuk Siberkreasi

21.Perwakilan Bukalapak untuk Siberkreasi

22.Perwakilan Cameo Project untuk Siberkreasi

23.Perwakilan Campaign.id untuk Siberkreasi

24.Perwakilan Center for Digital Society (CfDS) UGM untuk Siberkreasi

25.Perwakilan Center for Innovation Policy and Governance (CIPG) untuk Siberkreasi

26.Perwakilan Codigo Cyberlin Metadata untuk Siberkreasi

27. Perwakilan Data Science Indonesia (DSI) untuk Siberkreasi

28. Perwakilan Digital Nusantara Advertising untuk Siberkreasi

29.Perwakilan Direktorat Cyber Crime POLRI untuk Siberkreasi

30.Perwakilan ECPAT Indonesia untuk Siberkreasi

31.Perwakilan Facebook Indonesia untuk Siberkreasi

32.Perwakilan Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) untuk Siberkreasi

33.Perwakilan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital untuk Siberkreasi

34.Perwakilan Gerakan Revolusi Pemuda (Garuda) untuk Siberkreasi

35.Perwakilan Global Peace Foundation Indonesia untuk Siberkreasi

36. Perwakilan Gojek untuk Siberkreasi

37. Perwakilan Good News From Indonesia (GNFI) untuk Siberkreasi

38.Perwakilan Google Indonesia untuk Siberkreasi

39.Perwakilan Grab Indonesia untuk Siberkreasi

40.Perwakilan Hipwee untuk Siberkreasi

41.Perwakilan ICT Watch untuk Siberkreasi

42.Perwakilan ID Talent untuk Siberkreasi


43.Perwakilan Ikatan Guru TIK-PGRI untuk Siberkreasi

44.Perwakilan Ikatan Pelajar Puteri Nahdatul Ulama (IPPNU) untuk Siberkreasi

45.Perwakilan Indonesia Child Online Protection (ID COP) untuk Siberkreasi

46.Perwakilan Indonesia Internet Governance Forum (ID IGF) untuk Siberkreasi

47.Perwakilan Indonesia Women Information Technology Awareness (IWITA) untuk Siberkreasi

48.Perwakilan Indonesiabaik.id untuk Siberkreasi

49.Perwakilan Indonesian Student Association for Political Science (ISAPS) UI untuk Siberkreasi

50.Perwakilan Indosat Ooredoo untuk Siberkreasi

51.Perwakilan Internet Society (ISOC) ID untuk Siberkreasi

52.Perwakilan Islami.co untuk Siberkreasi

53.Perwakilan Jakarta Rumah Ku (JRK) untuk Siberkreasi

54.Perwakilan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) untuk Siberkreasi

55.Perwakilan Kampung Batik Siberkreasi untuk Siberkreasi

56. Perwakilan KASKUS untuk Siberkreasi

57.Perwakilan Keluarga Digital Indonesia untuk Siberkreasi

58.Perwakilan Kok Bisa YouTube untuk Siberkreasi

59.Perwakilan Komnas HAM untuk Siberkreasi

60.Perwakilan KOMPAK Jakarta untuk Siberkreasi

61.Perwakilan Kompas & Kompas Gramedia untuk Siberkreasi

62.Perwakilan Komunitas Ayo Dongeng Indonesia untuk Siberkreasi

63.Perwakilan Komunitas Fotografer Perempuan (KFP) untuk Siberkreasi

64.Perwakilan Kreator Nongkrong Siberkreasi untuk Siberkreasi

65.Perwakilan Kumpulan Emak Blogger (KEB) untuk Siberkreasi

66.Perwakilan Layaria untuk Siberkreasi

67.Perwakilan Lembaga Sensor Film (LSF) untuk Siberkreasi

68.Perwakilan LINE Indonesia untuk Siberkreasi

69.Perwakilan Maarif Institute untuk Siberkreasi

70. Perwakilan Madacom untuk Siberkreasi

71. Perwakilan Markoding untuk Siberkreasi

72.Perwakilan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) untuk Siberkreasi

73.Perwakilan Maverick Indonesia untuk Siberkreasi

74.Perwakilan Microsoft Indonesia untuk Siberkreasi

75.Perwakilan Narasi TV untuk Siberkreasi

76.Perwakilan Nasionalisme Radikal untuk Siberkreasi

77.Perwakilan Nawala Nusantara untuk Siberkreasi

78.Perwakilan Next Generation (NXG) Indonesia untuk Siberkreasi

79.Perwakilan Open Data Labs (ODL) untuk Siberkreasi

80.Perwakilan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) untuk Siberkreasi

81.Perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk Siberkreasi

82.Perwakilan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) untuk Siberkreasi

83.Perwakilan Persatuan Artis Film Indonesia’56 (PARFI’56) untuk Siberkreasi

84.Perwakilan Pijar TV untuk Siberkreasi

85.Perwakilan Podomoro University untuk Siberkreasi

86.Perwakilan Relawan Edukasi Anti Hoax Indonesia (Redaxi) untuk Siberkreasi

87.Perwakilan Relawan TIK Indonesia untuk Siberkreasi

88. Perwakilan Ruangguru untuk Siberkreasi

89. Perwakilan Saintif untuk Siberkreasi

90.Perwakilan Saka Milenial Pramuka untuk Siberkreasi

91.Perwakilan Satgas Nusantara POLRI untuk Siberkreasi

92.Perwakilan Save The Children Indonesia untuk Siberkreasi

93.Perwakilan Search for Common Ground (SfCG) untuk Siberkreasi

94.Perwakilan Shopee untuk Siberkreasi

95.Perwakilan Sisternet.id untuk Siberkreasi

96.Perwakilan Smartfren Telecom untuk Siberkreasi

97.Perwakilan Sobat Cyber Indonesia untuk Siberkreasi

98.Perwakilan Taman Baca Inovator (TBI) untuk Siberkreasi

99.Perwakilan Telkom Indonesia untuk Siberkreasi

100.Perwakilan Telkomsel untuk Siberkreasi

101.Perwakilan Tempo Institute untuk Siberkreasi

102.Perwakilan Tiktok untuk Siberkreasi

103.Perwakilan Times Indonesia untuk Siberkreasi

104.Perwakilan Tokopedia untuk Siberkreasi

105.Perwakilan Twitter Indonesia untuk Siberkreasi

106. Perwakilan Universitas Indonesia untuk Siberkreasi

107.Perwakilan Wahid Foundation untuk Siberkreasi

108.Perwakilan Web TV Asia untuk Siberkreasi

109. Perwakilan Wikimedia untuk Siberkreasi

110.Perwakilan XL Axiata untuk Siberkreasi

111.Perwakilan Yayasan Semai Jiwa Amini (Sejiwa) untuk Siberkreasi

112.Perwakilan YesHeIs Indonesia untuk Siberkreasi

113.Perwakilan Young On Top untuk Siberkreasi

114.Perwakilan Youth ID IGF untuk Siberkreasi


Poster Kegiatan

Teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia semakin berkembang pesat. Hampir semua orang memiliki akses yang mudah terhadap internet dan berbagai informasi. Hal ini dibuktikan oleh angka penetrasi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 73,3%. Persentase tersebut memperlihatkan bahwa 144.191.413 dari total 196.714.070 masyarakat Indonesia telah memiliki aksesterhadap internet (APJII, 2020).Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut membuat Indonesia dinyatakan sebagai pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara (sumber:Laporan e-Conomy SEA Google, 2020).

Berangkat dari fakta tersebut, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menetapkan percepatan transformasi digital untuk mencapai digital nation sebagai salah satu visi utama dalam masa pemerintahannya yang kedua.

Salah satu programnya adalah pembangun-an sumber daya manusia talenta digital. Untuk mencapai visi ini, diperlukan adanya persiapan kebutuhan sumber daya manusia talenta digital dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam aspek literasi digital. 

Literasi digital sendiri merupakan kemampuan individu untuk mengakses, memahami, membuat, mengkomunikasikan, dan mengevaluasi teknologi digital (UNESCO, 2018).

Dalam siaran pers Siberkreasi sebagai pemenang WSIS 2020, Menteri Kominfo menyampaikan pentingnya peningkatan literasi digital masyarakat, di mana literasi digital berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif sumber daya manusia di Indonesia agar keterampilannya tidak sebatas mengoperasikan gawai.

Sesuai dengan arahan visi Presiden di atas, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama mitra jejaring Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi telah menyusun sebuah PetaJalan Literasi Digital tahun 2021- 2024 untuk meningkatkan partisipasi digital masyarakat, mendorong pengembangan ilmu pengetahuan masyarakat di bidang TIK dan digital serta mendorong tingkat kecakapan transformasi digital dalam pemanfaatan teknologi baru. 

Di dalam peta jalan ini dirumuskan juga 4 (empat) kerangka dalam menyusun kurikulum literasi digital, yaitu:

  1. Digital Skills
  2. Digital Ethics
  3. Digital Safety
  4. Digital Cultul
Selanjutnya, ada 3 (tiga) kerangka program literasi digital yang disusun untuk materi dan topik kurikulum yabg akan diajarkan ke masyarakat  yaitu :
  1. Digital Society
  2. Digital Economy
  3. Digital Government

Presiden Dorong Percepatan Pengembangan SDM Bertalenta Digital 

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/05/presiden-dorong-percepatan-pengembangan - SDM - bertalenta - digital 



Kerangka ini kemudian diturunkan menjadi program Literasi Digital yang bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi dan media digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan tidak melupakan juga kelas literasi digital untuk masyarakat inklusif. 

Di tahun 2021, target milestone program literasi digital 2020-2024 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital. Untuk meraih target peserta sebesar itu,Kemkominfo merancang program nasional literasi digital untuk meningkatkan Komp 2etensi masyarakat yang akan di selenggarakan di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, pada tanggal 20 Mei 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menyelenggarakan peluncuran Webinar Pengembangan SDM Digital di 514 Kabupaten/Kota Tanggal 20 Mei 2021 dengan Tema“Indonesia Makin Cakap Digital 2021” yang rencananya akan dihadiri oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beserta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,Menteri Dalam Negeri, Menteri Komunikasi dan Informatika, dan seluruh Pimpinan Daerah se-Indonesia yang akan dilakukan berpusat di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Selain diadakan di Jakarta sebagai kota pusat, pembukaan ini akan diadakan juga di 20 (dua puluh) kota/kabupaten dan daerah 3T lainnya yang dipilih berdasarkan Survei Status Literasi Digital Indonesia tahun 2020 oleh Katadata Insight Center dengan Kemkominfo. 20 (dua puluh) kota terpilih ini telah mencapai angka indeksliterasi digital yang termasuk pada skala 3,00-4,06. Berikut ini daftar 20 (dua puluh) kotaterpilih sebagai kota satelit,

Di setiap kota/kabupaten/daerah 3T tersebut, peserta kegiatan akan turut menyaksikan acara pembukaan dari Jakarta dan setelah itu dilanjutkan kelas atau workshop mengenai literasi digital di kota satelit masing-masing dengan mengundang ernarasumber lokal sebagai pemateri. 

Kelas ini diadakan secara hybrid dengan 50 orang peserta masyarakat umum yang terdiri dari komunitas local yang akan hadir onsite dan dapat diikuti juga secara online melalui platform zoom dengan menghadirkan mentor-mentor yang berkualitas dan kompeten dibidangnya. Kelas Cakap Digital akan diadakan selama 2 hari dengan metode pembelajaran bertahap dari setiap materi yang akan diadakan berbeda disetiap kota masing-masing dan sudah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat atau komunitas di daerah tersebut.

Dengan adanya peluncuran Kelas Cakap Digital di 20 kota satelit dan di Ibu Kota Jakartaini, diharapkan menjadi awal dimulainya kegiatan Kelas Cakap Digital di 514 Kabupaten/Kota yang akan diselenggarakan mulai dari Bulan Mei inisampai dengan akhir Desember2021 dengan target 12,5 juta masyarakat Indonesia akan terpapar literasi digital. Sehingga dapat menjadi amunisi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi digital pada era revolusi industri saat ini. Pentingnya literasi digital kepada seluruh masyarakat menjadi urgensi dan langkah strategis yang bisa dilakukan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Makin Cakap Digital.

Trimakasih atas ilmunya dan acaranya sangat berkesan, mudah mudahan tulisannya juga berkesan. 

Kamis, 29 April 2021

PENTINGNYA MEMBUAT PTK BAGI GURU

PENTINGNYA MEMBUAT PTK BAGI GURU


Penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk kajian atau kegiatan ilmiah dan bermetode yang dilakukan oleh guru / peneliti didalam kelas dengan mengunakan tindakan - tindakan untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. Ilmiah yaitu suatu yang bersifat atau berada dalam keilmuan dan metode yaitu cara berfikir, obyektif, rasional, sistematis berdasarkan fakta untuk menemukan, membuktikan mengembangkan dan evaluasi suatu pengetahuan.

Selama ini, menulis PTK merupakan momok bagi para guru. Kurangnya budaya membaca menyebabkan guru kurang dapat menulis dengan baik. Padahal, menulis itu dimulai dari banyak membaca. Kalau sudah banyak membaca, tentunya guru akan tertarik untuk meneliti dari apa yang dibacanya. Penelitian dimulai dari adanya masalah. Masalah dapat dipecahkan bila kita melakukan penelitian. Penelitian dapat dilakukan bila adanya upaya dari guru untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya di sekolah.

Manfaat PTK bagi guru sangat banyak sekali. Diantaranya adalah membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran, meningkatkan profesionalitas guru, meningkatkan rasa percaya diri guru, memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan, dan keterampilannya. 

Namun demikian, PTK sebagai salah satu metode penelitian memiliki beberapa keterbatasan, yang diantaranya : 

validitasnya yang masih sering disangsikan, tidak dimungkinkan melakukan generalisasi karena sampel sangat terbatas, peran guru yang ‘one man show’ bertindak sebagai pengajar dan sekaligus peneliti sering kali membuat dirinya menjadi sangat repot (very busy). Seringkali ditemukan penelitian yang dilakukan kurang valid dan reliabel. Tapi ada banyak keuntungan lainnya bila guru melaksanakan PTK secara baik dan benar.

Dengan melakukan PTK, guru menjadi terbiasa menulis, dan sangat baik akibatnya bila guru sekolah negeri atau PNS akan naik pangkat yang mengharuskan guru untuk menuliskan PTK. Begitu pun untuk guru sekolah swasta, PTK sangat penting untuk meningkatkan apresiasi, danprofesionalisme guru dalam mengajar. Apalagi dengan adanya program sertifikasi dari pemerintah.

https://youtu.be/gZvJkzFQbHc


Apa Pengembangan Profesi Guru

Ketrampilan guru menerapkan kemampuan ilmu pengetahuan, teknologi seni untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan. 

Pengembangan Keprofesian berkelanjutan

PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU YG DILAKSANAKAN  SESUAI DENGAN KEBUTUHAN ,BERKELANJUTAN UNTUK MENINGKATKAN PROFESIO-NALITASNYA (PERMENEGPAN DAN RB NO.16 TAHUN 2009

MENGAPA KENAIKAN PANGKAT MELALUI PENGEMBANGAN PROFESI KURANG BERHASIL?
  • Utamanya karena sudah lama tidak pernah menulis 
  • tidak pernah mendapatkan sosialisasi tentang pengembangan profesi 
  • tidak memahami jenis KTI pengembangan profesi itu. 
1.  Mengapa banyak GURU “mandek” di IVa?
  •  Banyak KTI  yang ditolak
  •  Dipersulit kenaikannya
  •  Belum mengusulkan
2.   Mengapa belum mengusulkan?
  • Banyak yang usulan DITOLAK,
  • KTI sulitnya bukan main
  • Siapa tahu ada perubahan aturan,
  • Mana sempat…
a) Banyak yang ditolak? Kalau APIK pasti ACC
b) KTI sulit? Kalau dikerjakan, ya mudah
c) Perubahan aturan? Apa ada, kapan?
d) Mana sempat? Mulai, mulai, mulai  

perlu informasi yang memotivasi

3.  Makin banyak GURU golongan IVb, makin baik mutu pendidikan. 
  • Bener
  • Salah
  • Belum tentu, tergantung bagaimana seleksinya
usulan kenaikan pangkat dilakukan dengan tidak benar….

Bila KTI palsu dipakai untuk naik pangkat, maka  makin marak  ketidakjujuran.


4. Pengembangan profesi harus berupa KTI
  • Tidak benar.
  • Ada lima macam kegiatan pengembangan profesi 
  • KTI adalah salah satunya
5. KTI harus berupa laporan penelitian (PTK)
  • Tidak benar.
  • Ada TUJUH macam KTI 
  • KTI laporam penelitian adalah salah satunya
PENGEMBANGAN PROFESI GURU
  • Membuat karya tulis ilmiah (KTI)
  • Menemukan teknologi tepat guna
  • Menciptakan karya seni
  • Menyusun alat pembelajaran/bimbingan
  • Mengembangkan kurikulum
Macam KTI
  1. Laporan hasil penelitian (termasuk laporan PTK)  nilai 4
  2. Tinjauan atau ulasan ilmiah, nilai 3,5
  3. Tulisan ilmiah populer, nilai 2
  4. Prasaran dalam kegiatan ilmiah, 2,5
  5. Buku pelajaran atau modul, nilai 3/5
  6. Menyusun diktat pelajaran,nilai 1
  7. Menterjemahkan, nilai 2,5. 
 KTI harus setara tesis, penuh statistik, dll

  • Tidak benar.
  • KTI adalah laporan kegiatan pengembangan profesi yang dilakukan Guru
  • Fokus penilaian KTI adalah pada keaslian dan kemanfaatan dari kegiatan yang dilakukan guru
  • KTI tersebut BUKAN skripsi, tesis, atau desertasi.
MENGAPA HARUS PTK
  • UPAYA GURU UNTUK MEMPERBAIKI PROSES PEMBELAJARAN
  • GURU TIDAK PERLU KELUAR KELAS
  • MASALAHNYA DARI GURU SENDIRI
  • GURU DAN SISWA MERASAKAN LANGSUNG DAMPAKNYA
  • GURU DAPAT BERDISKUSI DENGAN SESAMA GURU (MENUMBUHKAN BUDAYA AKADEMIK

PRINSIP PTK
  • PENELITIAN TaINDAKAN KELAS MERUPAKAN PENELITIAN YG MENGGUNAKAN SIKLUS BERKELANJUTAN, JADI MINIMAL 2 SIKLUS
  • PTK ADALAH SUATU PENELITIAN YG BERU-SAHA UNTUK MEMPERBAIKI PROSES PEM-BELAJARAN. MAKA DARI SIKLUS KE SIKLUS BERIKUTNYA METODE/PENDEKATAN/MODEL TETAP MAKIN KESIKLUS BERIKUT MAKIN SEMPURNA/BAIK.
  • DARI SIKLUS KE SIKLUS MATERI PELAJARAN HARUS SESUAI DGN KURIKULUM, TIDAK BO-LEH MALANGGAR KURIKULUM. 
KARAKTERISTIK PTK

SESUAI DENGAN KOMITMEN SEBAGAI GURU
MASALAH DIANGKAT DARI KELAS DIMANA GURU MENGAJAR.
METODE YANG DIGUNAKAN HARUS TAAT AZAS PTK
MERUPAKAN PENELITIAN KOLABORASI
TIDAK DAPAT DIGENERALISASIKAN
TIDAK MENGENAL POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS   






APA SATU SIKLUS BOLEH SATU PERTEMUAN

  • Satu pertemuan belum menghasilkan perubahan sikap siswa.
  • Diusahakan tiga kali pertemuan satu penelitian tidak boleh. 
  • satu siklus =pembelajaran biasa
  • pada siklus kedua metode/teknik ya harus lebih sempurna/baik. 
PERMASALAHAN PTK
  • masalahnya harus dari guru sendiri yang diangkat dari kelas dimana guru mengajar. 
  • Cari masalah yang paling merisaukan waktu guru mengajar. 
  • renungan mengangkat  mata pelajaran apa dan pada pokok bahasan apa (tidak terlalu luas

TINDAKANNYA APA?

  • Tentu  cara yang paling tepat untuk mengatasi masalahnya. 
  • Apakah ada menguasai langkah langkah cara Model metode yang akan dilakukan? 
  • Persiapan baik baik materi pelajaran, alat media atua metode untuk pengumpulan data. 

APA YG PERLU DIPERSIAPKAN AWAL PTK
  • Permasalahanyang diangkat dari kelas tempat guru mengajar. 
  • Adanya bukti fisik yang mendukung. 
  • Materi pelajaran yang membutuhkan waktu cukup panjang. 
  • Ada metode pendekatan yang lebih efektif mengatasi masalah. 
  • Diyakini atas dasar teori atau hasil bacaan lain bahwa pendekatan baru lebih tepat. 
  • menguasai langkah-langkah              pendekatan yang digunakan. 
  • MENGUASAI langkah langkah dan prinsip PTK
  • MEMAHAMI sistematika menyusun ancangan PTK

MENGAPA GURU GAGAL USUL NAIK PANGKAT

  • Penguasaan PTK secara utuh tidak dipahami. 
  • Belum  memahami hal yang perlu diperhatikan waktu tindakan, dan sesudah tindakan dilakukan. 
  • Belum memahami apa yang harus ditulis dalam laporan PTK. 
  • Belum mengetahui apa yang perlu disiapkan untuk membuat laporan. 
  • Belum memahami sistematika laporan sajiannya
  • Belum bisa membedakan antara PTK dan non PTK. 
  • LATAR belakang tidak jelas apa pentingnya. Untuk diteliti. 
  • Kebenaran tidak didukung teori metodologi data dan ANALISINYA. 
  • Laporan tidak menjelaskan kegiatan yang dilakukan. 
  • Penelitian mengenai isi materi pelajaran, penelitian ilmu murni. 
  • Penelitian perbandingan hanya membandingkan kelompok penelitian deskriptif, tetapi mengikuti kaidahnya. 
  • Penelitian yang hanya sekedar penghubung dua variabel yang sudah jelas Jawabanya. 
  • Penelitian eksperimen tidak mengikuti KAEDAH metodologi penelitian eksperimen. 
  • Penelitian cukup baik tetapi tidak ada lampiran yang berkaitan dengan kegiatan penelitiannya. 
  • Penelitian. PTK, namun tidak jelas apa. Bagaimana mengapa peneliti. Dilakukan dan has evaluasi dan REFLEKSINYA. 
  • PTK namun tahapan dan tindakan tiap siklus tidak jelas, dta tiap pertemuan& SIKLUS BELUM lengkap. 
  • PTK yang diusulkan. Dibuat sebelum tanggal penolakan dari biro kepegawaian kemendiknas. 
  • PTK namun lampiran belum lengkap  

YANG PERLU DISIAPKAN 
  • PROPOSAL penelitian. 
  • Cattaan tindakan dan daya setiap pertemuan. 
  • CAttan dari kolaborasi. (teman saja)
  • Sistem pelaporan  penelitian
  • Komen yang relevan :RPP, semua instrumen yang dibutuhkan. Vonwo hasil kerja siswa & guru, daftar hasil setiap pertemuan foto kegiatan  dan menjelaskan kegiatan Seminar 

BAGAIMANA SISTEMATIKA LAPORAN PTK?
  • Bagian awal :halaman judul Halaman pengesahan, abstrak kata. Pengantar (Tgl pembuatan) Daftar Isi Daftar lampiran 
  • Bagian isi:ada lima bab
  • Bagian penunjang :daftar pustaka dan lampiran lampiran 
SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN lanjutan 
BAGIAN ISI:
BAB  I   PENDAHULUAN 
              A. Latar Belakang Masalah  
              *)B. Identifikasi masalah                
                B. Rumusan Masalah 
                C. Tujuan Penelitian
                D. Manfaat Hasil Penelitian
            *)  E. Cara pemecahan masalah

BAB  II   KAJIAN PUSTAKA 
               (sebagai pendukung dalam
                  pemecahan masalah)
                 A.  Kajian teori tentang 
                       masalah yang dipecahkan
                 B.  Kajian teori dari tindakan
                      yang akan dilakukan
               C.  Kerangka berpikir (menghubung-
                     kan A dengan B
                D. Hipotesis tindakan (bila perlu
BAB  III  METODOLOGI PENELITIAN 
               A. Setting Penelitian (obyek, waktu                          penelitian, sasaran perubahan)
                 B. Prosedur/ Siklus penelitian
                 C. Metode pengumpulan data dan   
                      instrumen penelitian
                 D. Metode analisis data
               E. Indikator keberhasilan
BAB  IV  HASIL PENELITIAN DAN 
              PEMBAHASAN 
               A. Gambaran lokasi penelitian
                 B. Sajian data tiap siklus
                    L Pengolahan dan analisis data
                 C. Pembahasan hasil analisis dari                     semua siklus untuk semua aspek                      disatukan dalam satu tabel/grafik
 
Kemukakan secara rinci apa tindakan yg dilakukan guru waktu menerapkan model atau metode baru dan hasil refleksi tiap siklus. Ceritakan dari pertemuan ke pertemuan berikutnya. Hasil perubahan dari pertemuan ke pertemuan berikutnya, misalnya: kondisi kelas, kedisiplinan belajar, semangat belajar, catatan hasil belajar, minat mengikuti pelajaran.
Siklus ke 2 laporkan secara lengkap seperti pada laporan siklus pertama.

Semoga bermanfaat bagi yang memerlukannya. Indahnya berbagi dalam literasi dan menulis harian diblog. 



Creative Writing (OffLine – OnLine)

Creative Writing (OffLine – OnLine)


 “… orang yang berani menulis adalah mereka yang berani bermimpi. Dan yang bersedia membagi mimpinya kepada orang lain, adalah mereka yang siap mewujudkan mimpinya tersebut…”

“… semakin kita sering menulis, maka akan semakin lekatlah ilmu tersebut pada diri kita. Dan untuk meninggikan pengetahuan yang kita miliki, sampaikanlah kepada orang lain…”

A. Bagaimana menemukan ide

1. Mendengar 

2.melihat

3.mencium 

4.mengecap

5.menyetuh


B. SALIN IDE DAN GAGASAN 

  1. Mendengar (listen). Contoh: dalam perjalanan ke suatu tempat, kita mendengar percakapan tentang dampak kenaikan harga BBM. Maka kita bisa membuat tulisan yang berjudul: “Resahnya Kaum Susah”. 
  2. Melihat (look). Contoh: di lampu merah, kita melihat kaum fakir-miskin sedang meminta-minta. Maka kita bisa membuat tulisan yang berjudul: “Kepedulian Kita, Kebahagian Mereka”. 
  3. Mencium (smell). Contoh: masuk ke ruang pertemuan di sebuah hotel, langsung tercium bau wangi yang menyegarkan. Maka kita bisa membuat tulisan yang berjudul: “Asah Ilmu Tak Lagi Membuat Jemu”
  4. Mengecap (taste). Contoh: saat berbuka puasa di warung tegal, cita-rasanya tak terkalahkan.Maka kita bisa membuat tulisan yang berjudul: “Berbuka  Sehat, Berbuka Sederhana”
  5. Menyentuh (touch). Contoh: di dalam lingkungan sekolah, kita berpapasan dengan seorang pesuruh. Kita pun menyapa dan berjabat-tangan dengan pesuruh yang sudah mengabdi sekian lama. Genggaman tangannya yang kasar terasa lemah. Maka kita bisa membuat tulisan yang berjudul:  “Mereka yang Berjasa Tanpa Terasa”
C. Tujuan menulis essay

  1. Melakukan eksplorasi atas respon individu terhadap suatu peristiwa, keadaan ataupun ide dan gagasan tertentu (personal essay). Contoh: tulisan tentang pengalaman pribadi saat menggunakan Internet.
  2. Mengajak pembaca untuk meyakini opini penulis dan dapat juga untuk meyakinkan pembaca agar melakukan suatu aksi tertentu (persuasive essay). Contoh: tulisan tentang pentingnya Internet.
  3. Menjelaskan tentang bagaimana melakukan sesuatu hal atau pun menunjukkan bagaimana sesuatu bekerja (how-to essay). Contoh: tulisan tentang bagaimana cara menggunakan Internet untuk proses belajar.
  4. Membandingkan dan mengkontraskan dua atau lebih ide, peristiwa, literatur atau hal lainnya (compare-and-contrast essay). Contoh: tulisan tentang keuntungan dan kelebihan belajar menggunakan Internet dibandingkan dengan belajar secara konvensional.
  5. Menunjukkan tentang bagaimana suatu sebab akan menimbulkan dampak tertentu (cause-and-effect essay). Contoh: tulisan tentang manfaat yang akan dirasakan jika aktif menggunakan Internet untuk belajar.
  6. Mendeskribsikan suatu permasalahan dan menawarkan solusinya (problem-and-solution essay).Contoh: tulisan tentang masalah-masalah yang timbul saat menggunakan Internet untuk belajar dan solusinya.
D. Prinsif Menulis Secara Jelas

  • Usahakan agar kalimat rata-rata pendek 
  • Pilih yang sederhana daripada yang kompleks 
  • Pilihlah kata-kata yang lazim Hindari kata-kata yang tidak perlu 
  • Beri kekuatan pada kata kerja
  • Tulislah sebagaimana Anda berbicara
  • Gunakan istilah yang bisa digambarkan oleh pembaca
  • Hubungkan dengan pengalaman pembaca Anda
  • Gunakan sepenuhnya variasi
  • Menulislah untuk menyatakan, bukan untuk mempengaruhi

E. Prinsif Jurnal Lisme

  • Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran
  • Loyalitas pertama jurnalisme adalah kepada warga masyarakat
  • Inti jurnalisme adalah disiplin untuk melakukan verifikasi
  • Para wartawan harus memiliki kebebasan dari sumber yang mereka liput
  • Wartawan harus mengembang tugas sebagai pemantau yang bebas terhadap kekuasaan
  • Jurnalisme harus menyediakan forum untuk kritik dan komentar publik
  • Jurnalisme harus berusaha membuat yang penting menjadi menarik dan relevan
  • Wartawan harus menjaga agar berita itu proporsional dan komprehensif
  • Wartawan itu memiliki kewajiban utama terhadap suara hatinya

G. Bekal Kerja Karyawan

  1. Naluri berita
  2. Observas
  3. Keingintahuan
  4. Mengenal berita
  5. Menangani berita
  6. Ungkapan yang jelas
  7. Kepribadian yang luwes
  8. Pendekatan yang sesuaik
  9. Kecepatan
  10. Kecerdikan
  11. Teguh pada janji
  12. Daya ingat yang tajam
  13. Buku catatan
  14. Berkas catatan/referensi
  15. Kamus
  16. Surat kabar/majalah/internet/tv/radio
  17. Perbaikan demi kemajuan

H. Kebiasaan Menulis online

  • Sosial media 
  • Micro bloging
  • Website pribadi 
I. Karakter Media Online

  • Audience Control. Dengan menggunakan teknologi pada web, audience bisa lebih leluasa dan mudah dalam memilih informasi yang dibutuhkan.
  • Nonlienarity. Untuk memahami konteks informasi, segmen informasi yang disampaikan tidak selalu harus dikaitkan dengan segmen informasi lainnya
  • Duplication. Informasi dapat dengan mudah diduplikasi, sehingga memudahkan dalam proses diseminasi, bahkan melalui berbagai bentuk media lainnya
  • etrievability. Karena dengan dukungan basis data yang memadai maka proses pencarian atas informasi tertentu yang telah lampau dapat dimudahkan
  • Quantity. Jumlah informasi yang disampaikan dapat lebih banyak jumlahnya, sebab tidak lagi ada batasan jumlah teks / halaman ataupun durasi on-air
  • lexibility. Penyaji informasi leluasa menyampaikan atau melengkapi pesannya melalui berbagai bentuk, semisal dengan gambar, audio/video, atau multimedia
J. Karakter Media online

  1. Capacity. Jumlah informasi yang dapat disimpan (pengarsipan) menjadi leluasa, karena dengan digitalisasi seakan tak lagi ada keterbatasan pada ruangan (space) 
  2. Permanence. Informasi yang disimpan tidak mudah hilang lantaran media penyimpanannya tak mudah pudar ataupun lapuk dimakan usia 
  3. Interactivity. Umpan-balik atas suatu informasi akan lebih interaktif, sehingga partipasi audience akan semakin berpengaruh dalam kualitas informasi
  4. Mobile. Dengan menggunakan format teknis yang sedehana, maka formasi dapat disampaikan dimana dan kapan saja melalui piranti bergerak 
K. Keuntungan Menulis untuk situasi informasi /institusi 
  1. Peningkatan layanan kepada publik
  2. Peningkatan informasi untuk pembaca khusus
  3. Peningkatan transparansi dan citra institusi
  4. Peningkatan komunikasi tanpa batasan
  5. Kesempatan membangun dukungan publik
  6. Kesempatan meningkatkan kepercayaan publik
  7. Kesempatan memperoleh umpan-balik publik
  8. Kesempatan mempromosikan partisipasi publik

L. Strategi Membangun Situs Informasi /institusi. 

  • Pahami Pembaca
  • Manfaat Isi
  • Komunikasi Interaktif
  • Situs Layak
  • Terus Inovasi

M. Kelemahan Situs 

  1. Under Construction (belum selesai)
  2. Lebih mempromosikan pimpinan / institusi/ pengelola
  3. Informasi tidak diperbaharui dan tidak nyaman dibaca
  4. Terlalu banyak hiasan dan cenderung lambat
  5. Kurang ada inovasi
N. Sumber materi presentasi 

  • Quantum Writing, Penerbit MLC – 2005
  • Creative Wisdom for Writers, Indonesia Tera – 2005
  • Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar, Penerbit Buku Kompas – 2005
  • Jurnalistik Untuk Remaja, Impresindo – 2001
  • The Elements of Journalism, Crown Publishers – 2001
  • Writing Power (2nd Ed.), Kaplan Publishing – 2001
  • Online Journalism, Holcomb Hathaway - 2005
  • Web Journalism, Pearson Education - 2004




Rabu, 28 April 2021

KELAS

 KELAS



KELAS


Kelas adalah cerminan guru. Kualitas dan kepribadian guru salah satunya tecermin dari kelasnya. Atmosfer kelas jelas merupakan gambaran nyata bagaimana guru mengelolanya. 


Seiring berkembangnya pola dan paradigma pendidikan, pengelolaan kelas juga berubah. Tentu saja perubahan itu mengikuti kebutuhan, adaptif terhadap keadaan, dan fleksibel dengan berbagai kemungkinan. 


Yang lebih penting, kelas harus mendukung murid untuk belajar  dan  menjadi tempat yang ramah. Kelas merupakan tempat berkembang secara utuh, dalam aspek pengetahuan, interaksi sosial, minat dan bakat, serta karakter.


Bagaimana membangun kelas yang menunjang tujuan-tujuan belajar tersebut? Inilah yang harus ada di kelas kita.


1. Percakapan

Menghadirkan percakapan bermakna sangat penting. Lewat percakapan, murid belajar dari temannya. Antarmurid saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ini akan membuat kelas semakin hidup. 


2. Pilihan

Murid datang ke kelas dengan potensi, minat, pengalaman, dan kemampuan yang berbeda-beda. Artinya, kebutuhan setiap murid tidak sama. Aktivitas belajar hendaknya memperhatikan aspek tersebut. Murid mempunyai kesempatan memilih strategi dalam mempelajari atau melakukan sesuatu dan bertanggung jawab atas pilihannya.


3. Refleksi

Refleksi selalu hadir. Tidak perlu menunggu selesainya tahun ajaran atau akhir materi.  Refleksi dilakukan setiap saat. Bukan hanya oleh murid, juga gurunya.


4. Keterbukaan dan Inovasi

Pembelajaran menggunakan sumber belajar yang beragam dan kontekstual. Selain itu, murid difasilitasi untuk mendapatkan pengalaman melakukan inovasi. Misalnya mendesain dan membuat kincir angin dari kertas setelah melihat video tentang kincir angin dari kertas. 


5. Pemikir Kritis

Untuk membentuk murid menjadi pemikir kritis, langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menstimulasi mereka agar terbiasa mempunyai pertanyaan tentang sesuatu. Bukan sekadar bertanya, pemikir kritis mengajukan pertanyaan yang sangat terkait dengan obyek dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi.

Pemikiran kritis penting agar kebutuhan belajar selalu ada dan tumbuh. 


6. Pemecah Masalah

Murid mendapatkan tantangan sehingga terpacu membuat solusi yang inovatif.  Tantangan diberikan berdasarkan kebutuhan, tingkat perkembangan murid, serta lingkungan sosial dan budaya. 

Hal yang diperhatikan adalah tantangan harus mengembangkan empati.


7. Self Assessment

Ketika melakukan self-assessment, berarti murid aktif dalam proses pembelajaran. Mereka bisa mengetahui  kekurangan dan kelebihan serta menentukan langkah yang akan diambil untuk meningkatkan kemampuan.


8. Terhubung

Menghadirkan ahli atau profesional dalam bidang atau materi yang sedang dipelajari membuat murid lebih mudah mengambil makna. Murid mendapat inspirasi dan memahami bahwa materi yang dipelajari memang bermanfaat.


Jadikan kelas sebagai tempat belajar yang sesungguhnya.




ELEMEN UNTUK MELIBATKAN MURID

ELEMEN UNTUK MELIBATKAN MURID 


Guru seperti apa yang tidak ingin muridnya terlibat dalam pembelajaran? Harusnya tidak ada. Yang ada: bagaimana supaya murid terlibat?

Keterlibatan murid dalam pembelajaran terjadi dalam perilaku, emosional, dan kognitif. Jadi, sangat mudah dipahami bahwa keterlibatan murid tergambar dalam  perilaku yang baik, perasaan positif dan, pemikiran. 

Mempertimbangkan elemen-elemen yang saling terkait ketika merancang dan melaksanakan pembelajaran dapat membantu meningkatkan keterlibatan murid sehingga secara positif memengaruhi pembelajaran dan dampaknya. 

Apa sajakah elemen itu?

1. Membuat semuanya bermakna

Supaya terlibat penuh, penting bagi murid untuk yakin bahwa aktivitas belajar yang akan dan sedang dilakukan adalah sesuatu yang bermakna. Jika murid menganggap kegiatan belajar tidak layak dengan waktu dan usaha dikeluarkan, mereka mungkin tidak terlibat secara memuaskan, bahkan melepaskan diri sepenuhnya (asal-asalan, tidak peduli). 

Untuk memastikan bahwa kegiatan belajar bermakna secara pribadi, guru dapat menghubungkannya dengan pengalaman dan pengetahuan murid sebelumnya, serta menggarisbawahi  manfaat  kegiatan yang relevan. Praktisi atau ahli dapat membantu memahamkan mengapa kegiatan itu layak dilakukan, serta kapan dan bagaimana aktivitas tersebut digunakan dalam kehidupan nyata. 

2. Mendorong pencapaian kompetensi

Kompetensi dapat menunjukkan kemungkinan murid berhasil dalam suatu kegiatan belajar atau tantangan. Ketika terlihat bahwa peluang mencapai keberhasilan ada, murid perlu membuat rencana agar dapat melakukan aktivitas secara efektif. Ini dapat berdampak positif pada keterlibatan selanjutnya. 

3. Memberikan dukungan 

Dukungan merupakan alat kontrol murid atas perilaku dan tujuan mereka. Ketika guru melepaskan kendali (tanpa kehilangan kekuasaan), daripada menguatkan kepatuhan dengan arahan dan perintah, tingkat keterlibatan murid cenderung meningkat.

4. Menerapkan pembelajaran kolaboratif

Ketika murid bekerja secara efektif dengan orang lain, keterlibatan mereka akan semakin kuat karena merasa terhubung dengan orang lain.

Untuk membuat kerja kelompok lebih produktif, murid harus tahu bagaimana berkomunikasi dan berperilaku. Guru menunjukkan bagaimana kolaborasi dilakukan, menghindari kelompok yang homogen dan pengelompokan berdasarkan kemampuan, mendorong tanggun jawab individu dengan memberikan peran yang berbeda, serta mengevaluasi kinerja individu dan kelompok.

5. Membangun hubungan positif

Hubungan yang berkualitas adalah faktor penting dalam menentukan keterlibatan murid. Ketika mempunyai hubungan yang dekat dengan guru dan mendapat perhatian, murid terpenuhi kebutuhan perkembangan mereka dalam hubungan dengan orang lain dan rasa memiliki. 

Hubungan guru-murid dapat difasilitasi dengan

• peduli terhadap kebutuhan sosial dan emosional murid,

• menunjukkan sikap dan antusiasme yang positif,

• meningkatkan quality time dengan murid,

• memperlakukan murid secara adil, dan

• menghindari penipuan atau pengingkaran janji.

6.Orientasi kepada penguasaan (kemampuan)


Perspektif aktivitas belajar murid juga menentukan tingkat keterlibatan mereka. Ketika melakukan kegiatan belajar karena ingin memahami (orientasi penguasaan) −bukan hanya memperoleh nilai yang baik, terlihat pintar, menyenangkan orang tua, atau mengungguli teman− keterlibatan murid akan lebih penuh dan total. 

Untuk mendorong pola pikir orientasi penguasaan ini, guru dapat mendefinisikan dan menyosialisasikan bahwa  keberhasilan dalam hal pembelajaran ditentukan oleh ketercapaian referensi kriteria, bukan perolehan nilai.  Guru juga dapat memberi penekanan pada kemajuan individu dengan mengurangi perbandingan sosial dan mengakui peningkatan dan upaya siswa.

MENGEMBANGKAN INOVASI


MENGEMBANGKAN INOVASI 



Pembeda orang yang banyak ide dengan orang yang susah dapat ide bukan pada potensinya.  Yang membuat jadi berbeda adalah kepercayaan pada diri sendiri, percaya bahwa mereka mempunyai ide-ide bagus. Ini berhubungan dengan bagaimana mereka memandang diri sendiri.

Guru, sebagai pemimpin pembelajaran, mempunyai peran membantu murid mempunyai pandangan yang baik terhadap dirinya sendiri. Guru memberikan inspirasi dan mengembangkan rasa percaya diri murid. 

Selain itu, guru perlu membuat lingkungan yang inspiratif dan  membebaskan. Dengan demikian, muncul citra diri positif dalam pandangan murid.

Lingkungan seperti apakah itu? Bila ingin murid-murid mempunyai citra diri yang positif, yang diperlukan adalah lingkungan yang ramah, terbuka, penuh dukungan, tidak kaku, dan inklusif. Satu lagi: harus menyenangkan. 

Dalam lingkungan seperti itulah ide-ide, yang merupakan benih inovasi, bermekaran. Kelas (sekolah) menjadi taman ide yang menghasilkan bunga dan buah inovasi.

Apa yang harus dibangun supaya benih ide berkembang menjadi inovasi?

1. Komunitas

Ubahlah kelas menjadi ruang yang terbuka, bukan terbatas.  Pembelajaran bisa menembus batas ruang.  Murid-murid butuh dikenalkan sebagai warga masyarakat global.

2. Kreativitas

Sediakan bahan dan kesempatan bagi murid untuk membangun, mencipta, melakukan eksperimen, dan menemukan. Jangan batasi, berikan ruang yang luas.

3. Pemikiran Kritis

Seringlah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memantik murid berpikir, bukan sekadar mengingat. 

4. Komunikasi

Akan sangat bagus bila komunikasi dilakukan secara jelas, singkat, dan konsisten.  Yang paling penting adalah lengkap dan dipahami maksudnya. 

5. Kolaborasi

Jangan mengisolasi diri. Guru perlu menjalin relasi dengan guru-guru yang lain, saling berbagi dan belajar.  Kolaborasi adalah sebuah keniscayaan.

Lingkungan inovatif itu diciptakan, tidak hadir begitu saja. Kelas (sekolah) yang inovatif pasti selalu dirindukan.

Selasa, 27 April 2021

TEHNIK MEMASARKAN BUKU

 TEHNIK MEMASARKAN BUKU 



https://youtu.be/5T510daKi6I


Seperti pada flyer/poster, tema belajar siang ini adalah “Teknik Memasarkan Buku”. .cara baru memasarkan buku Untuk bisa memasarkan buku yang bermutu, maka kita harus belajar bagaimana menulis dan menerbitkan buku. 

Intinya adalah bagaimana teknik memasarkan buku yang jitu dan banyak dibeli oleh pembaca.

Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Kita akan menemukan buku itu bagus setelah membaca isinya. Biasanya diiringi dulu dengan iklan atau promosi agar buku yang diterbitkan layak untuk dimiliki.

Dimulainya dengan mencari editor yang mampu membuat buku yang saya terbitkan menjadi enak dibaca. Semua buku yang saya cetak di penerbit indie selalu ada editornya dan saya tak pernah merangkap menjadi seorang penulis sekaligus editornya. Itulah mengapa isi buku yang saya terbitkan selalu laku di pasaran. Sebab sudah diedit secara profesional oleh para editor yang memang menguasai di bidangnya.

Berbeda bila kita menerbitkan buku di penerbit mayor atau penerbit besar. Semua buku ada editornya sehingga terseleksi dengan baik dan layak untuk dijual atau dipasarkan ke seluruh Indonesia. Bahkan ke manca negara bila bagian marketing nya sudah sampai ke berbagai negara di dunia.

Teknik memasarkan buku ada beberapa cara. Kita bisa mencari informasinya di Mbah Google.com. Tinggal ketik saja, maka anda akan dapatkan segudang informasinya.

Cara yang paling banyak dipakai untuk memasarkan buku adalah menggunakan media digital dan media sosial. Banyak sekali iklan buku baru bertebaran di internet. Ada yang lalu dan ada juga yang kurang laku.

Untuk itu menggunakan YouTube dan Instagram untuk memasarkan buku buku terbaru .

https://images.app.goo.gl/THVqdAsuuSCu1NcbA

https://www.instagram.com/p/CNXWqssAttR/?igshid=1gmk3cpnwsco6

Untuk promosi buku lebih baik mengunakan  di Instagram. 

Contoh :untuk memasarkan produk Al Qur'an yang sangat bagus sekali kertas dan tampilannya. Caranya beriklan sangat cool dan lebih kepada story' telling

Beda dengan saya ketika beriklan di http://YouTube.com/wijayalabs. 

Lebih natural dan apa adanya. 


https://youtu.be/802VAoI6Tvo ini iklan untuk buku menuju pribadi unggul. 

https://wijayalabs.com/sinopsis-kata-pengantar-buku-terbaru-omjay-guru-tangguh-berhati-cahaya/

Blog sebagai media digital untuk memasarkan buku buku yang saya tulis dan terbitkan.

Semua itu membuat buku buku saya banyak dipesan dan dibeli orang banyak dari seluruh Indonesia. Bahkan ada juga yang pesan bukunya dari Malaysia, Singapura dan Brunei

Inti dari memasarkan buku adalah adanya kolaborasi. Kita harus bekerjasama dengan orang lain agar buku yang diterbitkan laku di pasaran. Untuk penerbit besar, biasanya mereka memiliki tenaga pemasaran yang banyak. Sehingga serangan darat, laut dan udara dapat dengan mudah mereka kuasai. Walaupun saat ini jumlah pemasaran bukunya agak berkurang akibat pandemi covid19

Bagi kita para penulis pemula tentu saja ingin bukunya laku dan dibeli oleh banyak orang. Oleh karena itu, kolaborasi adalah kunci agar buku kita bisa dipasarkan di belantara dunia Maya yang selalu non stop 24 jam.

Saya menggunakan media sosial untuk memasarkan buku buku yang saya tuliskan dan bekerjasama dengan kawan kawan lainnya dalam memasarkan buku. Setiap buku akan menemui takdirnya. Namun itu semua harus diiringi dengan usaha yang terus menerus dan tidak mudah putus asa

Berkali kita gagal lekas bangkit dan cari akal. Berkali kita jatuh lekas berdiri dan jangan mengeluh. Itulah yang saya lakukan ketika mengalami beberapa kali gagal dalam memasarkan buku terbaru saya. Pada akhirnya saya menemukan hal hal baru yang membuat saya mencari momentum untuk menerbitkan buku terbaru saya.

Saya belajar dari almarhum Hernowo Hasim. Beliau sangat produktif sekali menulis. Namun dari ratusan bukunya, hanya sedikit yang menjadi buku best seller. Salah satunya adalah *andaikan buku sepotong pizza*.

https://mizanstore.com/

https://www.andipublisher.com/

Harus diakui, buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor lebih banyak pembelinya. Mereka selain punya tenaga pemasaran yang berpengalaman, juga memiliki media sosial yang bagus. Wajar saja bila buku buku yang diterbitkan selalu banyak pembacanya

Salah satu Penerbit buku mayor yang selalu melakukan inovasi adalah penerbit Andi Yogyakarta. Saya banyak belajar dari pengalaman para pengelola penerbit ini.

Hal yang saya suka dari penerbit Andi Yogyakarta adalah seringnya melakukan acara webinar dan bersertifikat. Anda bisa belajar dari Chanel youtubenya di tv Andi

Buku kawan kawan belajar menulis PGRI banyak dipasarkan dengan cara ini. Itulah mengapa kolaborasi itu penting agar buku yang diterbitkan laku dipasaran. Kita sebagai penulis jangan juga hanya diam saja. Penulis harus ikut memasarkan bukunya. Dengan begitu bukunya akan laku dan banyak dibeli orang banyak.

https://youtu.be/F9sAf8Nwl5Y

Bagi saya yang sudah menikmati royalty buku dari penerbit mayor maupun penerbit indie, saya akan selalu melakukan inovasi. Sebab inovasi yang tiada henti akan membuat buku buku yang kita tuliskan sampai ke tangan pembaca.

Kalau sudah seperti itu, jangan kaget bila anda menerima royalty buku sampai ratusan juta rupiah karena adanya kolaborasi.

Bagi yang menikmati royalty buku dari penerbit mayor maupun penerbit indie, akan selalu melakukan inovasi. Sebab inovasi yang tiada henti akan membuat buku buku yang dituliskan sampai ke tangan pembaca.

Jangan lupa silahturahmi. Sebab silahturahmi atau silahturahim juga sangat membantu kita dalam memasarkan buku. Pada akhirnya teknik memasarkan buku akan kita temui dari adanya silahturahmi ini. Kekuatan silahturahmi ini dahsyat. Akan banyak rezeki yang akan mengikutinya.

 P1

Assalamualaikum perkenalkan saya Umi Agus Farida dari Marabahan Batola provinsi Kalimantan Selatan

Maaf tanya pak, untuk pemula membuat antologi tentunya ingin sendirian membuat buku. Nah untuk mempersingkat waktu bisakah antologi2 dijadikan satu buku. Kemudian dalam satu buku itu apa boleh beragam tema. Bagaimana memasarkan buku ditingkat desa, kecamatan, atau kabupaten yang masih terisoler 

Jawab

Walaikum salam ibu umi. Silahkan saja Bu. Tapi memang perlu kerja keras untuk membuat buku antologi karena kita menyambungkan pikiran untuk para penulisnya. Peran kurator sangat penting. Untuk memasarkan buku di daerah 3T harus mengunakan jalan darat. Itulah mengapa kita harus menguatkan tali silaturahmi

P2

Assalamualaikum

Saya Eka Wiyati dari Lampung Timur

Sungguh materi yang menggiurkan. Namun jujur bagi saya ilmu marketing benar-benar ilmu yg paling sulit.

Pertanyaan saya,

1. Bagaimana kita menghadapi teman yang maaf maunya geratis. Mau buku kita tetapi geratis.

2. Bagaimana trik mencari teman untuk berkolaborasi memasarkan buku kita., 

Wassalamualaikum.Trmksh

 N

1. Untuk promosi tidak apa apa. Saya biasa memberikan buku gratis sebagai investasi kita membangun personal branding. Namun demikian buku yg kita berikan gratis biasanya jarang dibaca. Itulah mengapa saya lebih suka menjual buku dan tidak memberikan secara gratis. Kecuali saya sudah mendapat untung dari penjualan buku.

2. Saya memulainya dengan menjadi teman yang baik dulu. Kemudian saya membangun supertim. Kita tak bisa menjadi org hebat sendirian. Itulah mengapa kita harus berkolaborasi. Mulailah dari kita dulu untuk menjadi teman dan sahabat yang baik. 

P3

Assalamu'alaikum Izin bertanya apakah penentuan harga dapat digunakan sebagai

 media untuk memasarkan buku?

Ibu Farida yang hebat. Kita sendiri bisa menentukan harga buku. Biasanya saya ambil 100 persen. Misal harga cetak buku 35.000 maka saya jual 70.000 itulah cara saya agar penulis juga sejahtera dan dapat menikmati hasilnya sebagai seorang penulis profesional

 N

Ibu Maesaroh yang baik hatinya. Untuk bisa menjadi orang yang Percaya diri itu perlu proses. Itulah mengapa kita perlu berkolaborasi. Saya sendiri awalnya seperti itu. Perlu waktu 15 tahun untuk membangun personal branding. Tidak ada yang instan. Nikmati prosesnya dan kita akan menemukan kepercayaan diri seiring dengan seringnya kita berinteraksi dengan sesama penulis. Saya banyak belajar dari kawan kawan penulis lainnya.

P4

Assalamualaikum Pak Sucipto

Saya Maesaroh dari Lebak ingin bertanya dari paparan yang beliau simak ternyata memasarkan buku itu begitu mudah sekali dengan menggunakan media sosial. Namun bagi penulis pemula bagi saya, rasanya belum memiliki kepercayaan diri  dalam marketing buku. Bagaimana cara menumbuhkan kepercayaan diri itu? Mungkin ketika Om Jay yang memasarkan buku, para peminat bisa langsung tertarik, beda halnya apabila terjadi pada penulis pemula yang belum memiliki personal branding.

Ibu Maesaroh yang baik hatinya. Untuk bisa menjadi orang yang Percaya diri itu perlu proses. Itulah mengapa kita perlu berkolaborasi. Saya sendiri awalnya seperti itu. Perlu waktu 15 tahun untuk membangun personal branding. Tidak ada yang instan. Nikmati prosesnya dan kita akan menemukan kepercayaan diri seiring dengan seringnya kita berinteraksi dengan sesama penulis. Saya banyak belajar dari kawan kawan penulis lainnya. 

P5

Nuryatin lamongan

Agar buku layak baca...bermutu dan terbit...harus ada editor.

Bagaimana cara mencari ( memohon ) agar orang tsb mau jadi editor buku kita ?

Apakah ada uang jasa untuk editor ? 

Dulu saya mengeluarkan uang sampai jutaan rupiah untuk mendapatkan seorang editor terbaik. Tapi hasilnya dahsyat. Buku buku saya laris di pasaran. Jadi investasi yang kita tanamkan akan berbuah manis bila kita yakin bahwa buku yang ditulis akan menemui takdirnya. Saya selalu yakin bahwa seorang editor yang baik akan membantu penulisnya agar buku yang dituliskan menjadi lebih bermutu dan semakin berkualitas.

Saya belajar dari kisah Andrea Hirata. Sewaktu dia menulis buku laskar pelangi. Sangat garing sekali. Berkat tangan dingin seorang editor, buka laskar pelangi laku keraa dan menjadi buku best seller di negeri ini. Bahkan kemudian difilmkan. Jadi kalau kita ingin bukunya semakin bagus, jangan lupakan jasa seorang editor.

N

P6

Nama : Agung Pramono

Alamat : Tangerang Selatan

Pertanyaannya : Bagaimana meyakinkan diri sendiri saat akan mencetak buku, sehingga buku yang dicetak akan terjual semua

Jawab

Kita harus yakin bahwa buku yang dicetak akan menemui takdirnya. Oleh karena itu kita harus berusaha dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas sampai tuntas. Itulah mengapa buku yang saya cetak laku terjual. 

Bila masih belum terjual, kita tunggu moment yang tepat. Akan tiba saatnya buku itu laku.

Contoh buku blogger ternama yang diterbitkan oleh penerbit mayor. Buku tersebut baru laku keras setelah setahun buku itu terbit. Jadi nikmati prosesnya. Biasanya proses tidak akan mengkhianati hasil. Saya selalu melakukan inovasi agar buku saya laku.

N

 P7

Saya Tuti Suryati dari Subang, izinkan saya bertanya tentang bagaimana menentukan harga sebuah buku, apalagi saat promo, apakah ada ketentuan khusus? 

Jawab 

Ibu Tuti yang baik hatinya. Saya biasanya belajar dari kawan kawan untuk menentukan harga buku. Tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah. Kalau kita punya dana besar, sebaiknya mencetak dalam jumlah besar. Sebab harganya akan semakin murah. Semakin banyak kita menjual buku maka akan semakin banyak keuntungan yang diperoleh. Itulah prinsip ekonomi yang saya pegang.

N

P8

Saya  Syafrina dari Padang.

Terimakasih atas paparan materi siang ini..

Memang buku saya sudah menumpuk dalam lemari dan banyak yang belum terjual.

Saya akan coba terapkan cara cara tadi..

Bisakah om mencarikan editor untuk buku resume gel 18 yang sedang saya rilis ini.agar buku saya best seller ?

Terimakasih

Ibu Safrina yang luar biasa.

Buku yang belum terjual jangan cuma disimpan. Pasarkan melalui media sosial. Gunakan kekuatan tali silaturahmi. Dengan begitu satu demi satu bukunya akan laku.

Untuk mencari editor bisa menghubungi pak Mukminin dan Bu Kanjeng. Mereka pakar di bidangnya. Silahkan hubungi mereka.

P13

Assalamualaikum 

Hadijah dari Makassar

Selama ini saya pikir untuk hak penjualan buku itu ada di penerbit. Ternyata malah kita sendiri, penulis bisa/harus memasarkan buku. 

Izin bertanya, 

Klo dari penerbit awal buku yang kita cetak sedikit, untuk cetak berikut nya apakah bisa pindah ke pencetak lain tidak lagi di penerbit awal.?

Dan nanti pemasarannya, harga buku itu penuliskah yang tetap kan?

Untuk menjual buku kita, sebagai penulis kita harus ikut pro aktif menjualnya. Sekelas penulis Ahmad Fuadi saja, beliau tidak malu memasarkan buku negeri 5 menara yang akhirnya difilmkan.

Kalau penerbit mayor biasanya ada kontrak perjanjian kerjasama antara penerbit dan penulis sebelum buku tersebut diterbitkan.

Kalau di penerbit indie, kita bisa mencetak bukunya di mana saja. Sebab hak cetak ada pada kita. Jadi kita bisa pindah tempat cetak yag lebih murah dan berkualitas kertasnya

Pesan kepada bapak ibu para penulis pemula. Belilah buku buku yang  tuliskan. Sebab semua ilmunya ada di sana. Jangan pelit beli buku. Sebab buku adalah investasi yang paling berharga dari seorang penulis

Menulis Autobiografi

  Menulis Autobiografi Alhamdulilah  jumat berkah untuk mengikuti Pelatihan Belajar menulis di PGRI yang mana pertemuan kali ini  di bawakan...